<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766</id><updated>2012-02-26T20:54:00.139-08:00</updated><category term='kentut'/><category term='Banjarmasin'/><category term='paranormal activity 3'/><category term='Dugem'/><category term='rusa'/><category term='dingin'/><category term='Mencontek'/><category term='kucing hitam'/><category term='masa lalu'/><category term='montase'/><category term='liburan'/><category term='kukukotor'/><category term='ngompol'/><category term='hairshow'/><category term='libur panjang'/><category term='pulang'/><category term='rumah'/><category term='Pulo Gadung'/><category term='Terminal'/><category term='Kekal'/><category term='hamil'/><category term='asal goblek'/><category term='Ayah'/><category term='ojek'/><category term='kematian'/><category term='stasiun'/><category term='Surabaya'/><category term='Mrs Dalloway'/><category term='cinta'/><category term='bogor'/><category term='ngantor'/><category term='kambing'/><category term='saudara'/><category term='movie'/><category term='bioskop'/><category term='tengah malam'/><category term='lapo'/><category term='Bali'/><category term='medan'/><category term='nyawa'/><category term='semarang'/><category term='anjing'/><category term='Bandung'/><category term='Laut'/><category term='upacara bendera'/><category term='yogyakarta'/><category term='tidung'/><category term='mp3'/><category term='film'/><category term='model'/><category term='kakek'/><category term='cibinong'/><title type='text'>kukukotor</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>44</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-184593783859189408</id><published>2012-02-26T20:47:00.002-08:00</published><updated>2012-02-26T20:54:00.148-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kakek'/><title type='text'>Dua Kakek Saya...</title><content type='html'>Saya punya dua orang kakek dari Ibu saya. Seorang kakek kandung yang selalu dipanggil ‘Ayah’ dan seorang lagi kakek tiri yang dipanggil ‘Opa’. Dua-duanya berada di Padang, di tanah kelahiran Ibu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, begitu Ibu memanggilnya, hidup terpisah dari rumah Oma, nenek saya. Mereka bercerai tepat ketika Ayah ditangkap atas tuduhan bahwa dirinya punya nama yang mirip dengan pemimpin PKI. Ayah PKI, semua petani dan guru di belahan Indonesia kebanyakan tergabung dalam organisasi ini pada tahun 1960-an. Ia dijatuhi hukuman pengasingan selama 13 tahun yang entah akan dikirim ke mana, maka itu Oma mengambil keputusan untuk bercerai karena baginya tidak mungkin menunggu selama 13 tahun, hidup harus terus berjalan baginya dan keenam anaknya. Selepas Ayah ditahan, Oma beserta Ibu saya pun ikut-ikutan di bawa ke gua Jepang, diperiksa apakah mereka ini Gerwani atau bukan. Sayangnya, cuma sekelumit cerita itu saja yang saya dapatkan dari Ibu saya tentang Ayah dan PKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya ingat dari Ayah? Kakek kandung saya? Dia adalah orang penyayang, lembut dan pintar. Saya selalu senang ketika kami ke Padang, saya akan mengunjunginya di sebuah rumah Gadang yang kuno dan klasik. Ketika kaki saya menginjak rumah itu ada derik dan bau kayu yang khas. Kakek akan menyambut saya dengan senang dan saya akan menikmati pertunjukkan andalannya, yaitu Sulap. Jika sekarang alat-alat sulap dijual instan, Ayah membuatnya sendiri dari bahan-bahan bekas, misalnya bekas bungkus korek api, plastik dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ketika saya beranjak remaja, saya mulai suka untuk mengurung diri seperti kebanyakan remaja lainnya. Kesalahan terbesar saya kepadanya adalah, ketika sulap sudah bukan jadi hal menarik bagi seorang remaja, saya gampang bosan. Saat itu Ibu dan Bapak saya sedang berbincang serius di ruang tamu bersama Ayah, sedangkan saya bermain sendiri, waktu itu saya kelas 2 SMP.  Karena terlalu bosan dan rasa iri terhadap kakak dan adik saya yang tidak ikut dalam kebosanan ini, saya memaksa orang tua saya untuk pulang, namun ketika mereka tetap melanjutkan obrolan, saya akhirnya marah dan bilang akan pulang sendiri. Orang tua saya pun panik mengejar saya dan terpaksa pamit. Setelahnya saya dapat masalah besar, dicaci keluarga besar, namun bukan hal itu yang bikin saya menyesal, melainkan tatapan Ayah ketika ia juga khawatir melihat saya yang keluar dari rumahnya dengan marah. Mata itu terkenang hingga sekarang dan bagi yang tahu rasa bersalah, ia seperti tombak, akan menghujam hatimu, membuatmu merasakan nyeri dan malu. Saya tak sempat meminta maaf atau memperbaiki hubungan karena dua tahun setelahnya, ia meninggal dunia karena sakit… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                     ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek saya yang kedua, Opa, adalah Kakek Tiri. Ia menikah dengan Oma dengan paut umur 10 tahun, di mana dirinya jauh lebih muda. Opa dilahirkan dari keluarga Kristiani dan mempunyai peranakan Manado- Cina-Belanda. Ia pelaut kadang merompak dan guci-guci hasil rompakannya nangkring dengan manis di rumah. Oma dan Opa punya  dua anak, dua-duanya perempuan, jadi Ibuku punya dua saudari  tiri. Opa juga seorang yang penyayang. Ia bisa berbahasa Padang namun biasanya dia suka menggunakan bahasa betawi, hal itu tidak menghilang hingga saya besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opa punya keahlian dalam merakit barang elektronik, membetulkan sepatu atau  membuat meja dan kursi. Kebanyakan, rumah Oma dulunya dipenuhi dengan furniture bikinannya. Ia senang makan mie instan dan kalau ketahuan Oma, akan dimarahi. Kelurga Opa kebanyakan menetap di Jakarta. Ia tiap tahun akan pergi ke Jakarta untuk mengunjungi adik-kakaknya yang  tinggal di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lupa apakah Opa sering bercerita tentang masa lalunya atau tidak (dasar pendengar yang buruk), namun sepertinya sih jarang. Opa kadang nakal, ia biasa mengakali PLN dengan mengutak-atik meteran listrik di depan rumahnya, biar biaya listrik makin murah katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opa senang mengantar dan menjaga cucu-cucunya yang masih kecil-kecil. Pagi-pagi Opa akan mengantar cucunya ke sekolah, lalu saat istirahat mengantar makanan untuk cucunya, dan menjemput mereka saat pulang sekolah. Saat liburan, jika ia ikut, Opa akan menjaga kala anak-anak berenang atau sedang bermain di wahana permainan. Ia pun bisa menjadi tim yang baik untuk Oma, misalnya, jika Oma yang memasak, ia yang bersihkan peralatan masak. Oma mencuci piring, ia mencuci baju. Oma beres-beres rumah, ia membetulkan furniture yang rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kemudian, di saat saya berniat untuk datang ke Padang saat maret, sebuah kabar tiba-tiba saja datang. Opa meninggal. Ibu saya menangis ditelepon, dan saya putuskan bahwa meski uang tersisa sedikit, saya mesti ke Padang untuk memberikan penghormatan terakhir untuknya. Saya yakin hei Opa, walau beberapa orang mungkin tidak setuju menyebutkan sejarah dirimu perompak dan kristiani, bagi saya tidak masalah, kamu tetap orang baik meski dulunya perompak dan kristiani. Buktinya, orang gila yang saban hari lewat kamu beri rokok, orang yang mengaku baik saja merasa lebih baik usir itu orang gila, dibanding kasih sedikit nasi, karena kamu tahu, orang gila, juga manusia yang hidup, makhluk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kakek saya berpulang ke tanah, apa lagi sih yang ada setelah kematian? Kenangan bukan? Inilah yang kadang-kadang menyiksa bagi yang hidup, karena kenangan itu raja… sembunyi dalam liku kecil neuron kita...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-184593783859189408?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/184593783859189408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2012/02/dua-kakek-saya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/184593783859189408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/184593783859189408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2012/02/dua-kakek-saya.html' title='Dua Kakek Saya...'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-4117219350300342831</id><published>2012-02-07T03:49:00.000-08:00</published><updated>2012-02-07T03:57:25.608-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='paranormal activity 3'/><title type='text'>Paranormal Activity 3</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8SiEzf4z07k/TzERloE9xII/AAAAAAAAAGs/0R1bnCD9qXI/s1600/paranormal-activity3-image.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-8SiEzf4z07k/TzERloE9xII/AAAAAAAAAGs/0R1bnCD9qXI/s320/paranormal-activity3-image.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5706361540966204546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oke. Akhirnya saya nonton Paranormal Activity 3. Tadinya saya underestimate film ini, ah saya pikir, ini cuma film murahan dari segi akting dan sinematografi, mungkin ini akibat saya terlanjur kecewa sama acting Gwyneth Paltrow di Iron Man 1 #eh, anyway… Berikut resensinya, enjoy…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paranormal Activity 3 adalah kelanjutan dari Paranormal Activity dan Paranormal Activity 2 (saya belom nonton yang ini) tapi saya simpulkan bahwa dalam Paranormal Activity 3 adalah jawaban dari misteri 2 film sebelumnya. Pada awalnya film dimulai pada akhir tahun 1990-an bersama Katie dewasa yang sedang mengandung lalu kemudian datang Kristi yang membawa beberapa kaset video beta yang akan dititipkan pada gudang bawah rumah Katie. Kemudian setting berganti lagi menjadi tahun 2000 pada rumah yang sama dalam keadaan berantakan seperti habis dirampok dan kaset video yang waktu itu berada di ruang penyimpanan bawah tanah, hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa teaser, film sebenarnya pun dimulai, kali ini setting film diambil dengan latar belakang tahun 1988, saat Katie dan Kristi masih kecil. Mereka hidup disebuah rumah besar bersama Ibunya, Julie (Lauren Bittner) dan kekasih Ibu mereka, Dennis (Chris Smith). Keanehan mulai terjadi, terutama menimpa si bungsu Katie (Chloe Csengery) yang mempunyai teman khayalan bernama Toby, yang sebenernya bukan khayalan sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian-kejadian aneh mulai menimpa keluarga ini, seperti suara-suara yang cukup menganggu yang didengar Dennis saat ia bekerja di ruang bawah, mengedit video perkawinan. Maka dari itu Dennis memutuskan untuk memasang beberapa kamera untuk merekam kegiatan dalam rumah. Satu di kamar tidurnya, satu di kamar anak-anak yang kebetulan tidur bersama di lantai atas, satu lagi, dengan menggunakan rangka kipas angin, ditaruh diantara ruang tamu dan ruang makan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keanehan segera terjadi dan tertangkap oleh kamera yang menyala dan diganti kasetnya secara berkala. Mulai dari Katie yang selalu bangun malam-malam karena ‘temannya’ Toby mengajak bermain. Lampu yang tiba-tiba menyala dengan terang kemudian meledak. Kemudian baby sitter yang ketakutan karena mengalami kejadian ‘paranormal’. Kristi yang mulai ketakutan akan keberadaan Toby. Rekan kerja Dennis yang meninggalkannya karena mengalami ‘serangan’ ketika diminta menjaga Kristi di siang bolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film dirangkai dengan sistematis oleh Henry Joost dan Ariel Schulman. Intensitas dijaga hingga mencapai puncaknya yang hadir di akhir film. Hal lain yang patut dipuji adalah akting yang begitu alami dilakukan oleh pemain-pemainnya termasuk kedua aktris cilik yang berperan sebagai Kristi dan Katie. Henry Joost dan Ariel Schulman juga pandai menangkap momen-momen tertentu, seperti saat gigi susu Katie akan tanggal, ah itu kan’ sungguh momen yang tidak bisa direka-reka, apa jangan-jangan itu bohongan dan saya tertipu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menonton film ini, apa yang dapat saya simpulkan? Bahwa sebenarnya kehadiran makhluk halus yang benar-benar tak berwujud dan transparan sebenarnya tidaklah terlalu menakutkan. Namun ketika dia hadir dengan wujud yang menyeramkan serta memiliki kemampuan membunuh… Itu yang kita semua takutkan… bukan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-4117219350300342831?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/4117219350300342831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2012/02/paranormal-activity-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/4117219350300342831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/4117219350300342831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2012/02/paranormal-activity-3.html' title='Paranormal Activity 3'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-8SiEzf4z07k/TzERloE9xII/AAAAAAAAAGs/0R1bnCD9qXI/s72-c/paranormal-activity3-image.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-7271365968247053601</id><published>2011-12-26T01:41:00.000-08:00</published><updated>2011-12-26T01:54:02.609-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='model'/><title type='text'>Naturalisasi di Laga Mode</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-MgAbbf6N7Xw/TvhELOXxRaI/AAAAAAAAAGU/y8mEbvav0vA/s1600/BIYAN%2Bfashow.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-MgAbbf6N7Xw/TvhELOXxRaI/AAAAAAAAAGU/y8mEbvav0vA/s320/BIYAN%2Bfashow.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690373088809665954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak model berwajah Indonesia asli yang menghiasi cover majalah-majalah yang beredar di tanah air? Yang melenggang di catwalk? Yang menghiasi iklan televisi maupun cetak? Mungkin bisa dihitung dengan jari jumlahnya. Serbuan model kaukasian makin marak berlaga di dunia mode belakangan ini, seiring dari banyaknya permintaan pemain-pemain yang bergerak di bidang Industri Mode; majalah, pagelaran busana, iklan, dan lain sebagainya. Seperti yang diakui pengamat mode, Muara Bagdja, menurutnya, peningkatan kebutuhan model asing terjadi karena beberapa alasan; seperti pengaruh globalisasi, bahwa semua hal yang mengacu pada ukuran standar internasional (dari luar) dianggap bagus dan ia mengatakan bahwa masyarakat menganggap citra cantik adalah berkulit putih, berambut panjang, berhidung mancung, tinggi dan kurus, demikian yang saya kutip dari Harian Seputar Indonesia edisi cetak, Jumat, 2 September 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar, rasanya ada yang salah dari testimoni di atas. Sebelumnya mari kita lakukan kilas balik mode era 1980-1990-an. Saat itu dunia mode dihiasi oleh model-model ‘berwajah’ Indonesia, seperti Enny Sukanto, Titi Qadarsih, Atiek Sinuko, Nani Sakrie yang berjaya di tahun 80-an kemudian disusul oleh Dhani Dahlan, Ratih Sanggarwati, Kintan Umari, Okky Asokawati, Nana Krit, Vera Kinan, ataupun Ira Duati yang namanya masih diperhitungkan dipanggung mode bahkan hingga kini. Memang, ada beberapa model dengan wajah blasteran yang juga muncul kala itu, seperti Larasati Gading, Licu ataupun Saraswati Harsono, namun perbandingannya tidak seperti yang terjadi sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena apa yang terjadi hari ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dicatat bahwa dunia mode tidak memiliki ukuran perbandingan yang jelas bagi konsumennya, contoh : Baju yang dikenakan model dalam sebuah peragaan atau pemotretan belum tentu sesuai dengan bentuk tubuh masing-masing target konsumen. Sementara itu, model kaukasian mempunyai torso (panjang badan) lebih tinggi dibandingkan dengan orang Indonesia pada umumnya. Maka itu mari kita bayangkan sejenak, ketika baju yang diperagakan diproduksi secara masal sesuai ukuran model, tentu tidak akan sesuai dengan ukuran badan perempuan Indonesia pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat pada sebuah acara audisi yang pernah saya ikuti yaitu ESMOD (Sekolah Mode) Graduation 2010, di Jakarta, seorang murid berkata pada agency-agency yang hadir membawa modelnya, bahwa ia menginginkan model kaukasian untuk membawakan rancangannya yang memang dibuat dengan ukuran kaukasian. Lalu saya bertanya, apakah jika ia buka butik di Indonesia pun akan mengukur rancangannya sesuai ukuran kaukasian? Ini pola pikir yang aneh. Kadang hal itu juga terasa ironis, karena desainernya sendiri bertubuh mungil sementara modelnya tinggi menjulang dua kali lipat tinggi tubuhnya. Dilain hal, perempuan Indonesia pada umumnya memiliki tinggi rata-rata 155cm – 165cm termasuk didalamnya target konsumen dari pagelaran mode yang berada di kelas A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan Tarif Model Kaukasian dan Nusantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih lekat di benak saya ketika berbincang dengan pengarah gaya dan peñata rias serta jilbab dari Majalah Alia untuk sebuah pemotretan fashion spread dimana saya menjadi modelnya saat itu di tahun 2010. Perbincangan kemudian tiba-tiba bergulir hingga membicarakan tarif model.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang model bule lagi banyak mbak, dan mereka mau dibayar Rp 800.000,- loh! Bule gitu!”, ujarnya dengan nada tercengang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sebuah pertanyaan melintas dibenak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi, kalau bule sewajarnya dibayar lebih mahal dari model negeri sendiri?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan tarif pun terjadi pada perhelatan pagelaran busana. Model-model Indonesia mempunyai tarif pemula rata-rata di angka Rp 300.000,- hingga maksimal Rp 1.000.000,- untuk sebuah show tunggal atau hairshow. Model pemula kaukasian bisa mendapat dua kali lipatnya dengan layanan memuaskan dari Agency, misalnya : diantar dan dijemput. Sementara model negeri sendiri yang berasal dari kalangan bawah seperti saya, harus berjibaku berangkat dan pulang menggunakan kendaraan umum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                        ****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas ada yang salah dari cara pandang kita terhadap bangsa sendiri, jika kaukasian dianggap lebih baik dari bangsa sendiri dalam hal kualitas serta menjadi tolak ukur diterimanya mode Indonesia secara Internasional, seperti yang dikemukakan Muara Bardja, selamat kawan-kawan, kita telah tiba di era penjajahan dan diskriminasi usai 66 tahun merdeka. Kita mengalami kemunduran. Jepang dan Korea telah mengadaptasi kemunduran ini dengan maraknya melakukan operasi plastik demi mendapatkan wujud sempurna anatomi wajah sesuai anatomi wajah kaukasian sebagai tolak ukurnya, yaitu; mata yang besar dan hidung yang mancung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita akan jadi bangsa berikutnya yang akan kehilangan jati dirinya dan membenci apa kita yang kita punya? Atau memang itu yang diinginkan dari industri ini agar kesadaran remaja dan wanita Indonesia dikaburkan dan akhirnya mendukung kehidupan industri yang ditopang oleh konsumsi-konsumsi  mereka untuk jadi yang sempurna ; mata berwarna, berkulit putih, tinggi dan hidung yag mancung, sesuai dengan apa yang digembar-gemborkan media? Sudah saatnya kita merenung kawan…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-7271365968247053601?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/7271365968247053601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/12/naturalisasi-di-laga-mode.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/7271365968247053601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/7271365968247053601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/12/naturalisasi-di-laga-mode.html' title='Naturalisasi di Laga Mode'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-MgAbbf6N7Xw/TvhELOXxRaI/AAAAAAAAAGU/y8mEbvav0vA/s72-c/BIYAN%2Bfashow.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-5323086644894861653</id><published>2011-10-31T03:15:00.000-07:00</published><updated>2011-10-31T04:17:50.351-07:00</updated><title type='text'>Ruangan-ruangan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-dkypo85OGVU/Tq56HKk4MsI/AAAAAAAAAF8/k71JhOTG-Bg/s1600/janice-cat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 310px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-dkypo85OGVU/Tq56HKk4MsI/AAAAAAAAAF8/k71JhOTG-Bg/s320/janice-cat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669603244422738626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah hari-hari di mana matahari menyapa terlalu pagi, melalui teralis pembatas yang dipantulkan cermin ke dinding putih. Ia tak tertidur bagai putri, dalam mimpi berkelebat kecemasan yang mungkin baru berakhir ketika pantai dengan deburannya yang mematikan disusul keheningan samudra, menelan semua yang fana. Terbangunlah dia kearah cahaya. Entah sejak kapan, tak berani lagi menatap wajahnya dalam cermin terlalu lama, karena di sana ada sipir yang menuntut kejujuran sedangkan yang ia punya hanya sebongkah kebohongan yang terus merasuk, hingga mata urung melihat bahwa masih ada indah tersisa. Yang terlanjur hancur, dapatkah dibangun kembali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini masih melayang-layang lepas dari talinya. Berayun ke sana kemari tanpa menemukan sebuah danau dan kemudian berenang bersama ubur-ubur bercahaya kekuningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin mengalir, semilir, setitik hujan lalu turun…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesedihan ada banyak dalam ruangan-ruangan yang berjumlah lebih dari delapan belas kamar. Perempuan-perempuan yang berada didalamnya punya berbagai masalah yang berbeda. Seperti suatu pagi, ia mendengar sebuah percakapan telepon dari kamar sebelah, penghuni kamar sebelah adalah istri dari seorang suami yang tidak ingin tinggal bersamanya. Ada nada kepasrahan ketika ia menjawab pertanyaan 'mengapa?'. Rasa tidak percaya diri, bergantung, jadi satu, dan menjadikannya menelan pahit sebuah kenyataan daripada beranjak untuk mencari hal lain walau kenyataan itu sangat menyedihkan, hal ini terdengar dari lirihnya ia menjawab pertanyaan temannya ditelepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah kebahagiaan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kembali memandangi langit-langit setelah selesai mendengarkan percakapan dari kamar seberang. Bukankah bahagia itu racun dan adiktif? Segera setelah mencicipinya kamu akan segera minta lagi, lagi dan lagi. Lalu ketika kamu tak kunjung mendapatkannya, kamu akan mengakhiri hidup…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu disebelah kanan ruangan lainnya, ada seorang ibu tua, menjadi penghuni kamar. Dia pun teringat ibunya di rumah. Hatinya tak habis bertanya mengapa ia menyewa kamar di sini? Bukan tinggal di rumah, bersama suami atau abu suami jika telah ditinggalkan, atau suami baru sebagai teman menjalani hidup hingga akhir. Pernahkah kita berpikir mengapa manusia makhluk sosial? Karena kesendirian yang dikejar oleh Christopher McCandless, berakhir dengan merindukan keramaian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ada dirinya, seorang gadis tanpa cermin. Ia tak punya keinginan terpendam untuk jadi orang lain. Ia hanya punya keinginan terpendam untuk tiada. Agak sulit hidup ketika mata dan otaknya terlampau aktif. Ia memikirkan lumba-lumba yang tiap bulan September berlari ketakutan dan akhirnya mati ditombak. Anjing yang dipukuli hingga mati. Sapi dan kambing yang selalu jadi kurban tiap tahun dan selalu melalui proses yang menyedihkan. Orang utan yang dipenggal kepalanya. Gajah yang dibakar hidup-hidup karena dianggap hama. Serakah itu jahat, dan manusia selalu serakah. Dan dia adalah salah satu manusia yang hidup…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini ia siap berangkat, lebih pagi dari biasa. Ia ingat langkahnya, gesekan antara kulit tangannya saat ia menuruni tangga dan berpegangan pada relnya, cara membuka pintu gerbang, menutupnya sepelan mungkin, melewati kucing-kucing – termasuk kucing dengan kumis hitler, kicauan burung yang terperangkap, menaiki tangga, lalu berhenti dan mengetuk sebuah pintu yang masih tertutup rapat. Tiap akan mengetuk, ia berdebar khawatir…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pintu itu benar-benar terbuka untuknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemanggisan, kos baru...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-5323086644894861653?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/5323086644894861653/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/10/ruangan-ruangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/5323086644894861653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/5323086644894861653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/10/ruangan-ruangan.html' title='Ruangan-ruangan'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-dkypo85OGVU/Tq56HKk4MsI/AAAAAAAAAF8/k71JhOTG-Bg/s72-c/janice-cat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-7817286345819978708</id><published>2011-07-26T20:06:00.000-07:00</published><updated>2011-07-31T21:10:11.864-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ayah'/><title type='text'>Halo Ayah...</title><content type='html'>Halo Ayah, kita bertemu lagi tahun ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Butuh perjalanan selama kurang lebih empat jam untuk menuju tempatmu berada, sesuai keadaan lalu lintasnya saja. Kami berangkat menggunakan bis dari terminal Baranangsiang, Bogor, yang menuju Pelabuhan Ratu. Bis kosong sekali, hanya ada enam penumpang, tiga diantaranya adalah kami. Aduh, Ayah, bagaimana si supir setoran kalau macam ini? Namun bapak supir beserta kernetnya yang baik mengantar kami hingga sampai ke rumahmu dan disitulah kamu berada, bertengger di atas bukit, menghadap ke arah jalan raya yang dilalui berbagai macam bis antar kota maupun angkutan umum sekitaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh mendaki sedikit untuk mengetuk rumahmu, oh lihat, banyak pepohonan tumbuh, kamu memberi kehidupan kepada bumi, kamu tahu itu Ayah? Dengan adanya pohon-pohon ini, kamu jadi tidak terlalu kepanasan bukan. Ini ada dua anakmu beserta Ibu, yap mantan istrimu datang, bawa bunga warna warni, cantik sekali. Semoga kamu, nenek dan adik nenek menyukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kami tidak lama-lama bertamu, seperti biasa, kami mengejar senja agar dapat kembali lagi ke Bogor. Kami pamit dan bertolak untuk mengunjungi pantai. Sudah nyaris sepuluh tahun lewat, sejak terakhir kita ke sini. Hotel masih berdiri di sana-sini, sawahnya masih sama, di depan sawah ada sebuah restoran. Perut keroncongan karena sudah masuk jam makan siang. Kami singgah untuk melepas lapar, menggantinya jadi kenyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nasi, ikan, cumi, kangkung segera terhidang di meja, kami menyantapnya bertiga sambil memandangi laut. Ombak selalu besar di Pelabuhan Ratu, membuat orang-orang ketakutan diterjangnya. Hidangan masih tersisa namun perut kami sudah penuh nian, ikannya terlalu besar untuk kami santap bertiga, dan kami memutuskan untuk membawa pulang sisanya. Mataku tertuju pada bangunan di dekat sawah, mirip tempat sampah, ada seseorang mengais-ngais di sana, tadinya ku pikir ia adalah pemulung, namun setelah ku perhatikan lebih seksama, ia mengais sampah lalu memasukkannya ke mulutnya! Ayah, kamu tahu mataku rabun jauh, jadi kutanya adik,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dik, dia itu sedang makankah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oh Ayah, adik terkejut, dan mungkin kamu juga – jika kamu berada di sana, menyaksikan seorang manusia makan dari tempat sampah. Kami bertiga tanpa kompromi dengan senang hati membagi makanan dengannya, dan ia dengan lahap memasukkan nasi ke mulutnya. Ayah, mulai hari itu, aku akan mensyukuri semua makanan yang tersaji dan berusaha makan tanpa meninggalkan sisa. Aku tidak akan cerewet mengenai rasa, karena aku telah melihat sendiri ada orang mengunyah SAMPAH.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, kami masih tetap mengejar senja. Aku berharap, bahwa orang tadi, yang ku duga mengalami gangguan jiwa, mendapatkan tempat yang lebih baik dan kepedulian diberikan makanan oleh orang sekitarnya malam ini, ataupun hingga esok, esok dan esooook seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ayah, bis kami melewati rumahmu lagi ketika menuju pulang. Aku dan adik melambaikan tangan ke arah bukit, kau mungkin tidak akan melihatnya karena kau tertidur dalam tanah. Jika kau masih hidup mungkin sekarang kita sedang bertengkar tentang Pram, ahmadiyah, bom atom, hadist-hadist yang perlu ditinjau ulang terutama tentang hukum pernikahan dan perempuan, hukum KDRT, kehamilan di luar nikah, lesbian, homo, baju yang seharusnya ku kenakan, pacarku, hukum ekonomi dan mungkin poligami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kematian adalah sebuah misteri Ayah, pada hal-hal tertentu, nyawa bisa lepas secara tiba-tiba. Yang menakutkan dari kematian adalah bukan rasa sakitnya, namun terlupakan bukan? Aku pastikan bahwa selalu ada ruang untuk mengingatmu apapun kenangannya, baik atau buruk, dan kamu masih hidup, di sini, dalam kromosom yang membentuk adanya diriku. Jadi selama aku hidup, kamu tidak akan pernah hilang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, selamat tidur…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-gtKBSZtvw9Q/TjYm7m1R4GI/AAAAAAAAAFk/yfMBzOEsryY/s1600/kuburan%2Bpapa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-gtKBSZtvw9Q/TjYm7m1R4GI/AAAAAAAAAFk/yfMBzOEsryY/s320/kuburan%2Bpapa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5635734789178908770" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slipi, setelah hujan besar sekali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-7817286345819978708?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/7817286345819978708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/07/halo-ayah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/7817286345819978708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/7817286345819978708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/07/halo-ayah.html' title='Halo Ayah...'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-gtKBSZtvw9Q/TjYm7m1R4GI/AAAAAAAAAFk/yfMBzOEsryY/s72-c/kuburan%2Bpapa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-1489002369054592322</id><published>2011-07-05T20:49:00.000-07:00</published><updated>2011-07-05T21:04:26.315-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liburan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tidung'/><title type='text'>Tidung Dalam Sekam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-2XkoS7TH7Tw/ThPcRP3v4rI/AAAAAAAAAEk/1o-ZUYtiXMo/s1600/IMG_2931.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-2XkoS7TH7Tw/ThPcRP3v4rI/AAAAAAAAAEk/1o-ZUYtiXMo/s320/IMG_2931.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5626082548392125106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidung adalah satu dari beberapa kepulauan seribu yang tersebar di teluk Jakarta. Ketenarannya yang sekarang diawali oleh sebuah liputan dari sebuah biro perjalanan bernama ‘Jalan-jalan’ yang kemudian didokumentasikan dalam bentuk artikel di majalah bulanan mereka. Hal itu terjadi kira-kira dua tahun lampau. Kini, semua mata penduduk ibukota, khususnya Jakarta, menoleh kepadanya ketika hari libur tiba. Mereka kabita  ingin berlibur di pulau kecil tersebut, disambut oleh penduduk yang ramah, serta berenang diantara terumbu karang sambil dikelilingi ikan-ikan hias yang tadinya hanya bisa dilihat dalam akuarium raksasa di Ancol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-KqF4cYuhDuI/ThPerY_wcLI/AAAAAAAAAE0/VZJofCQ7owE/s1600/IMG_2821.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-KqF4cYuhDuI/ThPerY_wcLI/AAAAAAAAAE0/VZJofCQ7owE/s320/IMG_2821.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5626085196541489330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Macam memakai susuk, pesona Tidung menebarkan magnet bagi orang banyak, seperti pemandangan pagi ini (2/7) di Muara Angke, ratusan orang memenuhi pelabuhan yang menyediakan kapal menuju Tidung dengan harga yang cukup terjangkau, yaitu sekitar tiga puluh lima ribu rupiah. Saking padatnya, para pelancong berebut untuk mendapatkan tempat di kapal. Panitia perjalanan masing-masing grup akan sibuk bernegosiasi dengan Kapten kapal yang ternyata kadung banyak janji dengan banyak perusahaan, demi meraup untung yang lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Muara Angke-Tidung dengan kapal biasanya membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam. Namun hari itu dibutuhkan waktu lebih banyak karena kapal tiba-tiba mogok dan mengeluarkan asap berbau solar. Kapten kapal terlihat panik, para abk sibuk memompa dan mencari masalah pada mesin kapal. Para penumpang kelihatan khawatir dan memegang erat pelampung yang sudah dibagikan sebelum berangkat. Tak lama kemudian, kapal dapat melaju lagi hingga sampai ke dermaga tidung 3 jam kemudian, meleset setengah jam dari biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pelancong tak sabar turun. Ada yang cepat-cepat karena ingin ke wc, ada yang muntah-muntah karena mabuk laut, ada yang memang sudah siap untuk melancong. Sebelum memulai petualangan yang biasa ditawarkan, pelancong dipersilahkan beristirahat di rumah penduduk yang biasa dijuluki “homestay”. Dulu, warga tidung mungkin belum berpikir untuk mempunyai lebih dari satu rumah, namun kini, rata-rata mereka mempunyai dua rumah, satu untuk keluarga dan satu lagi untuk disewakan. Seiring dengan permintaan, kini rumah-rumah yang disewa rata-rata memiliki pendingin ruangan di setiap kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menelusuri jalan menuju penginapan atau homestay, mengingatkan akan gang-gang kecil dekat rumah ketika saya kecil. Tidung yang sederhana, kini berkembang begitu pesat, di kanan kiri bergantung spanduk penyewaan alat snorkeling, serta berjejer-jejer penginapan dengan fasilitas yang disesuaikan dengan kegemaran orang kota; alas tidur dari kasur busa berpegas, televisi, serta pendingin ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Tidung dapat dicapai dengan sepeda dari ujung ke ujungnya, saya melihat ada bangunan Puskesmas yang kelihatannya masih baru, kantor pemerintahan daerah, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, tempat pemakaman umum dan markas polres. Saya tidak menemukan bank, atm, toko handphone dan elektronik ataupun mini market di sana. Warga harus menyebrang lautan jika ingin menabung, menerima transfer, atau membeli bahan-bahan untuk berjualan seperti mie instant, makanan kecil; kacang, kuaci, dan sukro atau membeli handphone sebagai alat komunikasi dengan berbagai panitia perjalanan yang ingin melepas penat di pulau tersebut.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang berputar dengan cepat di Tidung dua tahun terakhir, perkembangannya terlampau pesat. Warga yang tadinya bercocok tanam, pencari ikan yang merantau hingga luar pulau, kini nyaris semuanya beralih profesi menjadi tur guide, pengusaha penyewaan alat snorkeling, membuka warung makan atau pemilik penginapan, contohnya Halim. Ia adalah tur guide rombongan saya untuk dua hari ini. Umurnya sekitar 25 tahun. Badannya atletis, mata agak menyipit dan berbicara dengan logat yang unik. Macam logat pulau luar Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-bM-EfZRnND8/ThPc7RZNw-I/AAAAAAAAAEs/eOiZTI5KfvY/s1600/IMG_2877.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-bM-EfZRnND8/ThPc7RZNw-I/AAAAAAAAAEs/eOiZTI5KfvY/s320/IMG_2877.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5626083270355436514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Halim sebelumnya berprofesi sebagai pencari ikan bagi sebuah perusahaan. Tugasnya adalah menggiring ikan untuk masuk ke dalam jaring, jaring akan ia pegang di kedalaman 5 meter, kemudian ditariknya ke atas, hingga semua ikan terkepung dan ia pun muncul dipermukaan. Namun kini Halim berhenti melakukan pekerjaan itu dan memilih menetap di Tidung dan menjadi tur guide. Ia bertanggung jawab menjemput tamu di dermaga, mengantar mereka ber-snorkeling, membakarkan ikan jika tamu meminta barbeque pada malam hari, dan menyiapkan sepeda agar tamu dapat menuju jembatan cinta yang tersohor dari penginapan mereka masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halim masih bertalian saudara dengan orang yang sering ia panggil Babeh. Babeh adalah pemilik penginapan yang kami tempati, rumah Babeh, terletak diseberangnya. Rumah yang cukup besar namun gayanya masih sederhana. Babeh adalah sesepuh Tidung atau orang yang dituakan dan dihormati oleh para pemuda di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu Tidung disambangi awan Commulus Nimbus yang mengantarkan hujan deras. Babeh menemani tamunya dan bercerita, tentang asal-usul nama jembatan cinta yang pemilihan namanya tak lebih dari sekedar untuk menarik perhatian pelancong, tentang asal usul penduduk Tidung yang ternyata berasal dari Kalimantan, tentang tanaman mangkok yang awalnya tumbuh menghiasi halaman tiap rumah, kini sudah dibabat berganti menjadi pagar tetap hingga memicu Babeh untuk berpikir bahwa Tidung butuh penghijauan kembali, kesadaran warganya bahwa Tidung punya potensi ekonomi dari pariwisata sehingga mereka menolak tiap investor yang datang untuk membeli tanah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu setelah dua tahun ini, apa yang berubah dari Tidung?”, tanya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman Halim ikut dalam obrolan santai ini, yang juga kerabat Babeh. Ia kemudian menjawab pertanyaan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perubahan paling besar terjadi pada warga, terutama masalah sosial, persaingan bisinis yang tumbuh, bikin kita jadi ber blok-blok, kalau kumpul, kita gak pernah bener-bener nyatu, ya semua bakalan balik lagi ngumpul sama blok.nya masing-masing, blok barat sama barat, blok timur sama timur. Kalau misalnya blok barat ngadain selametan, blok timur gak pengen bantuin diriin tenda, dulu mah enggak kayak gitu…”, ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan masih mengguyur Tidung ketika saya masuk untuk tidur dan berlanjut dengan gerimis kecil keesokan paginya. Matahari pun diselimuti dengan kabut sehingga ia tidak menampakkan diri di balik awan seperti biasanya. Tukang bangunan sibuk membangun rumah disana-sini Tidung. Warung gorengan, nasi uduk, mi rebus, diserbu pelancong yang kelaparan mencari sarapan. Pagi itu semua orang menuju pantai dengan sepeda, bettor (becak motor), atau berjalan kaki, menikmati hari terakhir mereka sebelum pulang kembali ke kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ombak menjilat-jilat pasir di tepian, sebagian mengantarkan tumpukan sampah plastik yang mengambang. Dalam dua tahun Tidung telah berubah banyak, dan berbagai permasalahan kini mengancam Tidung, mulai dari lingkungan hingga persaingan antar warga. Oh, Tidung berada dalam sekam…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Slipi, dari lantai 20 diantara deadline aplikasi, Mimit, saya menepati janji saya untuk bertandang ke pulau itu, dan saya menulis ini untukmu…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-1489002369054592322?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/1489002369054592322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/07/tidung-dalam-sekam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/1489002369054592322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/1489002369054592322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/07/tidung-dalam-sekam.html' title='Tidung Dalam Sekam'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-2XkoS7TH7Tw/ThPcRP3v4rI/AAAAAAAAAEk/1o-ZUYtiXMo/s72-c/IMG_2931.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-4907575083876402205</id><published>2011-06-22T03:38:00.000-07:00</published><updated>2011-06-22T03:46:02.831-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nyawa'/><title type='text'>Selintas</title><content type='html'>Jika saya berpikir macam itu lagi, ini jadi sebuah beban baru yang berlapis-lapis. Beban saya terhadapmu kawan, yang menginginkan hidup, yang masih optimis hingga hari akhirmu. Saya merasa berdosa kepadamu karena keinginan ini masih sering selewat datang dalam benak saya. Kawan, jika nyawa bisa ditukar, saat itu saya akan berikan untuk kamu segera, karena duniamu terlalu riuh untuk ditinggalkan sementara dunia saya terlalu sepi untuk ditinggali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan saya Kawan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*pikiran yang sering selintas datang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-4907575083876402205?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/4907575083876402205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/06/selintas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/4907575083876402205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/4907575083876402205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/06/selintas.html' title='Selintas'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-5682393248488582673</id><published>2011-06-05T19:48:00.000-07:00</published><updated>2011-06-05T19:54:03.457-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-DyzFzdtSDJg/TexBMiI8VCI/AAAAAAAAAEc/VZOCqsDmmCs/s1600/Despicable%2BMe.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-DyzFzdtSDJg/TexBMiI8VCI/AAAAAAAAAEc/VZOCqsDmmCs/s320/Despicable%2BMe.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5614934519002715170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Despicable Me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah opini dan resensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika menjadi seorang pencuri merupakan cita-cita yang membanggakan? Itulah kira-kira sebuah semboyan yang digusung oleh film animasi produksi Universal Pictures, Despicable Me. Ke-eksistensian seorang pencuri di nilai dari seberapa besar ia dapat mencuri bangunan bersejarah, misalnya mencuri Patung Liberty, Menara Eifel, atau mungkin jika terjadi di Jakarta, Monas pun dapat ikut raib, walau Monas hanyalah simbol dan sebenarnya merupakan hiburan rakyat golongan bawah yang ingin menghabiskan akhir pekan dengan murah, karena golongan atas hanya akan menangis jika si pencuri berhasil mengambil Grand Indonesia atau mungkin si pulau belanja kecil, Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Despicable Me mengandung banyak pemaknaan secara harfiah maupun metafora terhadap hal-hal nyata seperti ; hubungan pekerja dengan ‘bos’ yang lebih digambarkan pada karakter ‘pemujaan’, pembiayaan bank, regenerasi kepada orang yang lebih produktif, persaingan antara ilmuwan atau dalam hal ini antara ‘pencuri’, kolusi, nepotisme dan sikap manusia yang tidak absolut, berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun menurut adik saya, seorang pecinta film animasi, film ini gagal jika dimasukkan dalam kategori komedi. Karena gaya humor yang ditawarkan bersifat setengah-setengah atau istilah anak muda sekarang adalah ‘garing’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                                            ****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, Gru, seorang pencuri, menjalani kehidupannya seperti biasa, membeli kopi serta kue untuk sarapan, ia bersiap menjalani kehidupan dengan santai hingga sebuah berita menghampirinya, sebuah piramida di Mesir telah dicuri! Ia memang telah mencuri, namun hanya hal-hal kecil yang tidak sebegitunya diperhitungkan. Hukumnya, jika seseorang berhasil mencuri sesuatu yang hebat, maka ia harus bisa mencuri hal lain yang lebih hebat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka itu ia mengumpulkan para pekerjanya untuk rapat besar. Pekerjanya bukan manusia, namun sejenis makhluk kecil  dengan badan mirip kapsul, berwarna serupa bola tenis. Walau sebegitu aneh rupanya, nama mereka tetap normal, John, Kevin, serupa nama manusia pada umumnya. Kehadiran karakter ini kurang lebih membantu untuk menceriakan cerita dengan humor ‘konyol’. Mereka  selalu menertawakan segala sesuatu yang sederhana, mirip sekali dengan orang yang sedang mabuk ganja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pencurian selanjutnya, mereka mempunyai rencana yang sangat besar, yaitu mencuri Bulan. Yap, si benda yang memantulkan sinar matahari pada malan hari, satelit bumi, BULAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencuri bulan, ia memerlukan alat-alat yang memadai untuk rencana tersebut yaitu sebuah alat ‘pengecil’ dan berharap mendapat pinjaman dari bank untuk mewujudkannya. Namun bank sudah menginvestasikan terlalu banyak uang untuk Gru dan tidak mendapat keuntungan yang begitu berarti. Mereka berharap dapat meraup keuntungan sebanyak-banyaknya dengan modal yang sesedikit mungkin (hmm…pernah dengar hukum ekonomi ini?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah bagaimana akhirnya Gru menemukan seseorang telah menciptakan alat ‘pengecil’ tersebut. Mereka pun mencuri alat tersebut dari sebuah pulau yang berada di Asia Tenggara, bagi saya terlihat mirip seperti Jepang. Jika diperhatikan lebih seksama, cara kerja alat ini serupa dengan ‘senter pengecil’ buatan Doraemon yang telah akrab bagi anak-anak di tahun 1990-an yang gemar menyaksikan film serinya setiap minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sialnya Gru, alat itu segera dicuri lagi oleh Vector, seorang pencuri yang berhasil mencuri piramida. Pada tahap inilah Gru mencari cara agar dapat masuk ke kediaman Vector dan mencuri kembali alat pengecil tersebut. Setelah berbagai usaha, Gru menemukan sebuah jalan keluar dari tiga orang anak yatim piatu yang dipersilahkan masuk oleh Vector karena menjual kue yang disukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sana terbit sebuah ide. Gru segera mengadopsi anak-anak tersebut dari yatim piatu untuk dilibatkan dalam aksi pencurian tersebut. Anak-anak ini hanyalah anak polos dengan kehausan kasih sayang dari orang tua yang mereka tak pernah mereka punya. Dalam film, keadaan panti asuhan digambarkan sangat tidak menyenangkan, penuh siksaan mental dan hinaan, dalam kehidupan nyata saya kira tidak banyak berbeda, begitu kiranya yang saya tahu dari sebuah laporan yang ditulis Truman Capote berjudul ‘In Cold Blood’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Margo, Edith dan Agnes resmi diadopsi oleh Gru tanpa proses yang begitu berbelit-belit. Gru begitu dingin pada anak-anak tersebut pada awalnya, hal ini dikarenakan masa lalu Gru sebagai anak tunggal yang haus kasih sayang dan tidak pernah memperoleh sedkitpun penghargaan. Namun kehadiran anak-anak akhirnya membuat kehidupan Gru semakin berwarna dengan keluguan dan manjanya anak-anak kecil. Gru berubah menjadi mencintai anak-anak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencuri bulan tak lagi jadi begitu penting bagi ketika anak-anak tersebut dalam bahaya. Gru yang semula membuang si anak-anak, akhirnya memperjuangkan mereka kembali. Bulan kembali berada di tempatnya seperti semula, everybody is happy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa menurut saya, hal itu justru sangat amat munafik, karena yang terjadi di dunia nyata adalah hal yang lebih-lebih pelik lagi, ya kejiwaan yang terguncang, krisis kepercayaan, namun memang kata-kata ‘happily ever after’ mendominasi tiap dongeng mulai dari Cinderella hingga Despicable Me bahkan Shrek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah menurutmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*minggu sore, di kos tanpa penghuni, sarapan dan makan siang roti tawar agar tidak kadaluarsa esok hari. Hidup pelik, namun beginilah hidup bukan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-5682393248488582673?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/5682393248488582673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/06/despicable-me-sebuah-opini-dan-resensi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/5682393248488582673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/5682393248488582673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/06/despicable-me-sebuah-opini-dan-resensi.html' title=''/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-DyzFzdtSDJg/TexBMiI8VCI/AAAAAAAAAEc/VZOCqsDmmCs/s72-c/Despicable%2BMe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-5353329051458973768</id><published>2011-05-31T20:38:00.000-07:00</published><updated>2011-05-31T21:21:25.271-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngompol'/><title type='text'>Ngompol Lagi</title><content type='html'>Perjalanan malam itu seharusnya mulus, tanpa gangguan, namun hembusan AC yang meracuni badan dengan hawa dingin membuat kandung kemih terlambat menyadari bahwa dirinya telah penuh. Untuk kesekian kalinya saya harus ngompol akibat jalanan Jakarta yang macet laur biasa. Selain juga karena mungkin terjadi kesalahan pada organ ureter pada tubuh ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngompol ketika dewasa agak merepotkan, karena Anda akan dihadapkan pada norma-norma yang ketika kecil dulu bisa dimaklumi begitu saja. Seorang anak kecil yang ngompol, akan bebas melenggang begitu saja tanpa sehelai kain pun menutupi kulitnya yang terbuka bebas karena celana sudah basah, tentu akan menimbulkan penyakit jika dipakai kembali. Tentu hal ini tidak dapat dilakukan orang dewasa yang waras, yang dikungkung oleh sabuk sosial untuk menjaga aurat dengan berpakaian dalam, berpakaian luar yang menutup hingga bagian tertenu yang dianggap tidak menimbulkan syahwat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan kejadian malam itu, saya yang sudah dewasa, untuk kesekian kalinya ngompol karena tidak tersedianya fasilitas WC umum pada halte-halte Trans Jakarta yang membuktikan bahwa fasilitas untuk perempuan hamil, orang tua atau orang dengan kekurangan fisik di nomor duakan. Mengeluarkan urine adalah hal yang alamiah, ini mirip halnya dengan mengeluarkan racun dalam tubuh, namun karena jadwal yang berbeda-beda, fasilitas umum macam Trans Jakarta menganggap semua penumpang sama kuatnya dengan penumpang kebanyakan dapat menahan keluarnya urine dalam 3-4 jam perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitukah seleksi alam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika saya yang penuh dengan kekurangan masalah jadwal kencing tak tertahankan harus mengatasi masalah kesehatan saya dahulu baru mungkin dapat berbaur dengan kehidupan orang umum pada kebanyakan. Jadi ini sepenuhnya adalah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MASALAH KANTONG URINE SAYA&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana saya harus tahu ada masalah pada kantong urine atau tidak. Dengan pergi ke dokter, melakukan segala tes kesehatan yang menakutkan, belum lagi dibayang-bayangi vonis mendadak atas sebuah penyakit serius yang hanya bisa diobati dengan biaya mahal dan mungkin saja sulit untuk disembuhkan, dan ketika di vonis kamu akan dipojokkan untuk sebuah tindakan kesehatan disodorkan formulir bahwa kamu bersedia dibawa ke meja operasi, dipreteli bagain-bagian tubuhnya yang mempunyai resiko besar hilangnya nyawa karena kelalaian yang mungkin saja terjadi. Dan kamu bisa pergi begitu saja saat itu, atau beberapa minggu setelahnya karena mengalami komplikasi kronis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O.K.E&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakan tidak untuk operasi meski mereka bilang dalam 6 bulan lagi saya tentu tidak akan dapat bertahan, katakan tidak untuk sebuah ketakutan-ketakutan pasti akan sebuah kematian. Katakan tidak ketika mereka menyodorkan sebuah formulir yang menjanjikan bahwa mereka akan merawatmu (selama kamu masih berduit) dan berusaha sebaik-baiknya. Saya punya hak atas tubuh ini, ini tubuh saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, kejadian ngompol lagi akan berlanjut tidak hanya sampai disini, saya hanya perlu selalu bawa baju ganti untuk mengantisipasi kejadian malam tersebut, karena membeli pakaian mendadak adalah sebuah kemewahan yang tak perlu, dan bisa saya hindari sebaik-baiknya karena saya mengenali bahwa si kantong kemih, gampang sekali penuh, terutama ketika hawa dingin terlampau menusuk dan cita-cita minum satu liter setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari lantai 20, dengan semua orang mengetahui bahwa saya mengompol dengan bebasnya, saya suka kejujuran yang melegakan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-5353329051458973768?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/5353329051458973768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/05/ngompol-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/5353329051458973768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/5353329051458973768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/05/ngompol-lagi.html' title='Ngompol Lagi'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-1605115692733151176</id><published>2011-04-15T11:22:00.000-07:00</published><updated>2011-04-15T11:30:10.670-07:00</updated><title type='text'>Timpang</title><content type='html'>Minggu kemarin saya pergi ke Tanah Abang. Sebuah pasar dekat stasiun kereta api Tanah Abang, Jakata Pusat. Pasar ini sudah eksis bahkan semenjak saya masih kecil. Suasana pasar ramai, karena minggu ini adalah tanggal muda. Baju muslim, peralatan sholat, pakaian wanita, sepatu sendal dan kebaya terlihat dijajakan dan pengunjung pun berhamburan. Kebanyakan pengunjung berasal dari kelas menengah dan bawah yang sudah berkeluarga atau mempunyai anak. Tidak jarang saya akan melihat anak-anak tersebut menangis karena kepanasan, terjepit atau bahkan sesak karena pasar makin siang makin dibludaki orang-orang. Oh memilukan melihat Ibu memarahi anaknya yang rewel sementara ia sedang memilih pakaian, sulitnya keadaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian menjelang sore hari, saya harus menyambangi sebuah mall besar dibilangan Jakarta Barat, Mall Taman Anggrek. Seperti biasa, ciri khas mall-mall besar di Jakarta, tempat ini juga dilengkapi dengan pendingin yang menurut saya sengaja &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ngajak berantem&lt;/span&gt; karena suhunya terlalu dingin, tempat makan mahal, jajanan yang sehat, serta tempat berlalu lalang yang cukup lenggang, toko-toko yang tertata apik, bersih. Sebagian besar pengunjung berasal dari keturunan Tionghoa dari golongan kelas A. Keadaan yang jauh timpang jika saya bandingkan dengan tadi siang di Tanah Abang. Anak-anak yang datang ke Taman Anggrek nyaris semuanya telihat bahagia karena dimanja dengan keadaan yang mudah, makanan yang bersih, baju yang bagus, pengasuh yang senantiasa menjaga anak sementara si Ibu berbelanja, suhu yang tidak meresahkan, dan untuk pulang pun anak-anak ini tinggal berdiri untuk dijemput supir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Gaia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah aku harus membesarkanmu dalam ketimpangan ini? Dan membiarkan otakmu yang baru akan berkembang nantinya menyerap semua kejadian ini dan menganggapnya hanya sebagai seleksi alam? Tidak, tidak, dan aku takut meninggalkanmu sendirian jika waktuku berlalu begitu cepat. Aku ingin kamu percaya bahwa hal ini, semua rentangan kelas yang akan kamu lihat jika kamu duduk dibangku kuliah dengan jurusan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;advertising&lt;/span&gt; dan merasa akrab dengan kata SES ABC, ku harap kamu tidak sebodoh aku dulu, melewatinya tanpa banyak bertanya. Bertanyalah Gaia dan jangan pernah percaya jalan buntu dari sebuah kebenaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia itu sama Gaia. Lihatlah agama tidak melakukan apapun atas kelas yang sengaja diciptakan manusia. Lalu apakah kamu akan diam saja Gaia? Setidaknya berteriaklah ketika kereta listrik lewat. Kamu bukan robot nak, yang diprogram untuk terus senang dan bahagia dan sabar dalam keadaan apapun. Itu bohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu hanya bisa berpegang pada sesuatu dalam hatimu. Cinta. Dengan cinta kamu bisa menggerakan semua, dengan cinta kamu percaya, dengan cinta kamu bisa melakukan apapun, dengan cinta kamu bisa mempunyai kekuatan melebihi amarah, dengan cinta kamu berpikir, rasakanlah nak, bahwa setiap orang berhak untuk mendapatkan hidup layak, tanpa sebuah kebohongan yang diciptakan atas nama kelas dan hal itu menjadi identitas kualitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin terdengar sedikit utopia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ketika kamu merasakan sesuatu berdetak, memanggil, kamu akan tahu itu apa. Nah, nak...selamat tidur...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-1605115692733151176?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/1605115692733151176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/04/timpang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/1605115692733151176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/1605115692733151176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/04/timpang.html' title='Timpang'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-4577143428831229291</id><published>2011-04-12T03:57:00.000-07:00</published><updated>2011-04-12T06:18:03.697-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie'/><title type='text'>You Will Meet A Tall Dark Stranger</title><content type='html'>Saya memang sudah berniat untuk menulis resensi tentang film ini, namun sebuah koran tergeletak, nampaknya tertinggal dan begitu menggoda untuk dibuka dan…&lt;span style="font-style:italic;"&gt;guess what,&lt;/span&gt; saya menemukan resensi film tersebut dan saya tidak menyukainya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Well, according to my opinion&lt;/span&gt;, si penulis telah salah menyimpulkan cerita &lt;span style="font-style:italic;"&gt;because that’s not how the story I catch after I watch the movie. So this is it&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;You Will Meet A Tall Dark Stranger &lt;/span&gt;(engga tau kenapa si sutradara atau penulis naskah memilih judul ini) versi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                          ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menolak untuk menjadi tua, Alfie Shepridge (Anthony Hopkins) membangun kepercayaan dirinya dengan terus berolahraga dan kemudian menjadi bosan terhadap istrinya, Helena Shepridge (Gemma Jones) yang ia anggap tidak mempunyai misi yang sama. Kuat dan percaya diri, Alfie meninggalkan Helena yang kemudian mencoba bunuh diri dengan minum pil tidur. Limbung dan patah hati, Helena lalu secara teratur menemui Cristal (Pauline Colins), seorang cenayang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Empat puluh tahun menikah dan bersama, membuatmu cukup tergantung…”, ujar Helena ketika ia pertama kali menemui Cristal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramalan-ramalan Cristal tentang masa depan Helena yang cerah cukup membantu Helena untuk meneruskan hidup dan membantu anak perempuannya, Sally (Naomi Watts), untuk membayar sewa apartemen. Suami Sally, Roy Channing (Josh Brolin), adalah seorang penulis novel sukses, namun sayang karya selanjutnya selalu ditolak oleh penerbit, berada dalam tekanan untuk menulis melebihi karya pertamanya dan menghadapi kenyataan bahwa ia adalah pengangguran, Roy memilih untuk ‘melarikan diri’ mendekati tetangga barunya, Dia (Freida Pinto) seorang musisi keturunan India. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sally kini memilih bekerja untuk menambah pemasukan setelah Roy berhenti dari pekerjaan terakhirnya sebagai supir. Sally merasa lebih baik ketika bekerja di sebuah galeri seni milik Greg Clemente (Antonio Banderas) dan sedikit naksir bosnya tersebut, seorang pria matang yang sudah berkeluarga. Sally berselingkuh secara perasaan terhadap Greg dan hal ini mempengaruhi hubungannya dengan Roy yang makin terasa hambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Alfie merasa membutuhkan pendamping hidup yang baru. Ia kemudian bertemu Charmaine (Lucy Punch), seorang pelacur yang kemudian dinikahinya. Kabar ini terdengar oleh Helena, yang akhirnya makin sering mengunjungi Cristal dan kini mempercayai bahwa ia punya kehidupan sebelumnya lalu kehidupan setelah ini, dan begitulah Helena membuat dirinya kuat secara spiritual. Alfie, memanjakan Charmaine dengan uang, hal ini menjerumuskannya ke dalam hutang, disisi lain ia mulai merasakan bahwa memang dirinya sudah tua dengan keharusan mengonsumsi Viagra setiap kali akan berhubungan seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Roy mendapat sebuah kabar dari teman bermain pokernya bahwa terjadi sebuah kecelakaan yang menimpa dua kawan mereka. Satu meninggal dan yang satu lagi dalam keadaan koma. Strangler, teman yang diberitakan meninggal, pernah menyerahkan sebuah naskah pada Roy, dan naskah tersebut luar biasa bagusnya. Strangler belum pernah menunjukkan pada siapapun karyanya tersebut kecuali kepada Roy. Nekad, Roy kemudian mengklaim naskah tersebut sebagai miliknya dan membawanya kepada Ayah Dia, seorang penulis kawakan. Singkatnya naskah tersebut sukses lolos sensor dan hubungan Roy dengan Dia makin dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mempunyai rencana untuk menikah dengan tunangannya sebentar lagi, namun frekuensi pertemuannya dengan Roy, membuat ia mempertanyakan dirinya kembali. Berselingkuh dengan Roy adalah salah karena sebentar lagi ia akan menikah, namun ia tidak dapat memungkiri bahwa ia senang atas puji-puja yang diberikan Roy terhadap dirinya, ia sadar benar bahwa Roy sedang merayu namun ia menyukainya. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk membuat pengakuan kepada tunangan serta keluarganya dan pernikahannya pun dibatalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Roy dengan Sally makin memburuk hingga Sally memutuskan bahwa ia tidak dapat mmpertahankan rumah tangganya lagi. Harapan Sally terhadap Greg membumbung ketika si bos mengajaknya menonton opera berdua. Namun sebuah kenyataan mematahkan hal tersebut, ternyata Greg menjalin hubungan dengan teman Sally, seorang pelukis yang baru-baru ini bekerja sama dengan galeri seni milik Greg. Kesal, Sally memutuskan untuk membuka galeri seni miliknya sendiri dengan mengandalkan uang Helena yang pernah dijanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Charmaine, ternyata membutuhkan partner sepadan dalam berhubungan seks dan gaya hidup. Ia kemudian berselingkuh dari Alfie. Kecewa, terjepit hutang, dan (mungkin) sadar, Alfie kembali mengubungi Helena dan mengatakan bahwa ia membutuhkan mantan istrinya tersebut untuk bersama lagi. Namun Helena menepisnya dengan mengatakan bahwa ia telah melanjutkan hidup dan itulah yang sebaiknya juga dilakukan oleh Alfie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kabar baik menghampiri Roy, naskah curiannya tersebut disetujui untuk diterbitkan. Namun kabar buruk segera mendatangi tak lama setelah bukunya terbit. Teman pokernya meralat pemberitaan bahwa yang meninggal justru bukan Stranggler saat kecelakaan kemarin, Stranggler dalam keadaan koma dan menunjukkan progress yang baik hingga hari ini. Segalanya jadi kacau, setidaknya bagi Roy atau Sally atau Alfie atau Dia. Helena? Ia akan baik-baik saja selama ia masih percaya bahwa ia mungkin saja reinkarnasi dari Joan of Arc dan tentu saja segelas Sherry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Woody Allen sukses menceritakan problematika kehidupan dengan jenaka ditandai dengan latar belakang musik yang jenaka pula. Ia punya pesan-pesan yang kuat melalui dialog pemainnya, tetang bergantung, kejujuran, ego, rayuan gombal, hingga rasa sesal khas dari orang-orang yang melakukan kesalahan. Namun menurut saya, kelemahannya adalah setengah-setengah untuk menempatkan narrator untuk menjadi satu kesatuan cerita seperti Desprated Housewife atau Sex and The City.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi film ini membuat saya tertawa, ah lebih banyak menertawakan kehidupan saya sendiri lebih tepatnya. Ya apalagi? Saya diselingkuhi lalu saya selingkuh juga. Ayah dan Ibu saya selingkuh (meski lebih banyak si Ayah). Hingga saya terpaku pada sesuatu yang mengetuk-ngetuk pikiran. Masih adakah kejujuran hingga hari ini? Ah, saya saja masih takut akan hal itu. Semoga suatu hari nanti saya bisa menjadi seorang manusia yang jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slipi, saat terbangun dari tidur siang dan menemukan semuanya jadi lebih sepi dari dua minggu terakhir, dan memutuskan untuk begadang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-4577143428831229291?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/4577143428831229291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/04/you-will-meet-dark-tall-stranger.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/4577143428831229291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/4577143428831229291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/04/you-will-meet-dark-tall-stranger.html' title='You Will Meet A Tall Dark Stranger'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-1528277143192644927</id><published>2011-04-08T01:30:00.000-07:00</published><updated>2011-04-08T02:35:47.231-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kentut'/><title type='text'>PECUNDANG KENTUT</title><content type='html'>Intrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intrik itu ada di mana-mana, di sana, sini, di kamu, dia, saya, temanmu, temanku, sebuah hubungan, politik, pencarian kekuasaan ekonomi, pembangunan citra, di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah mengundang saya tidak penting, karena eksistensi dan esensi saya dipertanyakan, saya ini bisa apa untuk kepentingan-kepentingan yang kalian punya? Juga tidak penting mendengarkan pendapat saya karena yang tahu hidup saya akan bagus ya kalian bukan? Jadi percuma saya buka mulut ini dan berkobar bilang bahwa saya ini itu, ina ini, karena menurut kalian itu hanya sebuah pepesan kosong dan kalian bertindak sendiri. Menyuruh diri saya ini jujur, memaksa saya mengeluarkan kepastian karena sebuah kepentingan, memojokkan saya dengan banyak hal, saya telanjang sendirian sementara kalian tetap saja memakai baju. Berbisik dan berharap saya tidak mendengar rahasia-rahasia yang terjadi. Atau tidak mau saya tahu rahasia yang terjadi. SHIT! Saya rasanya sudah telanjang mandi TAHI pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup kepentingan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah itu kan salahmu sendiri, siapa suruh kau melakukan itu dulu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ya ya. It's my fucking fault. Yakin benar bilang bahwa bumi akan menanggung semuanya? Sementara saya ini adalah objek tanpa eksistensi dan esensi, sementara bumi, penuh eksistensi dan esensi, lebih mudah memindahkan semua beban kepada si tanpa eksistensi dan esensi karena jika ia hilang toh tak ada yang rugi, ah yang kemarin bilang rugi pun bohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang pecundang kentut! Kalimat itu menggema besar-besar melalui pengeras suara ketika saya membuka pintu dan semua wajah mengarah kepada saya. Well yeah, that's me. Sehingga setiap saya berkenalan pada orang yang berada dalam lingkaran tersebut mereka seakan-akan sudah tahu dengan serta merta bilang dihadapan wajah saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh ini yang namanya pecundang kentut..."&lt;br /&gt;"Tahu darimana dan mengapa saya dibilang pecundang kentut?" tanya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mereka akan memalingkan wajah dan itu berarti ada alasan yang tidak bisa dikatakan. Sebuah rahasia yang memuakkan. Yang yaaah...itu karena kesalahan-kesalahan yang kemarin saya lakukan. Ayolah BUNUH saja SAYA ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan adalah tetap sebuah kesalahan, seberapapun besar usahamu untuk mencucinya, nodanya tidak akan pernah hilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ya ya kalian tidak berbohong kok, hanya tidak mengatakan sesuatu saja, atas alasan yang tidak pernah saya mengerti dan apa yang terjadi sekarang lebih tak ku mengerti lagi. Dan tak pentinglah jika harus ku mnegerti esok hari, karena menundanya lebih penting daripada membaginya dan tidak begitu penting dibagi kepada pecundang kentut karena dia toh tidak penting. Cuma bau yang harus dienyahkan cepat-cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setuju?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-1528277143192644927?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/1528277143192644927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/04/pecundang-kentut.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/1528277143192644927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/1528277143192644927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/04/pecundang-kentut.html' title='PECUNDANG KENTUT'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-602296438732853871</id><published>2011-03-08T23:17:00.000-08:00</published><updated>2011-03-09T01:55:48.657-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kucing hitam'/><title type='text'>Selamat Jalan Kucing Hitam</title><content type='html'>"Kenapa kalian pukuli anjing itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena anjing kan najis, haram!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu anak-anak kecil ini kembali melempari anjing yang diikat di pohon pisang tersebut dengan batu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah, sebuah label, sebuah kata, memicu orang untuk membenarkan perlakuan terhadap sesuatu atau seseorang. Lempar saja batu pada orang yang dilabeli sesat, kotor, hina, murtad, bahwa membunuh yang sesat itu benar, menurunkan warisan untuk berpikir membenci dan berperang terus-terusan dari satu generasi ke generasi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh lihatlah Ibu, apa yang anak-anak kecil itu lakukan. Apakah hal itu lebih baik dibanding saya menyayangi anjing? Lalu mengapa kau mengeluh tentang itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjing yang dilempari tersebut kini sudah besar dan tinggal dengan orang yang dulu menyelamatkannya dari lemparan keji mahluk-mahluk tak mengerti, anak-anak kecil yang sudah terdogma. Nanang memberi nama anjing tersebut Kimi. Ada lima ekor anjing liar lain yang diselamatkan satu per satu. Puri, Regi, Bobby, Tofu dan Merry. Mereka tinggal bersama dalam sebuah lahan luas, tempat kuda penarik delman dipelihara. Namun makin hari mata pencaharian mereka makin terdesak. Larangan delman di Monas dikeluarkan Muhayat (ketika itu Wali Kota Jakpus) melalui Surat Nomor 911/1.754 pada 15 Juni 2007 membuat sebagian besar keluarga kusir kehilangan penghasilan sehingga kuda yang dipelihara pun jadi kurus dan kelaparan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini mereka beroperasi di sekitar komplek, mencoba mencari pelanggan sebagai transportasi alternatif sekaligus transportasi wisata, karena delman musti 'berdandan' sebelum jalan. Di sana kuda-kuda hidup bersama dengan anjing dan kucing yang masih sempat diselamatkan oleh orang-orang yang peduli atas semua makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah panggilan telepon mengantarkan saya ke sini, membawa seekor kucing hitam sakit dan kurus kering yang ditemukan malam hari sebelumnya. Kucing tersebut tidak bisa minum atau makan, tiap kali ia bergerak, ia gemetar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertemu Sani pagi itu, ia menjemput saya dengan sepeda motor, kami pun bergegas agar cepat sampai karena hujan gerimis mendera. Ketika tiba di sana saya disambut oleh Dadang, seorang mahasiswa relawan yang berasal dari Yogyakarta. Ia kemudian terkejut melihat kucing yang saya bawa. Dari nada suaranya saya tahu bahwa ini darurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menelepon seorang dokter kenalannya, namun sang dokter akan melangsungkan operasi siang ini, sehingga baru akan datang sore nanti. Kemudian dengan instruksi dari sms, sang dokter menyuruh Dadang menyuntik subcoitant sang kucing dengan cairan infus sebanyak 10 cc setiap dua jam sekali. Saya bilang bahwa saya telah berusaha memberinya susu semalam, namun ia tak bisa minum. Dadang bilang bahwa lebih baik memberinya pocari sweat dibanding susu, karena kucing ini kekurangan cairan akut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3,5 jam sudah berlalu sejak saya datang. Sudah pukul sebelas, saya harus pamit karena ada janji bahwa saya harus datang ke pernikahan teman kemudian pulang ke cibinong. Sulit sekali jadi manusia, penuh janji yang harus ditepati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berlalu semenjak saya pamit, pukul 3 sore dokter belum juga sampai. Dadang terus mengabarkan lewat sms bahwa kucing masih lemas. Saya berharap kucing bisa hidup, karena ia kucing kuat yang patut diberi kesempatan hidup. Semalam setelah diberi susu dan diletakkan dalam kardus, ia tidak tidur, matanya membelalak semalaman. Ah entah sudah berapa malam ia begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu jam kemudian Dadang mengatakan bahwa dokter Dhani telah tiba, saya lega, terbit harapan bahwa kucing bisa di infus lalu badannya yang kurus perlahan mengisi. Lalu ia akan jadi sehat, kuat, mata hijaunya akan makin cemerlang, tidak redup seperti hari ini ataupun tadi malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul lima sore. Saya sedang dalam perjalanan menuju depok menemui adik sehingga nanti dapat pulang bersama ke Cibinong. Memperhatikan adik bagi saya lebih penting, meski baginya mungkin perhatian ini bukan sesuatu yang penting. Hanya titik-titik lemah yang mencoba menjadi jelas saja. Sebuah sms kemudian masuk ke handphone Nokia saya yang berwarna abu-abu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mbak, kucingnya baru saja meninggal...", itu ujar Dadang melalui sms.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah merasakan mengendarai mobil lalu berjalan menurun dengan menukik? Kemudian kamu merasa dadamu berdesir entah geli atau entah apa rasa itu yang tidak bisa dinamakan. Seperti itulah perasaan saya ketika menerima satu baris sms yang terlihat di layar. Namun saya semestinya belajar bahwa harapan itu jauh dari kehidupan yang ditumpangi. Semua yang bagi saya mimpi akan tetap menjadi mimpi. Dan semua yang nyata berjalan menjauh. Dan harapan tak ada dikeduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menghela nafas saya membalas sms orang-orang yang telah banyak membantu saya sedari tadi pagi hingga sore ini. Mengucapkan terima kasih kepada mereka dan tetap berjanji untuk datang esok hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah sepenggal cerita kemarin, kini, saya berdiri di depan kuburan kucing yang kemarin saya temukan. Letaknya dekat kandang kuda. Saya tidak menangis. Ada lega di dada semacam kepasrahan dan sebuah suara menghembuskan kata bahwa 'hal ini lebih baik ketimbang si kucing lebih lama lagi menderita'. Kalimat yang diucapkan persis sama ketika Ayah saya akhirnya meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Bobby, Puri, Regi (yang masih waspada terhadap saya), dan Kimi yang manjanya minta ampun. Anjing-anjing ini bermain, kadang menjilati wajah para penghuni yang sedang giat bekerja membuat bangku dari kayu bekas. Lalu mereka kegelian lalu tertawa, lalu anjing-anjing ini tertidur bersama-sama, mengendus dan bermain dengan kucing yang skala tubuh mereka 1:10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh-oleh yang saya bawa hari ini, hanya perban, kapas dan rivanol. Karena kemarin saya lihat seorang kusir terjatuh dari kuda, ibu jari kakinya berdarah. Bagaimana pun manusia butuh diperhatikan pula selain hewan. Karena membantu membuat saya senang, bukan karena saya senang kucing, anjing dan lainnya. Saya senang semuanya dapat selamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah kau mengerti dengan pernyataan saya ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slipi, 6 maret 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-602296438732853871?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/602296438732853871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/03/selamat-jalan-kucing-hitam.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/602296438732853871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/602296438732853871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/03/selamat-jalan-kucing-hitam.html' title='Selamat Jalan Kucing Hitam'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-8366424327255876537</id><published>2011-03-06T21:09:00.000-08:00</published><updated>2011-03-06T21:13:46.651-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='montase'/><title type='text'>Montase</title><content type='html'>montase mon.ta.se&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[n] (1) komposisi gambar yg dihasilkan dr pencampuran unsur beberapa sumber; (2) karya sastra, musik, atau seni yg terjadi dr bermacam-macam unsur; (3) gambar berurutan yg dihasilkan dl film untuk melukiskan gagasan yg berkaitan; (4) pemilihan dan pengaturan pemandangan untuk pembuatan film&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah mengerjakan sebuah tugas kuliah montase, di sana saya menempel foto diri saya dengan latar belakang mobil-mobil yang macet dan asap-asap yang mengepul. Untuk tugas itu dosen memberi saya nilai B, well anyway saya memang tidak pandai menghitung hingga komposisi menjadi pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik adalah begitulah montase, menempel, menyatukan materi-materi asing hingga jadi satu kesatuan namun tanpa pernah sebelumnya berkaitan. Bagi saya montase tidak berhenti pada halaman majalah seni rupa, majalah fashion, majalah remaja, sampul buku hingga montase menghampiri perjalanan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Montase kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stiker. Saya ini stiker jika harus di analogikan sebagai benda mati. Kamu tahu fungsi stiker? Yah menempel, tambahan, mirip cara kerja si montase. &lt;br /&gt;Saya mengenal banyak orang, namun tidak pernah terlibat secara benar-benar di sana, karena yah saya cuma montase, stiker yang ditempel untuk sekedar ‘nyempil’, di depan sebuah foto. Selepas kuliah, kehidupan mulai berbeda. Saya yang biasanya hidup tenang dalam gua sendirian dengan keegoisan dan merasa selalu benar, merasa terancam dengan kenyataan-kenyataan yang terus datang dan mereka mengatakan pada saya bahwa semua yang saya lakukan hanyalah mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyebalkan. Mereka memaksa saya untuk keluar, padahal di luar saya tahu, atas kemampuan saya yang minim dalam bersosialisasi, bisa saja saya digiring ke tiang gantungan di dekat jurang yang menganga tinggi. Di mana sebuah pohon kekar berdiri, lalu melingkar sebuah tali tebal di salah satu dahannya. Tali itu menjuntai pada posisi tertentu dan siap menahan lehermu di ketinggian tertentu. Tali akan menggantung orang yang tidak baik hati, saya pun termasuklah dalam kategorinya. Saya selingkuh, saya berbohong, saya pelit, saya perhitungan, saya gampang marah, saya menghina dan menghakimi orang lain, saya jelek (dosa ya kalo jelek hahaha), saya sombong dan berbagai macam sifat buruk lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kehidupan montase, saya menempel pada sebuah foto lalu nanti pada waktu lemnya habis, saya akan jatuh terbawa angin yang kencang. Fotonya? Ya tetap saja begitu, tetap sama ada atau tidak adanya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah hidup itu harus jadi bermakna untuk orang lain, atau kebanyakan orang lain bermakna untuk diri sendiri? Atau hidup yang saya lakukan terlalu banyak kesalahan dan eror di waktu dan kesempatan yang selalu salah sehingga waktu yang bergerak jadi percuma, nafas yang terhela cuma satu bakal dari polusi, langkah yang membawa cuma sekedar bunyi yang menganggu, lalu suara yang terucap cuma nada sumbang. Cita-cita yang di punya ya hanya mimpi. Pikiran yang di punya ya tidak teraba dan terdengar. Karena saya ini terlampau transparan sampai-sampai jika tertabrak mobil dan terkapar di jalanan, orang tiada melihat. Dan saya akan mati kehabisan darah tanpa perlu merepotkan orang-orang untuk pilu atau sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah senangnya hidup dan mati tanpa merepotkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah montase, tiada orang akan kehilangan, karena memang terbiasa dengan lem yang habis yang mengelupas dengan alami dan terpisah karena memang tidak ada satu pun yang menghalangimu untuk menghilang. Tidak ada tali-tali ajaib yang menahan hati dan badanmu untuk tetap berada ditempatnya, mengikatnya kuat-kuat dengan rasa, dengan ajaib sehingga kamu akhirnya jadi bagian dari foto, tidak, tidak begitu. Itu hanya mimpi. Itu dongeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Montase kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enaknya hidup di dunia nyata. Tak perlu susah-susah belajar sihir seperti Hermione dan pada tingkat tertentu berujar “Obliviate” agar dirinya menjadi Montase. Menghilang itu sangat mudah di dunia nyata, ah mudah bagi saya mungkin.&lt;br /&gt;Mungkin ketika nanti tiba saatnya, entah kematian atau apapun itu. Saya akan berujar. Obliviate. Kemudian lem tiada menempel lagi dan figur itu akan terbang bebas ke bawah dan terinjak-injak banyak orang hingga rusak. Selamat tinggal nyata…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehe...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-8366424327255876537?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/8366424327255876537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/03/montase.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/8366424327255876537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/8366424327255876537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/03/montase.html' title='Montase'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-4965266409927539947</id><published>2011-02-16T20:18:00.000-08:00</published><updated>2011-02-16T20:25:05.692-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kematian'/><title type='text'>Kematian</title><content type='html'>Pagi ini, kamis, 17 Februari 2011. Hari pertama saya bisa tidur dengan memadamkan lampu. Ketakutan telah lenyap, saya sudah memakannya, bukan ia memakan saya. Kuat, saya kuat. Saya terbangun karena sebuah mimpi...selain karena pengeras suara dari sebuah sekolah dasar mulai bergema, si guru sibuk mencaci murid-muridnya karena tidak dapat melakukan baris berbaris dengan rapih. Mencaci sebesar suaranya menggema melalui pengeras suara yang ringsek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah Mimpi...Mimpi yang unik, mungkin menyeramkan bagi sebagian orang. Mimpi bagi saya bukan sekedar bunga tidur, ada campur tangan bawah sadar di dalamnya yang kemungkinan berwujud simbol-simbol yang dapat dianalisa, sepertinya begitu yang dibilang oleh Sigmund Freud. Saya mempercayainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mimpi bahwa sedikit lagi saya mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu yang mimpi saya katakan. Saya didiagnosa cuma punya beberapa jam lagi untuk hidup. Kulit saya keriput, tulang terlihat jelas, hmm...tampaknya saya anorexia deh. Ketika keluar dari ruang dokter, dia bilang bahwa saya tidak akan bertahan, bahkan untuk satu hari ini, karena cairan hidup sudah berkurang hingga nyaris nol. Nah kalau sampai nol, saya sudah tamat. Mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu apa yang harus saya lakukan? Dipapah Ibu dan adik, saya naik taksi berkeliling untuk mengunjungi teman saya satu per satu. Sepertinya saya bermaksud mengucapkan selamat tinggal kepada mereka. Diantara waktu yang kian menipis, saya perlu bertemu satu orang lagi. Yap, itu kamu. Namun jalanan yang macet membuat saya putus asa. Cairan hidup tinggal sedikit lagi, membuat saya terduduk lemas dan pasrah. Kemudian semua jadi gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu Zubaedah! Ngapain kamu planga-plongo di situ kayak orang bego?? Ini pada gak bisa baris ya? GESEEEEER KANAAAAN!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya mulai meliputi pelupuk mata, dari suara yang berisik itu, saya tahu bahwa saya masih hidup, dan bahwa sekelumit cerita tadi hanya mimpi. Saya terlentang memandang langit-langit mengumpulkan cerita mimpi karena takut hal itu hilang. But it stick in my mind, never fly away...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai pagi, ak mimpi...dsana ak didiagnosa akan meninggal, ak mw ktmu km skali lg, tp ga ktmu-ktmu...", saya kirim sms itu sebelum saya lupa. Belum kamu balas, mungkin kamu masih tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kamu akhirnya balas, "Ih,kmu ko serem amat c mimpiny...kamu ni..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya kematian adalah sesuatu yang pasti. Ia tidak tabu untuk dibicarakan. Orang seringkali berkomentar, "Ih lu ngomongnya" ketika kita berbincang atau berandai-andai, jika kita mati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ini cita-cita saya sejak dulu, sejak berpikir bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti.&lt;br /&gt;Jika saya mati, saya mau sumbangkan mata saya untuk digunakan oleh orang lain. Supaya apa yang ada ditubuh ini tidak mubazir membusuk begitu saja. Kalau ginjal bisa diambil ambillah, jika jantung bisa diambil ambillah, jika hati dan pankreas bisa diambil ambillah. You can use me, use me as you like...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-4965266409927539947?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/4965266409927539947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/02/kematian.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/4965266409927539947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/4965266409927539947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/02/kematian.html' title='Kematian'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-753922780477661864</id><published>2011-01-31T07:55:00.000-08:00</published><updated>2011-01-31T08:05:10.454-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='upacara bendera'/><title type='text'>Upacara Bendera</title><content type='html'>"Tes tes satu dua tiga...tes satu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara dari pengeras suara terdengar sayup-sayup. Kualitas pengeras suaranya sungguh buruk karena jika orang tersebut bicara dengan cepat kalimatnya tidak dapat didengar dengan baik. Kini matanya sudah terbuka dengan baik, namun ia memutuskan untuk tetap berbaring sambil mendengarkan suara yang sempat menganggu tidurnya tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sebulan ia menyewa kamar di sini. Sebuah tempat kos yang dapat dicapai melalui gang kecil yang hanya dapat dilalui satu motor. Jika malam gang tersebut sedikit menyeramkan karena kadang lampu di jalan sempit tersebut tidak dinyalakan. Padahal, kiri-kanannya terhampar luas lahan tidak terpakai yang isunya akan segera dibangun gedung pencakar langit lainnya.Hanya ada tiga rumah, termasuk rumah kosnya, dalam radius lima ratus meter dan sebuah rumah kosong yang atapnya sudah melapuk dan runtuh dimakan usia serta cuaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jauh dari sana ada dua buah sekolah dasar yang digabung. Tiap hari senin dan kamis tidurnya selalu terganggu akibat bunyi gemeresak pengeras suara yang semena-mena seakan-akan sengaja mengarah ke kamarnya yang berada di tengah-tengah, diantara dua kamar lainnya, di lantai dua, dua kamar lainnya kosong kalau kamu mau tahu. Kos ini lama tak ada peminat hingga dirinya datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu dan bapak kosnya sudah tua, mereka pasangan Tionghoa dengan logat pasundan yang kental. Bapak kos punya tato di lengan kanan dan kirinya, tidak banyak, tidak menyeramkan kok. Sementara ibu kos suka menjahit di kamar bawah dan terlihat terampil dalam memeliihara tanaman. Buktinya, tangga menuju kamar kos dihiasi pot-pot berisi aglonema cilik dengan bunga berwarna shocking pink yang menyegarkan. Kala hujan turun ia suka menggoda bunga-bunga tersebut dengan bilang bahwa mereka pasti senang karena bulir-bulir air sudah datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kelas satu sampai enam, SD 09 dan 07, beserta paduan suara, lencang depan grak! Hayooo yang masih menyentuh bahu temannya beri jarak, mundur-mundur...Lepaaaaas grak!", suara kembali terdengar dari pengeras suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tersenyum sambil berbaring, apakah ia yang kelewat tidak updated dengan lingkungan sekitar atau memang berbeda saja, setahunya tidak ada lepaaaaas grak! Yang ada tegaaaak grak! Namun jika ini yang dinamakan keberagaman, ia akan merayakannya dengan sukacita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu kira-kira sudah pukul tujuh, upacara bendera sudah dimulai dengan aba-aba dari petugas upacara. Ketika bendera merah putih sudah dikibarkan, ia kira ia akan mendengar suara anak-anak menyanyikan lagu Indonesia Raya, namun tiba-tiba suara paduan suara dari kaset rekaman terdengar lantang. Lho? jadi buat apa ada paduan suara? Dahinya berkerut-kerut ketika ia masih berbaring. Seremoni masih berlangsung hingga tiba saatnya pembina upacara naik ke atas podium untuk berceramah. Minggu lalu seingatnya perempuan yang berkhotbah, hari ini? Ternyata masih orang yang sama, ia dapat mengenali suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anak-anakku yang ibu sayangi, ibu senang sekali hari senin ini upacara sudah berlangsung lebih hikmat dari minggu lalu. Upacara bendera itu bukan hanya berdiri saja, tapi melatih kedisiplinan. Pakaian harus lengkap, yang tidak lengkap barisannya dipisah . Pemimpin upacaranya sudah lumayan dibanding minggu lalu. Protokol upacaranya tapi masih kurang, jangan asal tampil, sebelum tampil butuh latihan. Selebihnya sudah bagus. Tepuk tangaaan duluuuu.", lalu suara tepuk tangan terdengar riuh susul menyusul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian, ibu minta kepada SD 09 tolong, tempat sampah di luar kelas jika sudah penuh pindahkan ke tempat sampah yang lebih besar, jangan biasakan buang sampah di kolong meja. Nah, masalah mengerjakan tugas, tolong jika punya PR jangan dikerjakan pagi-paginya di sekolah, kerjakan pada malam harinya. Bilang sama orang tua, bahwa saya punya PR yang harus dikerjakan. Janji anak-anak??", lalu suara anak-anak serentak bilang 'Janjiiiii"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loh kenapa musti berjanji?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kurang keras suaranya!", lalu suara anak-anak terdengar jauh lebih keras. "Ingat, janji adalah hutang. Hutang harus dibayar, mengerti anak-anak??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loh loh ini malah terdengar mirip ancaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu khotbah selesai. Upacara kemudian dilanjutkan hingga selesai. Ia kini terduduk di atas tempat tidurnya. Merenungi apa saja yang sudah ia dengarkan. Apakah benar upacara bendera adalah gerbang menuju kedisiplinan? Kedisiplinan memakai seragam lengkap dengan aksesorisnya, biasanya harus disertai dasi dan topi serta sepatu hitam. Lalu bagaimana siswa yang topinya hilang dan ia hanya punya satu topi? Sedangkan ia tidak mampu untuk membeli topi lagi. Lalu bagaimana jika si murid hanya punya satu sepatu berwarna hitam dan karena kemarin hujan, sepatunya belum kering, bolehkah ia upacara dengan bertelanjang kaki? Akankah ia dihukum karena melakukan itu? Lalu kedisiplinan macam apa itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu untuk apa ada paduan suara jika masih memutar kaset Indonesia Raya? Apakah anak-anak jaman sekarang tidak ada yang hapal lagunya? Atau mereka hapal namun karena mungkin fals jadi lebih baik pakai kaset saja? Aaah banyak yang bikin dahinya berkerut-kerut pagi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kenapa dia malah tidur lagi? Bukannya segera bangun, mandi dan siap-siap berangkat kerja? Ia masih ingin memimpikan minggu yang berjalan terlalu singkat. Ia ingin meredam kekhawatirannya akan apapun yang dapat menyerangnya saat ini. Ia ingin istirahat sejenak sebelum kembali melihat kegilaan Jakarta. Motor dan mobil yang semena-mena, kadang ia lepas kendali dan memukul pengemudi yang tidak tahu malu. Naiknya harga makan siang dalam sehari yang dilakukan penjual makanan eceran untuk para pekerja kerah biru. Kedinginan dan kekurangan cairan. Memikirkan mengapa Katolik harus menikah dengan Katolik, Islam dengan Islam, Ahmadiyah dengan Ahmadiyah? Ia akan kembali pada kegilaan itu dalam satu jam lagi, kini biarkan ia tertidur sebentar yah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-753922780477661864?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/753922780477661864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/01/upacara-bendera.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/753922780477661864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/753922780477661864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/01/upacara-bendera.html' title='Upacara Bendera'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-7457782877706860902</id><published>2011-01-12T02:59:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T03:09:11.621-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bioskop'/><title type='text'>Bioskop Itu Sudah Hancur, Ayah...</title><content type='html'>Hari itu masih cukup pagi, sekitar pukul sebelas. Lalu lintas bersahabat jika matahari sudah agak tinggi, jalanan di Jakarta tidak penuh mobil seperti layaknya pagi hari orang-orang sub-urban berjuang dengan yang lainnya untuk mencapai daerah urban. Bulan itu di tahun 2010 saya masih tinggal di daerah sub-urban yang cukup padat lalu lintasnya yaitu Buaran, Jakarta Timur. Saya menyewa sebuah kamar di mana suhu dapat naik menjadi 27 derajat Celsius, sangat panas. Pelajaran cukup ampuh bagi orang-orang yang malas mandi macam saya, karena gerahnya bukan main.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ijin dari kerja hari itu, untuk datang ke sebuah interview di daerah Kemang. Cukup jauh dari sini, namun ongkosnya tidak mahal. Delapan ribu saja bolak-balik, dengan catatan tidak kemalaman. Kopaja saja tidak perlu taksi, saya benci pendingin. Taksi cuma cocok untuk pindahan dan menuju Bandara jika dapat tiket gratis (bagi saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seragam saya hari ini adalah kemeja beserta rok dan sandal abu-abu semata kaki. Ada ikat pinggang agar rok tetap pada tempatnya, karena saya sangat kurus. Setelah naik kopaja nomer 52 hingga sampai di stasiun tebet, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Kemang dengan kopaja nomer 612. Perjalanan alot pun di mulai…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bis tidak terlalu penuh, karena itu si supir berjalan sedikit demi sedikit mencari penumpang, istilah teman saya ‘seubin-ubin’. Walau tersendat, kendaraan ini tetap jalan. Satu penumpang naik sebelum bis mencapai Balai Sudirman. Arah sebaliknya, kendaraan sama lapangnya untuk menjelajah aspal, hei andai saja Jakarta begini setiap hari, mungkin tingkat stress dapat dikurangi diantara warganya, sehingga tidak ada lagi supir tidak sabaran yang menggerutu ketika seorang nenek mencoba turun dengan hati-hati. Mau tonjok mulutnya jika dia bilang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adooooh cepet Buuuu!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tentu saja, saya kan terlalu pengecut untuk melakukan itu, kewarasan membatasi semuanya. Haaaahhh andai saja saya ini nekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kopaja berwarna hijau ini meneruskan perjalanan. Ada lagi satu penumpang naik, ini daerah mana saya lupa, entah masuk kecamatan Tebet atau Manggarai. Seperti biasa, di dekat jendela yang terbuka, angin menerpa wajah ketika bis berjalan. Hal ini cukup menghibur meski sepi, sms juga jarang ada yang masuk, karena kebanyakan kaum muda sekarang menggunakan BBM atau YM untuk berkomunikasi, layanan ini gratis selama kamu terkoneksi dengan internet. Sulitnya mempertahankan diri dalam ritme social hari ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saya dikejutkan dengan suatu pemandangan yang memilukan. Mungkin bagimu ini biasa saja, ini hanya sebuah bangunan hancur yang biasa kamu lihat di Jakarta – banyak bangunan hancur entah pemiliknya bangkrut atau memang tidak terpakai. Saya mengenali dia sebagai tempat dulu dimana kami sekeluarga pernah pergi nonton bersama. Ketika saya kecil, pergi menonton ke bioskop adalah hal yang langka, karena film yang diputar juga kebanyakan untuk remaja dan dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala ini bagai diketuk palu, lalu bangunlah memori yang tadinya tertidur lelap diantara lipatan neuron, tidur dalam damai namun tidak terlupakan. Macam orang disiram air dia, bangun tergagap-gagap, terkejut dan kesulitan bernafas selama beberapa detik lamanya. Dan mulailah ia bercerita, berputar seperti film menerpa layar putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan bioskop kembali utuh seperti semula, dinding luarnya sengaja tidak dicat memamerkan bata-bata merah yang membuat bangunan menjadi mudah dikenali. Pelataran parkir saat itu nyaris penuh dengan mobil-mobil tahun 1990-an dan di sebelah kiri berdiri tiang yang kemudian dipasang poster kain untuk memamerkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;cover&lt;/span&gt; film yang diputar, biasanya dalam bentuk lukisan, bukan foto. Kami datang berlima. Ayah, Ibu, Kakak, Diriku dan Adik. Film yang di putar adalah Power Rangers. Belum ada teknologi VCD apalagi DVD pada masa itu, kalaupun ada, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Laser Disc&lt;/span&gt;, namun alatnya masih sangat mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengantri tiket butuh waktu yang cukup lama. Mungkin kamu yang hidup pada tahun 1990-an pun mengalami kejadian ini, mungkin saja kita pernah bertemu namun saat itu memang tidak saling kenal. Mungkin saja, karena dunia itu sempit.&lt;br /&gt;Saya masih ingat perasaan saya malam itu. Senangnya bukan main. Rasanya mau lompat-lompat, namun pasti Ayah akan memarahi . Jadi saya tersenyum lebar-lebar untuk mengeskpresikannya. Saat itu usia saya kira-kira sembilan atau sepuluh tahun, sekitar segitu. Rambut keriting panjang. Badan kurus tinggi, sehingga orang-orang akan mengira saya berusia dua belas tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi tahun 1990-an dibesarkan dengan film &lt;span style="font-style:italic;"&gt;superhero&lt;/span&gt;, kebanyakan berasal dari adapatasi kartun dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tokusatsu&lt;/span&gt; Jepang sebut saja &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Google Five&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;, Ultraman, Power Rangers,&lt;/span&gt; Satria Baja Hitam, atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sailor Moon&lt;/span&gt;. Tidak heran jika saya tumbuh menyukai film-film &lt;span style="font-style:italic;"&gt;superhero&lt;/span&gt; hingga kini seperti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fantastic Four, X-Men, Hulk, Spider-Man, Batman,&lt;/span&gt; ah sebut saja yang lain, bahkan cerita bergambar Deni Manusia Ikan yang mengadaptasi jagoan-monster &lt;span style="font-style:italic;"&gt;SWAMP&lt;/span&gt; pun secara berkala saya baca melalui majalah Bobo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah menawarkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pop-Corn&lt;/span&gt;, kami menunggu dengan antusias ketika jagung goreng itu disajikan dalam kotak karton. Punya saya berhiaskan sirup hijau, rasanya manis dan ada rasa pahit diakhirannya. Adik memilih yang berwarna merah muda –warna favoritnya dulu, saya lupa kakak tiri saya pilih warna apa, namun apapun itu pasti dia habiskan karena dia suka makanan manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Ibu sibuk menyuruh kami berbaris menuju kamar mandi sebelum film mulai, agar tidak ada yang merengek meminta ke kamar mandi ketika film sedang mulai. Keluar dari kamar mandi saya bersemangat sekali, hingga rasanya nyaris ingin berlari masuk ke bioskop. Kami mencari tempat duduk, sulit untuk menjadi anak kecil dan disuruh tidak berisik ketika sedang sangat bersemangat. Ibu tersenyum sedikit dan duduk disamping anak-anaknya, para orang tua ini setia menemani kami agar ketika adegan berciuman tampil di layar mereka dengan sigap bilang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayoo, tutup mataaaaa…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun biasanya saya mengintip. Nakalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film akhirnya usai, durasinya kurang lebih satu jam, akhirnya Power Rangers dapat menyelamatkan manusia dari ancaman monster-monster yang menyerang. Saya ingat masih tersenyum ketika meninggalkan bioskop, kami keluar dari gedung itu, lalu masuk ke dalam mobil kijang dan pulang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, saya terbangun dari kenangan. Gedung kembali rusak, lagi-lagi saya kutuki kewarasan yang mencekik kenekatan. Kenapa tak turun saja saya sebentar lalu lihat-lihat sambil pegang batanya yang telah hancur, kenapa tidak foto saya bersama gedung bioskop itu, kenapa sih saya terlalu banyak berpikir untuk melakukan sesuatu yang bagi saya berharga? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sepanjang sore hingga malam, saya mengutuki diri ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*bioskop ini kenangan masa kecil dengan ayah saya yang kini sudah meninggal, jika dia masih hidup mungkin akan bilang begini “mari kita nonton film di bioskop dekat tebet…” lalu saya akan menghancurkan hatinya dengan bilang “bioskop itu sudah hancur, ayah…"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-7457782877706860902?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/7457782877706860902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/01/bioskop-itu-sudah-hancur-ayah.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/7457782877706860902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/7457782877706860902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/01/bioskop-itu-sudah-hancur-ayah.html' title='Bioskop Itu Sudah Hancur, Ayah...'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-7730263680934239984</id><published>2011-01-07T08:49:00.000-08:00</published><updated>2011-01-07T08:59:03.363-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kambing'/><title type='text'>Penjual hewan kurban yang berkorban</title><content type='html'>Udara terasa lembab siang itu di Jakarta Timur, matahari terik namun bisa saja tiba-tiba mendung. Biasanya jika langit nampak tidak konsisten seperti ini, hujan mungkin akan turun sore atau malam nanti. Di sebelah kiri jalan raya Radin Inten, ada lahan kosong, tadinya lahan-lahan ini terlantar begitu saja namun penampilannya bisa berbeda ketika menyambut hari Idul Adha yang akan tiba. Kini di sana dibangun pancang-pancang dari bambu, hingga menyerupai kandang dengan ditutupi terpal sebagai atap. Kandang tersebut dipenuhi sapi dan kambing yang diikat erat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak Sukiyo, biasa dipanggil bos oleh anak buahnya, muncul dari tenda yang berada di belakang hewan-hewan tersebut. Ia menghampiri anak bersama dua cucu perempuannya yang sedang duduk di bale -tempat duduk-duduk yang biasanya terbuat dari bambu- depan. Mereka sedang menikmati es krim yang dibeli dari restoran siap saji terdekat, Mc Donald. Jaraknya hanya dua puluh langkah, dekat sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak Sukiyo masih terlihat tegap di usianya yang mencapai 52 tahun, walau sudah tumbuh cukup banyak uban diantara rambut hitamnya, meski warna matanya sudah memudar, agak sulit menjelaskan warnanya namun bisa dibilang mirip abu-abu pekat dibagian pupilnya. Ia sudah punya tiga orang anak ,dua di antaranya sudah berkeluarga, dan tiga orang cucu, dua di antaranyasedang menjenguknya di sini, dipinggir jalan raya Radin Inten. Sehari-hari, ia punya sebuah kios yang menjual mainan anak-anak. Letaknya di seberang pasar Bulukerto, Wonogiri, Jawa Tengah. Mainan-mainan tersebut merupakan produksi cina yang dibelinya dari Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia datang dari Wonogiri dan menyambangi Jakarta Timur setahun sekali, menjual hewan ternak untuk kurban. Usaha ini sudah ia mulai sejak tahun 1990 di Kreo, Ciledug, Tangerang. Namun karena lahan yang makin menipis dan pengusaha yang makin marak, ia pun pindah. Akhirnya sapi dan kambing dibawanya kesini mulai tahun 2000 hingga sekarang. Ini usaha rame-rame. Dia dan empat belas orang temannya datang dengan menyewa truk puso, beserta sapi dan kambing. Mereka biasanya menetap sebelas hari untuk berjualan. Mereka mendirikan tenda dekat ternak untuk tidur, sementara mandi dan memasak dilakukan di sebuah rumah kontrakan yang disewa tidak jauh dari sana.&lt;br /&gt;Sapi dan kambing yang dijual, dibeli di pasar Bulukerto di Wonogiri. Tiap tahun mereka selalu menyediakan 50 kambing dan 40 sapi yang memang sudah dipesan dari kenalan di Jakarta. Harga yang dibandrol bisa berbeda-beda, tergantung dari fisik si hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Misalnya lah yang dibelakang itu, tanduknya patah, biasanya kita jual dengan harga murah buat tukang sate,” ujarnya sambil menunjuk ke arah kambing yang dimaksud, anehnya, si kambing macam sadar diri, tadinya ia sedang mengusir-usir lalat dengan moncongnya, setelah ditunjuk ia berhenti dan melihat ke arah Pak Sukiyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi ya bedanya itu aja, kalau sakit ya ndak lolos, kan diperiksa. Pertama di dinas peternakan daerah, kemudian di Losari Jawa Barat, lalu ya sampe di sini diperiksa lagi,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga sapi dimulai dari angka Rp9,5 juta- Rp12 juta per ekor. Sedangkan kambing berkisar Rp1,2 juta-1,7 juta per ekornya. Ketika ditanya masalah keuntungan, senyum malu-malunya merekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya untung itu relatif yo mbak,” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama, tiga orang petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur datang. Dua petugas mengenakan baju dinas warna cokelat sementara yang satu lagi berseragam Satpol PP berwarna biru gelap. Hanya seorang yang membawa map untuk mendata ,sementara yang lain menunggu di pinggir jalan. Bapak Sukiyo menunjukkan surat dari Dinas Peternakan dan Perikanan yang sudah ditanda tangani 8 November 2010 lalu dan kini dipajang di bagian depan kandang dekat bale-bale tempat ia duduk tadi. Hewan yang dibawa berjumlah 94 ekor, 43 sapi dan 51 lainnya kambing, mereka semua dinyatakan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah petugas tersebut melanjutkan untuk mendata usaha hewan kurban di tempat lain, empat orang laki-laki, berada di usia kira-kira empat puluh tahun, datang dengan dua motor. Mereka calon pembeli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kambing sudah habis, sapi tinggal satu lagi pak,” ujar Pak Sukiyo menyambut mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di badan hewan-hewan ini macam buku yang baru dibeli saja, ditulisi nama si pembeli. Agar kelihatan, biasanya mereka menggunakan cat merah dan menamai badan si kambing dan sapi. Khalil. Jayadi. Zein. Toha. Taufik. Nama-nama tersebut terpampang jelas.&lt;br /&gt;Para sapi dan kambing terlihat lesu, mungkin karena sudah dua kali mereka terpapar hujan dan terik bergantian selama sepekan. Bau kotoran hewan menguar. Jika hari ini hujan, berarti tiga hari sudah mereka terpapar hujan lagi. Hewan-hewan ini bisa terjangkiti berbagai penyakit; scabies atau kudis, pneumonia dan cacingan adalah hal yang lazim menyerang di cuaca penghujan. Gejala cacingan berupa bulu pada sapi berdiri, kulit kusam dan dubur kotor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapi-sapi terikat dan sedikit berkubang di lumpur sementara kambing agak kesulitan untuk berbaring akibat ikatannya terlalu pendek. Tak jarang mereka menekuk kaki depan hanya untuk beristirahat sambil terus mengunyah rumput.&lt;br /&gt;Pada sapi, tali pengekang dipasang menembus antara lubang hidung lalu disimpul hingga bisa mengekang kepala si sapi. Ah, melihatnya nampak memilukan, berulang kali si sapi menjilati lubang hidung dengan lidahnya yang besar setelah ditarik-tarik untuk dipamerkan pada pembeli . Kasihan sekali, padahal mereka mau dipotong, namun harus mengalami penderitaan yang demikian panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah truk penuh sapi lalu datang, ternyata si pembeli pesan tiga. Ada tiga sapi di truk tersebut. Setelah dipilih dan menawar, si calon pembeli akhirnya memilih tiga sapi yang ada di truk tersebut. Kemudian si sapi dimandikan. Sementara yang satu, yang dari tadi belum laku, yang dari hidungnya selalu keluar lendir karena mungkin teriritasi tali tambang, selalu melenguh, terlihat gelisah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pegawai memperhatikan si sapi yang melenguh terus, rupanya luka gores sepanjang tiga senti dibagian paha atas sapi kini selalu diganggu lalat. Ia kemudian mencari batang yang cukup kokoh, dicuil ke dalam lumpur yang sudah bercampur kotoran kemudian disapukan pada luka tersebut. Berhasil, si sapi menjadi lebih tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Resep orang desa mbak,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Sukiyo tinggal empat hari lagi tinggal di tendanya yang sempit, bersama empat belas orang lainnya. Atau mungkin lebih cepat jika si sapi yang tersisa sudah terjual esok hari. Langit kini berawan, arak-arak awan gelap mulai mendekat. Hujan pasti segera datang tak lama lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati saya berdoa agar sapi laku besok, kemudian yang akan memotong hewan tahu, bahwa 10 jam sebelum dipotong mereka harus terhindar dari stress, malah kalau bisa diperdengarkan musik jazz atau blues seperti yang dikatakan Eko Hendri, Dokter hewan dari Suku  Dinas Peternakan dan Perikanan, Jakarta Selatan di kompas.com. Ketika hewan yang akan dipotong stress, pH akan meninggi, warna daging akan menjadi lebih gelap dan lebih mudah membusuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, hujan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-7730263680934239984?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/7730263680934239984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/01/penjual-hewan-kurban-yang-berkorban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/7730263680934239984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/7730263680934239984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2011/01/penjual-hewan-kurban-yang-berkorban.html' title='Penjual hewan kurban yang berkorban'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-2166360140228731917</id><published>2010-12-30T09:35:00.000-08:00</published><updated>2010-12-30T09:47:08.286-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='asal goblek'/><title type='text'>LAGU ULTAH part 2</title><content type='html'>Korban kedua untuk lagu ulang tahun kali ini adalah adik sendiri. Kalau tidak salah lagu ini dibuat 2009. Si adik sedang mulai manggung saat itu, dengan band jepangnya, untung ada pasar senen yang menyediakan segala kebutuhan baju yang aneh bin ajaib tersebut. Saya beli hadiahnya sembari menengok Nata dan setelahnya ketinggalan dompet dikosan, ahahahah menyusahkan jadinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dedek ini lagunya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kamis 25 Juni,&lt;br /&gt;adikku sedang bertambah umur,&lt;br /&gt;hadiah sudah diberi sejak kemarin,&lt;br /&gt;semoga ia akan suka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita bersaudara memang sudah lama,&lt;br /&gt;seringnya kita berantem aja,&lt;br /&gt;tapi jadi akur kalo lagi belanja,&lt;br /&gt;kenapa? saya juga gak tau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* &lt;br /&gt;sekarang umurnya dua puluh,&lt;br /&gt;paling suka pake 'celak' di mata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# &lt;br /&gt;tapi dedek selamat ulang tahun,&lt;br /&gt;kamu tambah tua dari kemarin,&lt;br /&gt;semoga sehat selalu dan bahagia,&lt;br /&gt;bijaksana dan rajin menabung,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia mulai tahu tentang barang murah,&lt;br /&gt;belajar tentu dari kakaknya,&lt;br /&gt;belanja tidak harus selalu di mall,&lt;br /&gt;di pasar tentu juga bisa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;back to *, #2x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hihih hahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik masih dengan band jepangnya, dia vokalis, tiap hari bisa bikin anak bayi nangis karena latihan nyanyi malem-malem, mirip kakaknya kalo nyanyi gak tau waktu. Salah saya kasih contoh yang kurang baik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Nata, sudah pindah dari dekat Senen, ia sekarang mungkin menemukan ritme yang pas di sebuah surat kabar harian, sempat main ke kosnya beberapa kali, menganggunya saat patah hati, maaf yah Nata jika aku mengatakan hal yang kurang pantas...menyesal sekali mengingatnya...&lt;br /&gt;What has been told cannot be lick anymore, itu jadi dosa besar seumur hidup, maka itu aku terus minta maaf seumur hidupku padamu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-2166360140228731917?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/2166360140228731917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/12/lagu-ultah-part-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/2166360140228731917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/2166360140228731917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/12/lagu-ultah-part-2.html' title='LAGU ULTAH part 2'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-2672235833901859793</id><published>2010-12-30T08:55:00.001-08:00</published><updated>2010-12-30T09:35:01.812-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='asal goblek'/><title type='text'>LAGU ULTAH</title><content type='html'>Tiba-tiba ada ide begini, membuat lagu ulang tahun untuk menggantikan kartu ucapan. Orang pertama dan pelopor dan pemicu adalah Nita. Lirik lagu ini dibuat kira-kira tahun 2007. Agak sulit menjelaskan iramanya macam apa, mungkin nanti bisa di upload juga ke blog kalau bisa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nita! Ini Lagunya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Jumat tanggal tiga Juli,&lt;br /&gt;sahabatku sudah bertambah umur,&lt;br /&gt;hadiah sudah disiapkan olehku,&lt;br /&gt;semoga ia akan suka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berteman sudah agak lama,&lt;br /&gt;trima kasih ucapku padamu,&lt;br /&gt;selalu peka dikala aku BT,&lt;br /&gt;Bad Mood atau Bau Tai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* &lt;br /&gt;Saya tahu kamu lagi pusing,&lt;br /&gt;mikirin kripsi enggak kelar-kelar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# &lt;br /&gt;Tapi Nita selamat ulang tahun,&lt;br /&gt;kamu tambah tua dari kemarin,&lt;br /&gt;semoga sehat selalu dan bahagia,&lt;br /&gt;si bambang semoga cepat sembuh...&lt;br /&gt;AMIN...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat kamu juga aku kenal Deno,&lt;br /&gt;yang sekarang jadi kekasihku,&lt;br /&gt;kenal dita, evi, ceceu, opik,&lt;br /&gt;dito, aal, jawa, jjong, gun-gun,&lt;br /&gt;uri, metri de ka kaaaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;back to *, #2x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;si bambang, semoga cepat sem bu u u uh a a miiin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hehehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sekarang Nita sedang berjuang agar tulangnya menyambung dengan baik lagi setelah kejadian dua bulan lalu, dirinya jatuh dari ketinggian empat meter. Ayo kuat Nita, kamu tentu bisa berdiri lagi, ini cuma kaki yang patah, sayapmu masih ada :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sayang...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-2672235833901859793?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/2672235833901859793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/12/lagu-ultah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/2672235833901859793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/2672235833901859793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/12/lagu-ultah.html' title='LAGU ULTAH'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-4495737249197120869</id><published>2010-10-06T00:49:00.000-07:00</published><updated>2010-10-14T03:10:28.683-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masa lalu'/><title type='text'>Kata-kata terakhir</title><content type='html'>Kata-kata terakhir mereka adalah yang bisa saya ingat dalam kepala saya yang kecil (dalam arti harafiah). Kadang saya merasa otak yang menyimpan memori yang hilang dan timbul ini adalah dalam cara yang sangat misterius. Kadang muncul justru sebuah kenangan yang kamu tidak duga kenapa hal itu justru yang muncul dalam seluk beluk neuron yang rumit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thomas : "Jangan mengeluh terus tam, lu mengeluh terus..."&lt;br /&gt;Nah setelah kelulusan itu, saya rasa kamu menghilang Tom, kemana kamu kawan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendi : "Jangan lupa di forward ke gua ya tam..."&lt;br /&gt;Si gendut Dora yang dengan baik memberi saya tumpangan semasa kuliah dan membantu untuk saling mendukung ketika sidang dilaksanakan. Biasanya kami ngobrol di ym, tapi sekarang sudah jarang sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ella : masih berkomunikasi hingga sekarang lewat Ym. Terakhir kami ngobrol masalah mekanisme media agency tempatnya bekerja yang tidak kasih uang lembur ketika jam kerjanya diperpanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hera : "Gua punya cowok baru sekarang tam, cowok gua yang ini baik..."&lt;br /&gt;terakhir saya bertemu dengannya adalah dikosannya didaerah kuningan dan kami sama-sama menuju sebuah pernikahan teman. Dulu kami dekat, namun kini rupanya pekerjaan dan kesibukan sudah membuat dunianya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ferry : "Tetep menurut gue film paling bagus itu adalah 2 fast 2 furious"&lt;br /&gt;Quote yang menarik jika kamu bertanya masalah film dengan si Ferry. Terimakasih sudah boleh minta contoh tugas akhir Fer...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kharisma : "Gue sekarang jadi guru mi, disebuah sekolah internasional"&lt;br /&gt;Saya melihat keadaannya tepat kira-kira 2 tahun lalu, dia sudah baik-baik saja dan semoga dia tetap begitu. Terima kasih sudah pinjamin komputer dan kamar kamu agar saya bisa edit flash disana ketika komputer butut saya kena virus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inyo : "Apa kabar Tam? Gua dibandung"&lt;br /&gt;Terakhir saya dengar dia bekerja disebuah distro yang cukup terkenal di Bandung. Yang paling saya ingat dari Inyo adalah quote yang luar biasa ketika melihat muda mudi sekarang memakai celana kedodoran hingga boxernya kelihatan dan memakai topi yang sengaja dimiringkan.&lt;br /&gt;"Gua bayar lu ceban kalo ada yang lewat dan lu berani untuk benerin celana serta topinya sambil bilang 'pake baju yang bener!'"&lt;br /&gt;Saya gak bisa lupa hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi : "Eh kamu yang suka fashion show di Chitos ya?"&lt;br /&gt;Padahal saat itu dia pasti asal saja bilang begitu, saya sering gak mandi ke kampus hingga penampilan saya agak dekil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarif : "Yaudah ambil tuh helm, bareng gua aja ke kampus"&lt;br /&gt;Katanya ketika melihat saya menunggu bis dipinggir jalan dan menyarankan saya ambil helm dari motor orang yang parkir. Orang gila. Dan dia menikah tanpa mengundang saya minggu lalu dasar Syarif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiwi : "tam-tam, temenin gua yah disini, jangan pulang dulu"&lt;br /&gt;Sekarang tiwi sudah menikah dan mungkin sudah melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rio : "tam ada kerjaan buat gua?"&lt;br /&gt;terkahir di ym.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leo : "tam, ini tami kan?mi punya kenalan media gak?"&lt;br /&gt;Telepon dari Leo masuk sekitar 2 minggu lalu, dia sedang mengerjakan project acara musik untuk event organizernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noval : saya mengenal Noval sebagai orang yang bersemangat dan penuh konsep yang kadang-kadang rumit, namun Noval adalah Noval.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emon : "Hati-hati tam..."&lt;br /&gt;Itu katanya ketika dia menginjinkan saya nebeng motornya sampai UKI setelah pernikahan kawan lama kami, Ivan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yudha : Ah saya lupa kata-kata Yudha yang terakhir, saya cuma ingat suaranya yang berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enrico : "Ayo kita bikin agama baru!!"&lt;br /&gt;Begitu selalu kelakarnya, apa yang saya ingat dari Enrico? rambut keriting gondrongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaki : Ada Enrico ada Zaki. Terakhir kami berbincang tentang teman kampus kami, bergosip seru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dika : "Gitu lu tam ya, nyela gua mulu, awas lu gua nanti jadi kaya, nanti lu suka sama gua!"&lt;br /&gt;Dan saya jawab : "Mau lu kaya-nya sekarang kek gua juga gak suka sama lu"&lt;br /&gt;Bercanda tentunya kami ini, sedang berkelakar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yonne : "Tamtam makan eskrim aja kalau mau gemuk, ini gua buktinya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tito : Saya lupa kata-kata Tito, tapi dia senang sekali ganggu saya dengan menarik rambut kuncir kuda saya dulu. Oh, Tito, walau badannya tinggi besar dia suka musik yang lembut dan romantis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, siapa lagi yah, otak dalam kepala yang kecil ini mulai berasap berusaha mengingat meraih setiap tetesannya yang saya takutkan menghilang. Tidak ada orang yang mau dilupakan tentunya, bukan? Tentu, saya juga tidak. Lalu, teman-teman dimana kalian sekarang? Semoga kalian baik-baik saja. Malu mengatakannya, tapi saya rindu kalian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-4495737249197120869?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/4495737249197120869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/10/kata-kata-terakhir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/4495737249197120869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/4495737249197120869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/10/kata-kata-terakhir.html' title='Kata-kata terakhir'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-2278798076410071947</id><published>2010-09-23T05:15:00.000-07:00</published><updated>2010-09-23T05:31:59.490-07:00</updated><title type='text'>Up in the air</title><content type='html'>Saya pikir tadinya film ini akan menceritakan cinta lokasi, cinta segitiga dan semcamnya, tipikal film drama. Namun ternyata Up in The Air memberikan sesuatu yang lebih, bagi saya secara pribadi. Berikut sinopsis filmnya saya copy-paste semena-mena dari embah wiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ryan Bingham (George Clooney) adalah orang yang bepergian ke berbagai tempat di seluruh dunia dan mengatur proses PHK atas nama bos-bos yang terlalu pengecut untuk melakukannya sendiri. Ryan menjalani kehidupan yang bebas, dia jarang mengunjungi keluarganya dan lebih suka hidup sendiri. Dalam perjalanannya, Dia bertemu Alex (Vera Farmiga) dan Natalie Keener (Anna Kendrick). Masuknya mereka berdua dalam kehidupannya membuatnya mempertanyakan kembali pandangan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lalu saya tambahkan sendiri secara semena-mena pula, inilah dia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, sebenarnya Ryan tidak begitu suka kehidupannya yang soliter maka itu dia protes besar-besaran ketika Natalie tiba-tiba datang menawarkan sebuah ide kepada kantornya untuk menghemat biaya perjalanan yang dikeluarkan perusahaan untuk mengirimkan agen-agennya dalam memecat orang yang mungkin berada di negara bagian lainnya, yaitu dengan menggunakan video call. Dan Ryan berhasil membuktikan bahwa metode tersebut tidak efektif dan selamat Mr Bingham! Dia pun bisa kembali 'jalan-jalan', menikmati fasilitas-fasilitas 'ekslusif' ketika dalam perjalanannya untuk memecat orang atau memberikan ceramah motivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ceramah motivasi, ia selalu memasukkan gagasannya bahwa hidup soliter itu akan menjadikan pergerakan kita, sebagai manusia, lebih mudah. Karena kita tak perlu memikirkan hal yang berat-berat tentang keluarga, tentang kekasih, tentang anak, tentang binatang peliharaan, tentang rumah. Kasarnya jalanilah kehidupan bebas tanpa terikat pada sesuatu pun yang bisa membuat kita lemah. Hei, cinta bisa membuat menjadi orang lebih lemah lembut bukan? Itulah yang ditolak oleh Ryan Bingham. Ia menolak mencintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ryan kemudian bertemu Alex, perempuan matang yang cantik dan seksi (menurut saya) ketika ia sedang bersantai di sebuah lounge hotel. Hei, kebetulan selalu mempertemukanmu dengan seseorang kadang-kadang. Alex, sama seperti Ryan, menjunjung kehidupan bebas tanpa terikat, namun ketika dirinya bertemu Natalie disebuah kesempatan, ia mengemukakan kata-kata yang membuat Ryan cukup menelan ludah yaitu pria impiannya adalah yang menyukai anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, kita bicara tentang Natalie dulu, semenjak idenya dibantah habis-habisan oleh Ryan, ia pun dijadikan asisten Ryan Bingham dan kemudian 'mengekor' Ryan kemana pun ia pergi (meski Ryan tadinya menolak). Natalie pindah ke kota ini karena sang pacar diterima bekerja pula disini. Saya bisa mengerti dirinya, macam saya yang juga mau pindah kota agar dekat dengan pacar saya. Lalu disinilah Natalie, mengekor Ryan dan menyaksikan orang-orang dipecat dan dihidupkan mimpi lainnya agar mereka tetap optimis dan tidak tenggelam dalam depresi dan bunuh diri, namun pada kenyataannya kejiwaan seseorang tidak bisa digeneralisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu waktu, sebuah kejadian menimpanya, Natalie diputuskan oleh pacarnya begitu saja melalui pesan instan. Menangis sesengukan, mengantarnya bertemu dengan Alex. Natalie mencoba melihat hubungan yang dijunjung dua orang ini, yaitu bebas dan tidak terikat. Ia tidak setuju sepenuhnya akan hal tersebut, tipikal anak muda, macam saya, banyak protes pada hal-hal yang dijunjung. Tapi hei, itu prinsip kan? (prinsip tai kucing hehehehe).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ryan Bingham mengalami guncangan atas prinsip hidup yang selama ini dijunjungnya, tahu-tahu ada kerinduan berbagi kebahagiaan yang tadinya dia nikmati sendirian. Hal itu melahirkan keinginannya mempunyai pasangan, maka itu dengan segala resiko, meninggalkan ceramahnya, lalu ia menyusul Alex ke Chicago, dan voila! Ditemukanlah Alex dalam sebuah rumah penuh dengan anak-anak yang ramai dan yap! Seorang suami. Macam mendukung keadaaan hati Ryan Bingham, udara bersalju menyuruh orang-orang untuk berlindung dalam rumah dan disanalah Ryan Bingham, sendirian dalam hotelnya, entah apa yang ada dalam pikirannya, yang pasti ia sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke kantornya, ia mendapatkan berita yang cukup mengejutkan. Natalie mengundurkan diri dari kantor. Alex menelepon Ryan, mengutarakan bahwa si Bingham nyaris saja mengacaukan segalanya dengan kemunculannya yang mendadak. Secara personal, saya sangat menghormati ketika Ryan Bingham menutup teleponnya dan memutuskan tidak berkompromi lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang film berakhir, namun yang saya pertanyakan apakah yang ada dalam benak Bingham sekarang? Apakah dia akan berpikir bahwa ternyata sebenarnya ceramahnya ada benarnya? Apakah sebenarnya dia seharusnya terus-terusan hidup soliter? Lalu saya pandang lagi diri saya ini, saya lama hidup secara individual. Namun menurut saya teman sangat penting dan yah, cinta dan sayang menghasilkan kegelisahan, ketakutan kehilangan dan semua itu yang membebani kita, apakah perlu kita masukkan dalam tas dan tenggelamkan di laut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir saya mau membawanya kemana-mana di punggung saya. Hei, itu pilihan kan??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-2278798076410071947?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/2278798076410071947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/09/up-in-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/2278798076410071947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/2278798076410071947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/09/up-in-air.html' title='Up in the air'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-5661666542272973610</id><published>2010-09-02T23:47:00.000-07:00</published><updated>2010-09-02T23:57:32.592-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dingin'/><title type='text'>Dingin</title><content type='html'>Dingin,&lt;br /&gt;Tetes tetes air kala hujan, angin yang menderu,&lt;br /&gt;tiupannya membuat kedua tangan bersedekap,&lt;br /&gt;namun dua tangan tak dapat melindungi rusuk&lt;br /&gt;yang ditusuk-tusuk oleh hawa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dingin,&lt;br /&gt;Merasuk, menambah kosong menjadi nyata&lt;br /&gt;Harusnya kita berlari-lari agar tidak kena&lt;br /&gt;hypothermia&lt;br /&gt;Namun aku hanya disana, merasakan air sedikit&lt;br /&gt;demi sedikit menenggelamkan paru-paru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dingin,&lt;br /&gt;Rasanya jantung ini sedikit lagi pecah,&lt;br /&gt;berhamburan isinya, bercucuran asanya,&lt;br /&gt;kemana-mana, ke jalan-jalan,&lt;br /&gt;berteriak-teriak ia membantah kebisuan&lt;br /&gt;mengaum di lorong-lorong yang biasa kau lalui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dingin,&lt;br /&gt;Air akhirnya keluar dari segala penjuru,&lt;br /&gt;lubang hidung, lubang telinga, mulut, &lt;br /&gt;dan lubang mata.&lt;br /&gt;Alirannya tidak sederas beberapa waktu lalu,&lt;br /&gt;Namun penyebabnya tetap sama,&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang tersumbat menyebabkan banjir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dingin...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-5661666542272973610?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/5661666542272973610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/09/dingin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/5661666542272973610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/5661666542272973610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/09/dingin.html' title='Dingin'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-39874858537954628</id><published>2010-08-02T00:51:00.000-07:00</published><updated>2010-08-02T01:03:51.862-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Banjarmasin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hairshow'/><title type='text'>Banjarmasin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/TFZ7EB-GPJI/AAAAAAAAADY/XjGSzV9Nzyk/s1600/backstage2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/TFZ7EB-GPJI/AAAAAAAAADY/XjGSzV9Nzyk/s320/backstage2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500719304058223762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah cerita horor itu, cerita horor nan lucu, kami semua terbang menuju Kalimantan. Yang ada dalam benak saya hanyalah, andaikan saya punya satu hari kosong disana, tolong bawa saya ke karantina orang utan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini saya dijemput oleh taksi. Saya bawa Narji, seperti biasa di tiap-tiap kota. Dia dengan setia bawakan semua barang-barang saya. Ayo Narji...masih ada empat kota lagi yang harus kita tempuh setelah ini!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh waktu sekitar satu jam empat puluh menit untuk sampai ke Banjarmasin. Pesawat mengudara begitu lama sementara itu kami diberi makan oleh pramugari-pramugari cantik yang selalu segar dengan pulasan make up beserta sanggul yang rapih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini pesawatnya cukup canggih karena kita bisa nonton film tepat di depan bangku yang masing-masing tersedia layar LCD sebesar kira-kira 8 inchi dengan teknologi touchscreen. Pada awalnya saya antusias karena ada sajian film Korea, banyak film dari negara tersebut yang cukup membangkitkan inspirasi, namun sayang hal itu tidak saya temukan ketika 10 menit film diputar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengalihkan menu menjadi paparan musik. Diantara sekian banyak genre, saya memilih kings of convenience yang cukup syahdu. Lalu berganti menjadi Jason Mraz yang saya ingat dia pertama kali muncul dengan Remedy-nya saat saya masih duduk di kelas satu SMA. Wah, sudah lama, kira-kira enam sampai tujuh tahun yang lalu. Hei, ternyata saya sudah tua. Namun mengapa saya merasa seperti terus-terusan di Neverland?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba musik yang saya dengarkan berhenti, pilot mengumumkan bahwa kami akan mendarat sebentar lagi. Saya selalu bergairah jika pesawat bersiap terbang ke udara atau bersiap mendarat, seperti menyambut kematian yang bisa saja datang tiba-tiba. Menerima, dengan ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat kami mendarat dengan mulus, hingga kami tidak cacat sedikitpun. Bandara di luar kota selalu sederhana dan tidak semewah Soekarno-Hatta, saya suka. Semua orang melirik pada kami, apalagi kalau bukan rambut yang agak nyentrik ini? Kami menunggu mobil jemputan untuk langsung menuju hotel untuk menaruh semua barang-barang yang kami bawa. Ketika pintu kamar dibuka, ada bau aneh yang menguar, aneh sekali hingga beberapa dari kami sakit kepala. Saya putuskan untuk menyalakan pendingin ruangan sembari membuka jendela agar ada pertukaran udara. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kota ini, satu kamar kami tidur bertiga, okelah tidak apa-apa, saya dibagian ekstra bed. Masih empuk kok walau cuma selembar. Narji cukup diam di pojok, dia selalu begitu, pasrah saja jika saya suruh tidur di lantai terlalu sempit jika kami harus berbagi ranjang.&lt;br /&gt;Hari ini Noni sakit flu, ingusnya turun naik mungkin karena sistem imunnya menurun. Sementara saya rasanya menderita pusing mendadak. Mungkin karena bau cat yang lapuk atau entahlah apa yang membuat migrain saya kambuh. Beberapa lama setelah istirahat sebentar, kami naik ke lantai lima untuk gladi resik. Blocking seperti biasa. Pemandangan kebingungan dan omelan makin biasa bagi kami. Saya takut saya jadi beku hati gara-gara ini. Tidak. Jangan. Cinta membuat saya hidup, tolong jangan tinggalkan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai blocking dan pengulangan koreografi, kami makan malam di restoran hotel, bosan sekali sebenarnya melakukan rutinitas ini, namun berjalan-jalan keluar sendirian dikota ini pun desas-desusnya kurang nyaman dan aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lonceng gereja berdentangan tiap satu jam sekali, mungkin sudah disetel otomatis untuk bergema karena ketika saya melongok gereja nampak sangat sepi. Namun saya selalu menyesali kepengecutan yang saya punya karena menahan saya untuk lompat menyebrang menuju gereja dan melihat apa yang bisa saya amati dari sana. Saya menyesali sisi saya yang seperti itu, mungkin begitu juga Narji menertawakan saya. Diam kamu Narji!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tahu pesawat baru akan membawa saya lusa, impian saya mengambang, mungkinkah saya dapat melongok hutan orang pada hutan lindung? Saya bertanya pada supir mobil yang menjemput kami, dengan kecewa saya harus meneriman kenyataan bahwa hutan karantina tersebut harus ditempuh dua jam perjalanan dari kota Banjarmasin. Sudah pasti saya tidak dapat berkunjung ke sana. Hasrat ini begitu menggebu-gebu sehingga akhirnya saya harus kecewa melihat kenyataan. Harusnya saya hidup dalam mimpi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah jangan kecewa, saya bilang pada diri saya sendiri, karena saya lahir untuk bersabar. Malam ini harusnya saya tidur dengan nyenyak, namun ternyata ada beberapa suara gaduh serta lonceng gereja secara samar-samar menganggu kenikmatan tidur. Hingga tahu-tahu hari sudah pagi. Sudah waktunya bangun. Saya mengirimkan beberapa pesan pada teman-teman saya di Jakarta, mengadu pada mereka bahwa saya harus bangun pukul empat pagi untuk melakukan make up.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tadi malem gue kok kayak denger suara orang lagi begituan ya...” kata teman sekamar saya.&lt;br /&gt;”Wah mimpi kali lu...mimpi dan pengen, hahahaha...” begitu kata saya sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggu show dimulai, kami duduk di belakang panggung, saling bertukar cerita. Tersebutlah hotel ini ternyata adalah sebuah hotel short time, tempat prostitusi dilakukan. Pantas saja semenjak kemarin kenapa lelaki yang ’nongkrong’ di lobby memandang kami ini bagai mangsa. Untunglah saya mirip bencong. Ya Narji? Maka selamatlah saya dari hawa nafsu angkara murka. Eh? Belum tentukah? Betul, saya terlalu yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun merasa bukan wanita yang menarik, tidak seperti Noni yang muka campuran Arabnya membuatnya menjadi sangat cantik, lalu Niken dengan kulitnya yang sangat cantik, membuatnya selalu terlihat segar. Sementara saya kurus kering kerontang. Teman sekantor saya pun bercemooh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Siapa yang mau dengan dia? Kurus kering dada rata.”, jika didengar secara sepintas &lt;br /&gt;kata-kata ini akan berbentuk seperti pisau dan menyakitkan, membelah-belah hati orang yang ditujukan. Namun jika kamu lihat lagi, potong-potong lagi, kata tersebut berasal  dari mulut orang yang patut dikasihani, karena mengira manusia hanya satu tipe, sesuai dengan pikirannya, kasihan dia sudah empat puluh tahun hidup di dunia namun tidak mengerti arti cinta, yang dia mengerti hanya nafsu. Kasihanilah dia dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Show hari ini berjalan seperti biasa, setelahnya yang tidak biasa. Noni, selain sebagai model ’petite’ dia adalah seorang desainer pakaian. Setelah show berakhir, ia meminta saya menjadi model baju-baju yang sudah ia bawa. Tentu, saya dengan sukarela akan sangat senang membantunya. Wow, saya tidak menyangka (setelah melihat hasil fotonya) kulit saya kini berubah menjadi begitu eksotis. Coklat. Eksotis. Tadinya saya tidak percaya ketika hairstylist saya diatas panggung menyebut ”ini Tami, model saya yang eksotis”, ternyata dia benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kapan itu ketika saya menjadi salah satu remaja yang juga mengidamkan kulit putih, karena seakan-akan hal itu lebih menarik dari pada kulit saya sendiri. Namun kini, saya lebih suka menjadi apa adanya. Karena lebih baik kamu dibenci dengan menjadi apa adanya dibanding kamu disukai namun itu bukan kamu. Saya membela mati-matian orang yang benci saya karena apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar saya lihat beberapa orang berbondong-bondong mengangkat spanduk meneriakkan ”Allahuakbar!” mereka berdemonstrasi dengan melakukan long march yang kebetulan melewati hotel yang saya tempati, memprotes bahwa penyerangan Israel pada kapal untuk bantuan kemanusiaan pada Palestina yang saat itu masih diberitakan dengan hangat. Mereka menuntut keadilan, bahwa Israel harus dihukum atas ulahnya ini. Berita semakin meruncing ketika ada beberapa relawan yang di duga diracuni oleh tentara Israel. Miris saya mendengarnya, ada apa dengan manusia saat ini? Lalu seperti kamu tahu, berita itu kini tenggelam dengan kasus Ariel Peter Pan beserta ke 32 video pornonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hari masih panjang sebelum pesawat pagi memulangkan kami beserta semua kenangan akan Banjarmasin dan kembali ke Jakarta yang sibuk. Maka kami pun menuju Marthapura, saya ikut saja, katanya itu tempat membeli permata. Bah, permata, uang darimana? Menyusuri toko tanpa tahu apa musti saya beli, akhirnya saya mampir juga ke salah satu untuk membeli oleh-oleh untuk teman-teman yang baik, sebuah gantungan kunci mungkin?  Ya itu sajalah, menipisnya kantong membuat saya harus memilah oleh-oleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari tiba-tiba saja menjadi malam setelah kami berbelanja, hujan turun rintik-rintik. Berada di tengah-tengah khatulistiwa dengan iklim hutan hujan, membuat saya memaklumi keadaan ini. Kalimantan memang masih hutan. Dan karena itulah saya terpuaskan. Lagi-lagi, kewarasan masih saja menahan saya untuk mendekati sungai serta memperhatikan kapal-kapal nelayan yang tertambat disana atau lebih jauh lagi naik ke atas kapal dan mungkin jika beruntung diantar keliling sungai ditengah kota. Kewarasan saya menahan semua itu, maka dari itu saya seringkali tidak puas terhadap diri sendiri. Mengapa saya dulu di dogma untuk mengikuti aturan sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berangsur malam, saya harus tidur karena besok pukul lima pagi mobil kami sudah menunggu untuk mengantar semua kru ke Bandara. Haaah...selesai sudah Banjarmasin, kota sepi dengan kesempatan saya yang sedikit untuk mengenal kehidupannya. Maka itu tinggallah kenangan saya yang sedikit ini, tinggallah lonceng bunyi gereja, tinggallah hutan-hutan sepanjang perjalanan menuju Marthapura. Tinggallah dalam memori saya ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-39874858537954628?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/39874858537954628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/08/banjarmasin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/39874858537954628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/39874858537954628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/08/banjarmasin.html' title='Banjarmasin'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/TFZ7EB-GPJI/AAAAAAAAADY/XjGSzV9Nzyk/s72-c/backstage2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-4010713432889680235</id><published>2010-07-05T20:19:00.000-07:00</published><updated>2010-07-05T21:45:29.289-07:00</updated><title type='text'>Ikan Sapu Sapu di Tanah Kering</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/TDK0cHC_GgI/AAAAAAAAADQ/f3YWdGzDo78/s1600/sungai+berbusa3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/TDK0cHC_GgI/AAAAAAAAADQ/f3YWdGzDo78/s320/sungai+berbusa3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490649290738964994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, tumben. Tumben saya datang ke kantor jam 09.30 WIB (Waktu Indonesia dan Bekasi, hehehe). Meninggalkan kamar kos-kosan saya yang masih 'awut-awutan' karena kemalasan dan keacuhan saya akan kesehatan dan kerapihan. Biasanya saya langsung belok kiri masuk ke kantor yang lantai dasarnya jadi gudang susu, tapi kali ini saya berjalan lurus ke depan menuju warung nasi uduk yang biasanya nangkring di dekat kali. Tapi ternyata hari ini dia tidak ada, kemana si eceu itu? Seorang pedagang asongan memberi tahu saya untuk melihat di sebuah tanah lapang tidak berpenghuni yang dibatasi pagar. Tanah lapang tersebut terletak di belakang ruko tempat ruko-ruko tersebut berdiri. Sebenarnya tanah tersebut tidak sebenar-benarnya kosong karena ada bangunan yang terbuat dari tumpukan seng beserta MCK yang sangat kumuh, namun selebihnya tanah ini ditumbuhi ilalang liar yang mengurangi kegersangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membeli sebungkus nasi uduk seperti biasa. Lalu sebelum menuju kembali ke kantor, saya melihat untaian sungai berbusa yang lewat begitu saja di depan saya dan tiba-tiba saja saya berpikir, mungkin hal ini pula yang membuat saya membeli kamera digital. Harus ada tujuan yang bermacam-macam terhadap kamera itu, karena saya nyaris saja menjualnya kembali dengan harga yang dibanting sebab kehilangan pentingnya tujuan awal ketika membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungai dan busa yang lewat lalu jadi beku dalam LCD kamera digital saya. Saya berjalan sebentar, lalu menemukan hal yang janggal. Ada dua ekor ikan bertebaran di jalan yang gersang, tergeletak begitu saja tak berdaya, tak bergerak. Astaga, apa yang terjadi? Mungkinkah mereka keracunan sungai berbusa ini? Atas pertanyaan-pertanyaan dalam kepala saya tersebut maka saya bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/TDK0BbTStkI/AAAAAAAAADI/4eJctFaoDXY/s1600/dying+fish.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/TDK0BbTStkI/AAAAAAAAADI/4eJctFaoDXY/s320/dying+fish.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490648832319600194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak, kenapa ikan ini berada disini”, saya bertanya pada dua orang yang duduk dibawah pohon yang cukup rindang dan memperhatikan saya dalam diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu ikan sapu-sapu neng”, jawab si Bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Lalu kenapa mereka ada di sini Pak?”, tanya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dibuang tuh sama yang mencari ikan di situ...”, lalu mereka menunjuk orang yang sedang menjaring ikan dengan pintu air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Oh kalo ikan sapu-sapu enggak bisa dimakan ya Pak?” tanya saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Enggak...”, jawab mereka santai sambil mengepulkan asap rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu jika ikan sapu-sapu tidak bisa dimakan, apa sulitnya mengembalikan mereka ke air lagi? Mengapa melempar mereka ke daratan yang sudah pasti membuat mereka mati perlahan? Saya kemudian memegang ekor si ikan sapu-sapu yang terkecil lebih dahulu, badannya sudah kaku, namun insangnya masih sedikit bergerak, saya pikir bahwa saya mungkin saja terlambat menyelamatkannya, namun lebih baik menceburkannya ke air, kadang alam punya caranya sendiri dalam menghidupi atau mematikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beralih ke ikan sapu-sapu yang lebih besar, membuat saya berpikir bahwa mereka ini adalah Ibu dan Anak. Insangnya masih bergerak lebih cepat dari yang kecil, saya gembira, karena mungkin saja kesempatan hidupnya jadi lebih lama. Ironis, saya pernah ingin menceburkan diri ke laut untuk mengakhiri hidup, sementara saya disini selamatkan kamu ikan. Karena saya yakin binatang jauh lebih kuat daripada manusia. Mereka tidak pernah menyerah untuk bertahan hidup. Karena menurut saya dunia manusia terlalu rumit, terlalu banyak tipu muslihat, terlalu banyak kebohongan, terlalu banyak pencari pembenaran, terlalu banyak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Terimakasih sudah menyelamatkan ikan itu ya...muach...” smsnya manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hmm kenapa terima kasih?” tanya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kan aku jelmaan ikan itu, hihihihi...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja memori itu layaknya memori dalam handphone, di mana penyimpanan nomor panggilan keluarnya akan terhapus secara otomatis ketika sudah mencapai jumlah tertentu. Saya dapat menghapus memori yang menyakitkan, sehingga rasanya saya tidak perlu merasa bersalah jika melihat binatang dan manusia terlantar...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-4010713432889680235?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/4010713432889680235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/07/pagi-itu-tumben.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/4010713432889680235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/4010713432889680235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/07/pagi-itu-tumben.html' title='Ikan Sapu Sapu di Tanah Kering'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/TDK0cHC_GgI/AAAAAAAAADQ/f3YWdGzDo78/s72-c/sungai+berbusa3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-6191114012324640710</id><published>2010-06-17T21:21:00.000-07:00</published><updated>2010-06-18T01:21:55.154-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anjing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lapo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hamil'/><title type='text'>Anjing di lapo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/TBr0o0YCAUI/AAAAAAAAACw/AskxiGyCp2I/s1600/anjing+lapo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/TBr0o0YCAUI/AAAAAAAAACw/AskxiGyCp2I/s320/anjing+lapo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483964478368383298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertemu dia di hari yang hangat cuaca di Bekasi umumnya. Seekor anjing di depan rumah makan lapo, ironis sekali. Apa kamu lihat tiap hari teman-temanmu dibunuh untuk dimasak kemudian dimakan? Lihatkah kamu dengan mata coklatmu yang tulus bening itu? Lihatkah kamu sayang? Takutkah kamu akan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ketemu dia nyaris tiap hari tiap saya menyusuri jalan untuk pulang dari kantor. Dia akan terus ada disana dalam keadaan terikat lehernya. Kadang rasanya saya ingin iseng melepaskan ikatannya dan membiarkannya bebas, berlari-lari dengan kakinya yang kuat dan lidahnya yang terjulur riang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap saya mengelusnya dia pasti menjilat sedikit tangan saya, entah mengapa saya merasa akrab tiap kali dia melakukan itu, bahkan ketika tiap kali dia dengan nakal sedikit iseng menggigit saya. Saya sungguh yakin dia tidak rabies. Ya kan cantik? Tiap saya peluk dan akan meninggalkannya pasti dia meloncat-loncat memeluk pinggang saya, meminta saya sekali lagi mengelusnya sebelum meninggalkannya disana, tercekik dengan tali dan memandangi motor dan mobil yang lalu lalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ih kok mau dijilat anjing??!" katanya mengingatkan dengan sedikit marah. Kamu tidak mengerti. Ada rasa yang tidak dapat dijelaskan disana tiap kali saya berinteraksi dengan si cantik di depan lapo ini. Ada mata coklat bening yang tidak menatap saya seperti anak autis, dia tidak pernah diam, seperti menanti sesuatu. Apakah yang kau nanti sayang? Kebebasankah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama setelah saya tidak melihat dia tiap saya pulang kerja, mugkin karena saya pun sudah seminggu tidak menyusuri jalan pulang tersebut akibat pekerjaan lain untuk keluar kota, lalu melarikan diri sejenak ke rumah orang lain dibandingkan kamar sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kemana dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berdo'a semoga dia tidak dimasak. Dia anjing yang baik, itu kata pemilik rumah makan lapo, anjing yang baik menurut mereka yang tidak berisik. Jadi jika ada anjing yang menyalak pasti mereka masak. Maka itukah kamu jadi bisu cantik? Kamu tidak pernah menyalak sama sekali. Jahat sekali kami manusia ini...padahal suara adalah universal, kamu dan suaramu adalah kebebasan... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tiba-tiba, disuatu hari yang berangin, saya baru saja pulang dari Banjarmasin sebelum pulang kantor hari ini. Itu dia, si cantik!! Dia sudah bebas, tanpa ikatan lagi yang membelenggu geraknya. Dia tampak sangat menikmati kebebasannya bersama tiga teman lainnya, dua pejantan belang coklat-putih, lalu seekor betina muda berwarna coklat tanah. Cantik, kamu terlihat senang sekali, syukurlah, saya sayang kamu maka itu saya ikut senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhari-hari kamu senang dengan mereka, hari-harimu tidak lagi sepi diikat sendirian di depan rumah makan lapo dan duduk memandangi motor yang bahu membahu lewat trotoar. Berhari-hari hingga saya tahu kamu sedang hamil, pasti oleh salah satu dari anjing pejantan tersebut. Wah cantik, saya iri, kamu bisa punya anak dengan mudahnya. Tanpa pernikahan, tanpa di cela, tanpa di hina, bahwa anak tersebut adalah anak haram karena terjadi di luar nikah. Saya mau jadi kamu, cantik, hamil, punya anak dan bebas saya bawa kemana saja dengan kelapangan yang tanpa batas. Lapang dan bebas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu hamil dan tetap bisa berlari-lari dengan lincah. Dasar anjing. Kamu senang sekali lari-lari, sana-sini, seperti orang baru bebas dari penjara, seperti merpati yang terbang lepas mengudara, seperti hati yang mengangkat ke angkasa tersenyum tanpa beban, kamu mirip simbol kebebasan bagi saya. Bagi saya yang merindukan kebebasan dari ketakutan karena hal itu hanya membawa saya pada ketidakbahagiaan yang hakiki. Lepaskan saya dari ketakutan, wahai cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah deh gak usah main-main sama anjing...iiih...najis..." kata Ibu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kan ada sabun cuci tangan ma, jangan takut, setelah cuci tangan akan higienis. Saya tahu dia takut saya sakit setelah bercengkrama dengan beberapa anjing liar. Saya tahu Bunda, saya tahu kamu malas mendengar saya sakit lagi untuk ratusan kali dalam hidupmu. Namun biarkanlah saya bahagia dengan mereka yang tidak menghakimi ini, tidak menghakimi bahwa saya perempuan baik-baik atau tidak, tidak menghakimi bahwa saya bodoh atau pintar, tidak menghakimi bahwa saya hamil atau tidak, seperti saya tidak menghakimi dirimu bersalah atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cantik, berhari-hari setelah itu, berminggu-minggu bahkan. Setelah saya kembali dari Cibinong mengurus adik saya yang sakit anemia. Kamu tahu anemia? Kekurangan darah, sehingga dia jadi pucat dan dapat sewaktu-waktu meninggal. Karena itu dia harus ditolong dengan jus buah bit yang sewarna dengan darah ketika diminum. Adik saya jadi mirip vampir, walau dia sudah jadi vampir beberapa tahun lalu ketika dia harus ditansfusi darah karena lagi-lagi anemia. Vokalis Band yang keras kepala dia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda lagi dengan kakak saya, cantik, kakak tiri saya sebenarnya karena kami beda ibu meski satu ayah. Kakak yang sebenarnya perempuan namun terlalu tomboi dan sedang kesulitan menempatkan kemana dia akan pergi, disorientasi akut dalam hidupnya. Sementara saya yang sudah disorientasi dulu, memutuskan, lalu disorientasi lagi sekarang ini, membuat saya membiarkan dia mengalami proses yang sama yang mungkin nantinya menghasilkan sebuah keputusan yang apapun itu akan saya hormati mati-matian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berminggu-minggu setelah itu, kamu tiba-tiba tidak ada lagi disana. Kemana kamu? Saya cari-cari dan tengok-tengok. Cuma ada tiga teman mu itu yang nampak ketakutan dengan orang asing. Tapi si pejantan yang satu sudah mau pegang dan jilat saya begitupun teman kecilmu yang betina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya dengar berita menggembirakan sekaligus menyedihkan. Kamu sudah melahirkan, namun salah satu dari tiga anakmu mati. Cantik, hari itu saya tengok kamu ingat? Kamu disana, berada dalam kardus dengan anak-anak anjing kecil yang masih tidak berdaya dan menyusu. Kamu menggoyangkan ekor menyambut saya, mengenali saya, begitu terharunya saya, benarkah kamu ingat saya ini, cantik? Ah kamu cuma anjing yang ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ooh saya jadi mengerti mengapa teman-teman mu tidak duduk disampingmu, menemani atau mungkin menghiburmu atas anakmu yang meninggal. Kamu anjing. Ketika melahirkan, anjing tidak butuh ada anjing lain didekatnya. Karena naluri keibuanmu bilang bahwa mereka ancaman. Meski tadinya mereka itu teman-temanmu, atau mungkin ayah si anak. Cantik, kuatnya kamu, tanpa ketakutan. Benarkah begitu??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu saya sadari, meski kamu marah, kamu tidak menyalak...kamu masih tidak bersuara...Begitupun teman-temanmu yang lain... Cantik, saya sedih, ternyata kami menyebabkan ketakutan itu. Ketakutanmu untuk menyalak dengan bebas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingin dengar kamu menyalak cantik...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-6191114012324640710?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/6191114012324640710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/06/anjing-di-lapo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/6191114012324640710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/6191114012324640710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/06/anjing-di-lapo.html' title='Anjing di lapo'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/TBr0o0YCAUI/AAAAAAAAACw/AskxiGyCp2I/s72-c/anjing+lapo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-4615904036387124650</id><published>2010-06-02T03:38:00.000-07:00</published><updated>2010-06-02T20:22:29.728-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stasiun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mp3'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tengah malam'/><title type='text'>Si Silver</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/TAY3FUEzb2I/AAAAAAAAACA/aTiz9pVHirI/s1600/si+silver.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 223px; height: 168px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/TAY3FUEzb2I/AAAAAAAAACA/aTiz9pVHirI/s320/si+silver.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478126561170517858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Informasinya kurang lengkap ketika saya memutuskan untuk berderu dengan kereta ekonomi menuju tempat Achan yang saya kenal 5 tahun lalu, seorang keturunan tionghoa yang punya cukup modal hingga punya toko elektronik di mangga dua. Saat itu saya masih kuliah dengan pekerjaan sampingan sebagai guru privat dan penulis teenlit. Pertemuan saya dengan Achan bukan tidak sengaja, karena saat itu saya dan Nita sama-sama ingin membeli sebuah MP3 player murah. Cuma toko Achan yang menawarkan harga paling murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika akhirnya benda itu terbeli, saya yang patungan dengan adik berbagi hari untuk menggunakannya. Apa yang memotivasi saya untuk membeli benda tersebut? Selain untuk mendengarkan musik, saya menggunakan si silver (begitu saya menamainya) untuk menyimpan data elektronik. Waktu berlalu setahun, si silver terus menemani saya melewati jalan-jalan Jakarta yang macet walau kadang mati karena batu baterainya tidak dapat bertahan mengalahkan waktu macet di jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu hari ini, saya berdiri lagi di depan pusat perbelanjaan elektronik yang benar-benar besar itu. Si silver sudah empat tahun yang lalu saya hibahkan kepada adik saya. Agar dia senang, agar kami tidak lagi rebutan. Namun sekarang si silver tergeletak tak berdaya dalam genggaman saya. Kacanya retak mungkin karena mendarat pada sesuatu yang keras, terjatuh pasti. Cat silvernya sudah mengelupas disana-sini. Sudah usang memang, sudah jelek menurut orang. Tapi dia tetap bagus buat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya nyaris lupa dengan si silver sebelum menemukannya tergolek pada meja belajar adik saya di Cibinong. Kenangan mulai kembali merasuki otak yang mulai beku. Lalu saya angkat si silver dari situ, berharap mudah-mudahan dia dapat hidup lagi dengan sedikit perbaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/TAY3q7QzUfI/AAAAAAAAACI/r37vR-OLzqs/s1600/fatahilah+kala+malam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/TAY3q7QzUfI/AAAAAAAAACI/r37vR-OLzqs/s320/fatahilah+kala+malam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478127207344984562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berdiri di depan toko yang tertutup rapat, ternyata pertokoan ini sudah tutup sejak jam 6 sore, sementara saya baru sampai di sana pukul setengah delapan malam. Kehilangan arah, masih menggenggam si silver, saya menuju stasiun kota. Tadinya berniat untuk pulang, namun entah mengapa kaki ini memutuskan untuk melangkah menuju fatahilah. Batin saya fatahilah pasti sepi, namun ternyata saya salah. Disana ramai sekali macam pasar malam. Banyak muda mudi berduaan, banyak penjual kaki lima mengais rejeki malam ini, tukang tato, tukang makanan, minuman serta ojek sepeda yang masih nangkring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecewa karena gagal menemukan tempat untuk menyendiri, kaki melangkah lagi menjauhi fatahilah dan menuju stasiun kereta. Malam terasa dingin untuk badan setipis ini. Bunyi sms berkali-kali datang, mengingatkan saya untuk pulang. Bilang bahwa apakah saya tidak berpikir malam-malam ke fatahilah sementara besok pagi harus kerja? Kaki saya &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/TAY4u6nDTvI/AAAAAAAAACY/i0bkNwa3k7s/s1600/kucing+sipit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/TAY4u6nDTvI/AAAAAAAAACY/i0bkNwa3k7s/s320/kucing+sipit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478128375400976114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;berpikir sendiri malam ini. Si silver saya masukkan ke dalam tas, dia yang mengantar saya ke sini, dalam keadaan koma yang parah dan saya berniat membangunkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kini menuruni tangga bawah tanah menuju stasiun kota, sambil berharap kereta terakhir masih ramah untuk mengangkut saya pulang. Ternyata menunggu kereta terakhir dan terdampar di stasiun cukup membosankan. Kesendirian dan anonim membuat saya mampu mengamati apa saja tanpa teralihkan. Seekor kucing menyebrang menuju sebuah taman kecil yang lebih mirip hiasan. Dia duduk saja diatas sebuah batu. Sejak kecil saya kenal kucing, sudah hafal tingkah laku mereka. Kucing tadi terlihat aneh mungkin karena bentuk matanya yang tajam dan sedikit sipit menurut saya. Kucing, binatang yang selalu haus kasih sayang dengan merapatkan badannya kepadamu berharap dibelai, menggemaskan namun jika sudah puas ia akan meninggalkanmu tidur...benarkah begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta terakhir lama sekali tiba...makin banyak orang bertumpuk untuk menumpang satu-satunya kendaraan bebas dari macet karena punya jalur sendiri. Kereta ekonomi cukup murah walau memang bobrok. Kamu bisa lihat orang-orang berlomba naik gratis si atas atap tanpa memedulikan keselamatannya sendiri. Entah karena kita dikuasai waktu atau karena harga yang menurut saya murah namun mahal bagi sebagian besar orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/TAY4JTYNARI/AAAAAAAAACQ/MAlcP8NaIC8/s1600/menunggu+kereta+pulang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/TAY4JTYNARI/AAAAAAAAACQ/MAlcP8NaIC8/s320/menunggu+kereta+pulang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478127729214554386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kereta ekonomi akhirnya datang. Orang-orang tiba-tiba memenuhi peron untuk berebutan tempat duduk yang tersedia. Saya lebih memilih mengalah karena malas untuk berseteru untuk sebuah tempat duduk. Saya lelah, tapi saya masih sanggup berdiri. Kereta berhenti lama, menunggu penumpang yang mungkin berharap kereta masih nangkring, seperti sekarang ini. Terbekatilah dia yang berhasil naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta kemudian mulai meninggalkan stasiun kota, mengantar penumpangnya satu-satu menuju rumah, menuju tempat sekedar tinggal, menuju kepuasan sesaat. Bunyinya yang berisik berkelontangan bagaikan mendengar vespa tua yang dipaksa hidup meski terbatuk-batuk. Seperti si silver yang speakernya sudah rusak. Mesin itu ada umurnya. Manusia juga ada umurnya. Hati pun kadang kala ada umurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si silver kini tergeletak setelah dilempar-lempar oleh seorang pegawai kantor entah karena dia mau bercanda atau memang tidak mengindahkan bahasa cinta saya ketika bilang ’jangan’ dengan lembut sehingga saya harus bilang lebih kasar. Saya kini tidak dapat menolong kamu silver, kecuali tiba-tiba saja saya jadi pintar dan paham kamu sakit apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini saatnya ucapkan selamat tinggal. Sulit karena saya agak pelit dan aneh. Namun, selamat tinggal silver...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-4615904036387124650?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/4615904036387124650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/06/informasinya-kurang-lengkap-ketika-saya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/4615904036387124650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/4615904036387124650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/06/informasinya-kurang-lengkap-ketika-saya.html' title='Si Silver'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/TAY3FUEzb2I/AAAAAAAAACA/aTiz9pVHirI/s72-c/si+silver.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-5557737700145265728</id><published>2010-05-05T03:49:00.001-07:00</published><updated>2010-05-05T04:00:02.358-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rumah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pulang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masa lalu'/><title type='text'>Pulang</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sebelumnya saya hanya bercerita denganmu masalah ini, karena hidup saya diisi denganmu beberapa tahun terakhir. Namun sejak hal itu terjadi, saya bercerita kepada semuanya, kepada siapa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana di Bekasi seketika menjadi sangat panas. Ketika saya bilang saya mungkin tidak akan sujud selama beberapa tahun ke depan karena tidak tahu maknanya secara personal. Saya berani bilang ini kepadamu Bunda bukan karena saya membangkang, tidak menghargaimu. Namun saya mencoba membuatmu berpikir, bahkan dengan atau tanpa saya bersujud, saya pun menyayangimu walau kamu bersikap jahat terhadap orang lain, menyayangimu walau kamu terlihat lelah mengurus saya, menyayangimu karena memang saya sayang. Menyayangimu dan tidak ingin kamu susah lagi karena saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda, apakah kamu tahu? Ketika kamu menangisi semua semua yang hilang karena tekanan hidup itu diatas sajadah, saya sedang coba untuk berpikir waras. Berpikir dengan logika bahwa dengan hidupnya saya yang sering sekali sakit-sakitan, akan menambah beban finansial lebih banyak lagi. Saya sangat waras, bahkan ketika memutuskan untuk menjual bagian-bagian tubuh saya yang bagi orang kaya berharga. Atau memutuskan mengakhiri hidup untuk memotong pengeluaran yang kamu tanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mau jual apa saja Bunda, jual ginjal, jual selaput dara, jual rahim. Apa saja yang cepat menghasilkan uang untuk menutup mulut orang-orang yang pernah menggedor-gedor pintu rumah yang kita sewa. Penuh dengan peristiwa mencekam Bunda, dan ini adalah suatu proses yang harus kita lalui dan tidak akan berhenti dengan hanya do'a. Mungkin do'a menahanmu dari segala kegilaan dan bertahan pada kewarasan. Bunda, kita semua mengalaminya, memahami rasanya dan sama-sama menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu saya pikir dirimu punya rumah untuk saya. Hingga saya ditawari batu untuk diikat diperut agar saya merasakan hamil sembilan bulan yang menggambarkan bahwa saya sudah sangat amat kurang ajar ketika mengaku hal yang bahkan melukaimu saja tidak. Dan kamu dengan amat sangat murka mengusir saya seraya berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu bukan anak saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu saya mengerti, bahwa tidak ada rumah untuk saya. Tidak dimata Bunda, tidak ada apa-apa disana. Tidak dimata adik saya. Saya tersesat sejak saat itu, terseok-seok untuk mencari rumah bagi saya bernaung, dimana saya merasa aman, saya dapat menjadi diri sendiri dengan jujur, saya dapat benar-benar merasa 'pulang', merasa hangat, merasa terselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya menemukan kamu, tiga tahun lalu berdiri dengan mata cemerlang memamerkan senyum dibalik jendela. Menawarkan saya berbagi tempat untuk pulang. Dan karena hal itu saya selalu saja tidak sabar untuk pulang dan bertemu kamu. Kamu rumah saya. Tempat saya bernaung, tempat saya merasa aman, tempat saya menjadi diri sendiri dengan jujur, tempat saya merasa hangat, merasa terselamatkan. Tempat kita sama-sama menggeluti waktu, tertawa, bersatu, bertukar keluh, bertukar peluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu ketika, saya menemukan rumah tiba-tiba saja kosong. Saya menunggu dan menunggu, menunggu kamu untuk pulang. Hingga saya pikir tidak ada gunanya menunggu. Lalu saya mendengar laju motormu mendekati. Bukan, bukan ke rumah ini. Bukan ke sini lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terluka dan kecewa untuk kesekian kalinya dalam hidup membuat saya mengemasi semua barang-barang, walau tidak ingin saya harus pergi dari rumah ini. Ternyata rumah ini hanya penampungan sementara. Padahal saya tidak ingin cinta untuk sementara. Lagi, saya harus terseok-seok mencari tempat untuk pulang. Saya tidur dijalanan, dibangunkan oleh teman saya, mereka bilang saya boleh menginap barang dua atau tiga malam ditempat mereka selagi saya mencari rumah yang hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginikah sulitnya ketika kamu kehilangan tempat untuk pulang? Seakan-akan kaki mu tidak dapat diam pada tempatnya untuk berisitirahat sejenak, namun terus berlari, berlari tanpa arah hingga kamu benar-benar tersesat. Tersesat dan kehilangan arah. Ke dalam hutan gelap tanpa hewan. Lalu teman-temanmu dari jauh memanggil-manggilmu, menyalakan obor agar kau tahu arah. Kamu masih terseok-seok. Terseok-seok menemukan jalan pulang. Mirip seperti kucing tiba-tiba dimasukkan dalam karung, lalu dibawa entah kemana. Dibuang. Ketika karung terbuka, dunia sama sekali asing bagimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bebas berbeda dengan tersesat, Sesat berarti bingung,&lt;br /&gt;Bingung menyita pikiran, mencoba untuk keluar dan&lt;br /&gt;Merasakan lagi sebuah kehangatan dan rasa aman&lt;br /&gt;Sebuah perlindungan dari kehampaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia tidak selalu sama, bagi tiap orang yang menjejakinya&lt;br /&gt;Apakah kita ada karena kita memang ada,&lt;br /&gt;Atau kita ada karena ada dirinya?&lt;br /&gt;Terpujilah orang yang benar-benar ada...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau berada dimana?&lt;br /&gt;Engkau berada dimana?&lt;br /&gt;Engkau berada dimana?&lt;br /&gt;Rumah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan terasa menyakitkan, ketika luka di kaki&lt;br /&gt;yang belum sembuh dipaksa berjalan di atas kerikil tajam,&lt;br /&gt;mengulum senyum dalam duka dan bertanya&lt;br /&gt;apakah aku diinginkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau berada dimana?&lt;br /&gt;Engkau berada dimana?&lt;br /&gt;Engkau berada dimana?&lt;br /&gt;Rumah...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-5557737700145265728?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/5557737700145265728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/saya-yang-jujur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/5557737700145265728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/5557737700145265728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/saya-yang-jujur.html' title='Pulang'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-6338884371467824279</id><published>2010-05-05T00:21:00.001-07:00</published><updated>2010-05-05T00:40:42.521-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dugem'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bali'/><title type='text'>Bali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S-EcxVOO84I/AAAAAAAAABg/1Yw7iPyRQuA/s1600/pura+gate.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S-EcxVOO84I/AAAAAAAAABg/1Yw7iPyRQuA/s320/pura+gate.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467683056440505218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya kembali lagi ke Pulau Dewata ini. Jika dulu yang pertama adalah tragedi yang kedua ini, bagaimana saya harus gambarkan yah? Ada komedi, ada tragedi, ada kekonyolan. Baiklah mari kita mulai saja ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya cium bau laut ketika saya turun di Bandara. Bohong saya. Cuma karena saya kangen sekali dengan laut. Daerah wisata pertama saya adalah laut, ketika saya kecil. Ayah yang membawa saya ke sana, dan tidak di sangka hal itu mengingatkan saya akan dirinya lagi, padahal sudah genap tiga tahun berlalu semenjak kematiannya. Entah mengapa seperti ada angin dingin merasuk ke dada yang telah bolong. Saya terlalu lama kehilangan figurnya semenjak saya bisa mengingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, kami langsung menuju ke salon. Wajah saya masih sama, sama pucatnya karena terlalu banyak bergadang, kesulitan tidur kerap datang semenjak saya pindah ke Bekasi, kota koboi yang sepi. Karena Bekasi suka tiba-tiba direnggut oleh malam gelap yang sebenar-benarnya gelap. Cuma ada tukang roti yang nongkrong dipinggir komplek yang kerjanya bersiul ketika melihat perempuan lewat. Dan disebelah sana sedikit lagi ada banyak kumpulan gembel dengan penghasilan kotor empat juta satu bulan, jauh lebih besar dari kuli tinta di majalah fashion ABG yang pernah saya lamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia itu selalu tidak adil. Tidak adil padamu. Padanya. Pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S-Ed4mwWZzI/AAAAAAAAABw/rpfZ62R9ddE/s1600/anjing+dipantai2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S-Ed4mwWZzI/AAAAAAAAABw/rpfZ62R9ddE/s320/anjing+dipantai2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467684280917714738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hei, saya kan ada di Bali. Bali, yang sudah penuh wisatawan asing itu. Entah dari mana-mana mereka datang yang dianggap sangat menguntungkan perekonomian kota ini. Dan dengan entah apa tujuan mereka datang. Kalau boleh saya tebak, sebagian besarnya adalah untuk bersenang-senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bli, nanti kita habis dari hotel boleh antar ke Legian...?" tanya teman saya yang memang asli Bali. Bli adalah sebutan Bali untuk Mas atau Abang yang dipakai di propinsi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legian adalah tempat yang ramai, kalau boleh saya bandingkan mirip Kemang di Jakarta, kawasan pertokoan dengan merek-merek luar negeri yang teman saya ngiler untuk membelinya. Saya lebih tertarik melihat toko-toko kecil yang menyediakan produk lokal. Melihat apa saja yang mereka jual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak toko tato bertebaran, ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bli&lt;/span&gt; yang menawarkan saya Mushroom...saya berhenti.&lt;br /&gt;"Berapa?" saya tanya padanya.&lt;br /&gt;"Seratus lima puluh ribu aja..." katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alaaaah...terlalu mahal buat kantong saya, terlalu mahal untuk mabuk dengan nikmat malam itu. Belum saya tawar teman saya sudah bawel mau masuk ke toko. Okelah oke oke. Kami berempat dengan perbedaan etnis yang sangat mencolok itu harus selalu bersama-sama. Saya yang tidak punya tujuan apa-apa di Bali selain bekerja, hanya ikut saja. Tadinya sepanjang perjalanan saya celingak celinguk mencari musisi jalanan bernyanyi indah layaknya di Yogyakarta, namun nihil. Padahal saya pernah menonton pertunjukan musik jazz berbayar dimana musisinya menggabungkan alat musik modern dengan alat musik dari Bali yang menghasilkan harmoni yang membuat mata saya berbinar karena terpukau. Mana itu disini...? Hmmmhhh, saya jadi merasa hampa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa langit menarik selimutnya yang berwarna hitam, seolah-olah memerintahkan manusia untuk menyalakan penemuan yang tadinya berawal dari pencurian ide dan berhasil lebih dulu dipatenkan, yaitu bola lampu. Orang Perancis dan Jerman banyak yang protes melihat namanya bertengger sebagai penemu bola lampu. Saya pun mustinya protes karena disuruh menghafal bahwa namanya lah yang tercatat di buku sejarah saya, pertanyaan pada soal ulangan umum 'siapakah penemu lampu pijar?' yang harusnya saya isi 'masih misteri'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah. Biar Tuhan yang balas perbuatan itu (hal itulah yang sering saya dengar dari mulut banyak orang yang akhirnya berhasil menahan beberapa orang untuk balas memukul, balas memaki, balas membunuh, balas menyiksa. Nilai yang tidak saya punya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Kuta-Legian bukan hanya diselimuti kegelapan, rintik-rintik hujan jatuh dengan serunya dari langit menghantam tanah dengan keras dan menghamburkan orang-orang dari jalan, sehingga mereka mencari perlindungan ditempat-tempat yang kira-kira terlindungi. Jika saya tidak ingat bahwa saya sakit kala itu, saya mau mandi hujan saja... rindu kesenangan masa kecil dimana menyambut hujan seperti menyambut kegembiraan yang tak tertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu akan kemanakah kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DUGEEEEM!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okelah saya ikut saja, sebenarnya saya lebih tertarik &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S-EdgF0d9MI/AAAAAAAAABo/BAltoly1YYY/s1600/before+clubbing.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S-EdgF0d9MI/AAAAAAAAABo/BAltoly1YYY/s320/before+clubbing.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467683859759756482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;mencari pertunjukan musik sederhana dimana saya dapat melihat permainan gitar dan alunan suara yang apik. Tapi tak apalah, DJ juga sebuah permainan musik. Saya bisa tongkrongin DJ boothnya melihat tombol-tombol penghasil suara apa saja disana. Setelah berdebat sedikit akhirnya kami masuk sebuah klub. Masih sepi karena masih pukul sepuluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;Isi klubnya sebagian besar adalah orang asing dengan dansa yang meracau tanpa konsep yang jelas. Jika boleh saya tebak, mungkin karena setengah botol anggur sudah dia tenggak sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;"Lemon tea lemon tea..." &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;teman saya berteriak heboh menyodorkan minuman ke &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;mulut saya yang langsung saya seruput karena saya haus. Sial. Long Island. Mabuk dengan cara yang tidak enak hanya akan meninggalkan migrain parah bagi saya besok pagi. Mereka hanya cekikikan karena berhasil membohongi saya.&lt;br /&gt;"Besok fashion show sinting, gue gak mau mabok ah, ntar gue belet diomelin.." ujar saya.&lt;br /&gt;Saya melihat sekeliling dan sadar, kami menjadi orang asing di negeri sendiri karena terlalu banyak bule di Bali dan hampir seluruh klub ini isinya bule baik di lantai &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;satu maupun lantai dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik berdentum-dentum. DJ mulai memainkan lagu-lagu yang sering saya dengar dan memang mengajak saya bergoyang, contohnya Bad Romance Lady Gaga dan Black Eyed Peas dengan Good Good Night. Salah satu teman saya tersiksa karena tak dapat bergoyang dengan bebas karena agamanya melarang dia (sebenarnya masuk ke dalam klub saja dia dilarang...) untuk berpesta macam itu. Saya juga sebenarnya tidak suka konsep clubbing, konsep pesta karena hal-hal itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang memang punya uang yang necis dan bergaya. Seakan-akan dengan pestalah ada kebahagiaan. Padahal, kebahagiaan mungkin saja ada disana, disitu, di kamu, di saya yang menghibur kamu atau kamu menghibur saya dengan kata-kata lucu yang mema&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;ncing gelak tawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bule menghampiri saya, bertanya nama dan asal saya. Yang sudah pasti saya isengi.&lt;br /&gt;"Nama siapa?" tanyanya.&lt;br /&gt;"Hai, Marni..." saya menyambut tangannya untuk menjabat tangan saya.&lt;br /&gt;"Where you from?" tanyanya lagi.&lt;br /&gt;"Suriname..."&lt;br /&gt;Lalu dia mengangguk-angguk sok ngerti padahal mungkin dia bingung. Dia berasal dari Perancis dan karena saya meracau antara bahasa Inggris-Indonesia yang sengaja saya buat serumit mungkin hingga akhirnya dia pergi. Baguslah, sungguh saya sebenarnya sedang bangun dunia saya sendiri sekarang, tapi kamu datang tanpa saya undang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul sebelas malam kami pulang ke hotel, hujan masih mengguyur lebat. Sampai disana ternyata kamar yang kami minta satu lagi belum diurus. Alhasil kami harus urus sendiri. Lelah dan memang selalu kekurangan nutrisi atas badan saya yang kurus ini, kami masuk kamar. Teman sekamar saya gelisah. Mengecek Blackberrynya berulang kali. Saya tahu dia masih mencari, mencari orang yang sudah hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;Ini adalah hari terakhir teman sekamar saya untuk ikut kami keliling tiga belas kota. Saya sedih, karena jarang ada orang seperti dia. Dia orang gila, saya orang gila, kita cocok. &lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;Dengan sikap pro lesbiannya yang kadang membuat saya ngeri karena dia suka melihat perempuan cantik dan kadang mengelus-elus paha saya, hahahaha... Ven, i will miss you a lot. I'll spent my night at your place, i will. Just wait for my message!&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-6338884371467824279?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/6338884371467824279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/saya-kembali-lagi-ke-pulau-dewata-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/6338884371467824279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/6338884371467824279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/saya-kembali-lagi-ke-pulau-dewata-ini.html' title='Bali'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S-EcxVOO84I/AAAAAAAAABg/1Yw7iPyRQuA/s72-c/pura+gate.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-7552255719019175814</id><published>2010-05-04T23:56:00.000-07:00</published><updated>2010-05-05T00:14:31.535-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='semarang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yogyakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ojek'/><title type='text'>Semarang Marathon Yogyakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S-EXZR81sSI/AAAAAAAAABQ/6OUvLcqriQU/s1600/gamelan+di+tengah+hotel.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S-EXZR81sSI/AAAAAAAAABQ/6OUvLcqriQU/s320/gamelan+di+tengah+hotel.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467677145687240994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Senin ini saya akan bertolak ke Semarang, menjalani serangkaian pekerjaan rambut lagi. Melelahkan karena saya hanya bisa melangkah melewati kota-kota tersebut tanpa bisa mengakrabkan diri dengan apa yang ada di dalamnya, dingin sekali. Padahal dengan akrab kita bisa hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin pagi, menuju Kampung Melayu sama dengan macet. Setelah mencoba naik bis, satu-satunya angkutan yang menuju ke sana. Saya turun setelah selama 500 meter bis itu hanya berjalan-jalan santai sementara saya diburu waktu. Saya turun dengan koper saya yang besar, lalu memanggil sebuah kendaraan siap tempur dikala macet, OJEK! Untuk jarak dekat dikala macet dan sangat dibutuhkan, Ojek dapat pasang tarif mahal. Lima Belas ribu. Sial. Saya pun jadi menyalahkan produsen mobil, saya menyalahkan pemerintah yang mengijinkan begitu banyak mobil beroperasi, menyalahkan orang yang terlalu banyak uang sehingga memutuskan untuk membeli mobil, menyalahkan saya yang pernah berpikir untuk membeli mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo Abang lariiiiii!! Saya semangati tukang ojek agar ngebut dalam mengendarai motor, agar saya cepat sampai di tempat saya akan dijemput. Saya sudah ditunggu, saya ini orang penting. Minggiiiir semuanya minggiiiiiir, saya orang penting. Kira-kira itulah yang akan saya teriakan jika saya bersuara. Menumpahkan seluruh ekspresi saya pada apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ngebut selama dua puluh menit, saya akhirnya sampai, sudah ditunggu, tunggu dulu, bukan taksi?? Aaaaagggh ternyata susah sekali cari taksi disini. Kami maju sedikit searah ke mangga dua karena akan mampir sebentar disana. Menghentikan taksi dengan semena-mena, turun dari mobil dengan semena-mena, membuat orang lain berpikir kami semena-mena. Hei, kami panik, bukan semena-mena! Hehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami naik taksi menuju mangga dua. Ada orang gila disitu. Orang gila karena cinta, dimakan cinta, tenggelam dalam cinta. Selamat datang di dunia yang busuk kawan! Dia naik dan mengulum senyum lebar kepada saya, padahal saya tahu hatinya sedang hancur berantakan. Saya tahu kawan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandara masih disitu, masih sama belum pindah. Di Cengkareng. Sebenarnya dia akan tersiksa pergi ke bandara yang penuh kenangan maka itu dia selalu mencengkeram blackberrynya yang jika rusak mungkin dia akan panik karena kehilangan arah dan tujuan. Benda itu mirip GPS untuk hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tertawa padahal kami hancur, apa yang coba kami bangun dari sana? Sebuah obat? Benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S-EY4r6PIfI/AAAAAAAAABY/8fDKiD7Nqa8/s1600/gudeg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S-EY4r6PIfI/AAAAAAAAABY/8fDKiD7Nqa8/s320/gudeg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467678784743219698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan ini tidak nikmat, karena terlalu banyak konflik didalamnya, membuat saya ingin egois karena hanya ingin memikirkan masalah saya sendiri. Namun sebuah hubungan itu butuh perjuangan, begitu kata teman saya. Begitupun hubungan dengan rekan kerja. Haaaah membuat saya ingin menonton My Name is Khan. Karena sepertinya tokoh di film tersebut punya konflik sama dengan saya yang terisolir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang saya bilang, kita tertawa dan kita kelelahan setelahnya dan lalu butuh lebih banyak tertawa lagi sampai kita tidak tahu nikmatnya tertawa. Seperti morfin. Seperti makan kebanyakan lalu muntah, seperti yang palsu, seperti itulah dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lelah dan kesulitan tidur datang lagi. Saya bekerja lagi esok harinya, bekerja dan bekerja untuk membunuh waktu yang kadang-kadang seolah-olah jahat karena menyempilkan waktu istirahat buat saya. Harusnya kamu buat saya saja seperti robot, agar saya cepat aus dan rusak dengan engsel-engsel yang terlepas karena tak mampu lagi untuk bergerak. Karena begitu tujuannya kita dibuat, dibuat, dikonsumsi, lalu rusak dan dibuang. Begitu pula kita lahir menuju mati. Semuanya berakhir pada lubang yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta mengingatkan saya pada keramaian sebelum puncak kemarahan berbulan-bulan lalu. Yogyakarta mengingatkan saya pada kehilangan setelah kenikmatan dan hangat yang dirasa. Yogyakarta mengingatkan saya bahwa semua orang sudah beranjak dewasa dan punya hidup masing-masing. Yogyakarta mengingatkan saya bahwa mereka sibuk. Yogyakarta mengingatkan saya bahwa saya seharusnya jadi orang utan di tengah kota....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-dari semarang dan yogya beberapa waktu lalu-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-7552255719019175814?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/7552255719019175814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/semarang-marathon-yogyakarta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/7552255719019175814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/7552255719019175814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/semarang-marathon-yogyakarta.html' title='Semarang Marathon Yogyakarta'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S-EXZR81sSI/AAAAAAAAABQ/6OUvLcqriQU/s72-c/gamelan+di+tengah+hotel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-914782703107249027</id><published>2010-05-04T23:47:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T23:55:28.593-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rusa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bogor'/><title type='text'>Bogor sehabis hujan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S-EVFZy1bUI/AAAAAAAAABA/uxiqoQvPCpE/s1600/rusa+di+bogor.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S-EVFZy1bUI/AAAAAAAAABA/uxiqoQvPCpE/s320/rusa+di+bogor.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467674605172124994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sore itu di Bogor. Ramalan cuaca mengatakan bahwa kota kecil ini akan disambangi hujan deras. Betul saja, sesuai namanya, kota hujan yang sekarang mungkin sudah jadi dua julukan, kota hujan dan kota macet. Bogor sering macet. Kami menunggu hujan reda disebuah tempat yang kira-kira kokoh melindungi. Tahan terpaan angin dan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira dua puluh menit dengan lagu-lagu yang bertebaran disepanjang waktu tersebut, diantara hujan yang menerpa kaca-kaca bangunan, diantara hembusan nafas dari makhluk-makhluk yang hidup, diantara kata, diantara canda, diantara tawa, diantara marah, diantara duka, hingga kembali lagi pada tawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihat ada rusa" ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jika melihat binatang, entah kenapa jadi merasa sangat akrab dan dekat. Ada kira-kira 5 ekor rusa disana, berdiri ditanah berlumpur yang basah karena hujan barusan. Mereka sibuk merumput dan lari jika saya mendekat. Dia tertawa, entah menertawakan saya atau rusanya. Saya bilang saya ini mungkin dulunya binatang, buktinya saya lebih suka menegur binatang daripada dia. Tertawa lagi. Tertawa melulu, memangnya saya sule??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rambut kamu aneh."&lt;br /&gt;"Memang, ini untuk cari uang."&lt;br /&gt;"Hmmm...mau makan?"&lt;br /&gt;"Enggak, kamu?"&lt;br /&gt;"Mau, saya mau makan rusa itu"&lt;br /&gt;"Gak boleh mereka teman-teman saya"&lt;br /&gt;"Sejak kapan jadi teman?"&lt;br /&gt;"Sejak sekarang, oh lihat! Itu ada yang tanduknya hilang..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tunjuk seekor rusa jantan tanpa tanduk &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S-EVaScmuTI/AAAAAAAAABI/d5zrgk8L7OU/s1600/rusa+di+bogor4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S-EVaScmuTI/AAAAAAAAABI/d5zrgk8L7OU/s320/rusa+di+bogor4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467674963977091378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;dengan sisa luka yang masih basah. Kasihan, kira-kira kenapa ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau teman tanya dong, kenapa tanduknya bisa hilang?"&lt;br /&gt;"Ngejek ya? Saya kan gak bisa bahasa rusa..."&lt;br /&gt;"Lho gimana kamu bisa tahu mereka teman sementara mereka tidak pernah mengungkapkan hal itu kepadamu?"&lt;br /&gt;Kata-katanya ada benarnya juga, tapi saya tidak mau kalah.&lt;br /&gt;"Bahasa saya bahasa cinta..."&lt;br /&gt;Lalu dia tertawa terbahak-bahak.&lt;br /&gt;"Serius..."&lt;br /&gt;Seketika dia diam. Lalu memandang mata saya sedikit lama dan kemudian memalingkan muka. Apa yang dia cari? Apa yang kamu cari disana? Ada apa disana?&lt;br /&gt;"Ya ya ya..." ujarnya sambil tersenyum. "Ada luka, ada cinta..." gumamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketemu.&lt;br /&gt;You read me like a book.&lt;br /&gt;I hate it.&lt;br /&gt;I hate to be lame right now.&lt;br /&gt;I hate myself.&lt;br /&gt;I hate all of it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berjalan lagi, menelusuri tempat lain, jauh dari rusa memandangi jalan yang lalu lintasnya telah kembali sibuk. Hei, hidup ini dagelan. Jika saya utarakan itu dia pasti akan setuju. Karena dia sudah kenyang menertawakan hidupnya yang jauh dari lapar. Dia kenyang dengan kelaparan yang bertubi-tubi menyambanginya tiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya mau makan..."&lt;br /&gt;"Makan apa?"&lt;br /&gt;"Makan cinta?"&lt;br /&gt;"Hmmm...bisakah?"&lt;br /&gt;"Entah..."&lt;br /&gt;"Bolehlah daripada makan anjing"&lt;br /&gt;"Daripada makan ayam"&lt;br /&gt;"Daripada makan babi"&lt;br /&gt;"Daripada makan sapi"&lt;br /&gt;"Daripada makan ular"&lt;br /&gt;"Daripada makan tikus"&lt;br /&gt;"Daripada dimakan..."&lt;br /&gt;"Dimakan?"&lt;br /&gt;"Kamu, dimakan cinta"&lt;br /&gt;"Dimakan apa?"&lt;br /&gt;"Tenggelam dalam hatimu sendiri yang membesar dan kamu tidak tahu bagaimana membawanya hingga kamu kesulitan untuk bergerak."&lt;br /&gt;"Shit, you read me a lot!!"&lt;br /&gt;"Ssssh...gak perlu teriak-teriak kan."&lt;br /&gt;"Saya kesal dengan kamu dari tadi."&lt;br /&gt;"Kenapa? Because I read you like a book?"&lt;br /&gt;Damn!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tinggal dia disana dengan kamera yang masih bertengger ditangannya. Mengingatkan saya bahwa gambar-gambar yang seharusnya beku dan indah dipandang menjadi hilang karena memorinya segera terhapus oleh waktu. Namun, langkah saya terhenti dan kembali menghampirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu benar, I hate myself."&lt;br /&gt;"Let it be then..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Bogor, sehabis hujan-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;note : mimit kamu taulah saya ini...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-914782703107249027?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/914782703107249027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/bogor-sehabis-hujan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/914782703107249027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/914782703107249027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/bogor-sehabis-hujan.html' title='Bogor sehabis hujan'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S-EVFZy1bUI/AAAAAAAAABA/uxiqoQvPCpE/s72-c/rusa+di+bogor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-2498772821090275782</id><published>2010-05-04T23:45:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T23:47:05.807-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cibinong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngantor'/><title type='text'>Berangkat dari Cibinong</title><content type='html'>Akhirnya kesampaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesampaian juga berangkat kerja dari Cibinong. Hasilnya?? Jika pada waktu normal hanya butuh waktu perjalanan selama 45 menit dari Cibinong ke Bekasi namun pagi ini, di hari Senin pagi ini butuh dua jam lamanya karena disertai macet dan kegerahan karena saya naik bis kaleng yang tanpa AC, tak apa, berarti saya tidak dipersalahkan ikut andil dalam global warming?? Hahahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di kantor semuanya bertanya.&lt;br /&gt;"Kamu belum mandi...?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar saya belum mandi. Hahahaha. Tenanglah tidak perlu tutup hidung, saya tidak bau kok, karena jaringan lemak saya sangat tipis jadi saya jarang sekali bau badan. Terakhir saya bau badan itu SMP. Hahaha. Disaat saya jarang mandi sepulang saya bermain basket. Memang saya jauh lebih kurus dari masa saya SMP dulu. Berat saya sekarang 44 kilo sementara dulu 49 kilo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah jangan disesali...jangan disesali 5 kilo yang hilang itu. Tinggi saya sekarang 175cm sementara sepertinya berat badan saya 44 kilo jika memang tidak turun drastis. Bisa kamu bayangkan kurang berapa kilo dari berat badan normal? Kira-kira sepuluh kilo pun masih belum terlalu ideal. Tuh kan saya jadi berbicara tentang berat badan lagi...seharusnya dilupakan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aneh.&lt;br /&gt;Anginnya aneh.&lt;br /&gt;Sinar Mataharinya aneh.&lt;br /&gt;Baunya aneh.&lt;br /&gt;Semuanya aneh.&lt;br /&gt;Saya pun orang aneh. Karena lebih banyak menegur kucing dibanding manusia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pagi hari saya teringat harus pergi ke suatu tempat namun saya urungkan. Karena saya banyak hutang artikel hari ini. Ayolah otak bekerja. Seharusnya kamu bekerja sekarang. Bukan hanya bengong memandangi komputer yang berkedip-kedip berganti layar karena terlalu sering kamu pandangi tanpa sentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh itu teman saya mengirimi saya pesan. Teman yang rumahnya saya tiduri, numpang tidur, numpang makan, numpang ee. Ada ketakutan dalam diri saya bahwa saya akan kehilangan dia lagi sebagai teman karena kebodohan saya. Belum apa-apa saya sudah takut lagi. Membuat saya berpikir bahwa seharusnya saya jangan menyusahkannya empat hari kemarin. Karena jika dia pergi pun saya sama sedihnya dengan empat hari lalu. Begitupun dengan yang lain jika mereka pergi saya akan kembali jadi orang hutan ditengah kota, bukan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang sore, anginnya aneh. Aneh hingga harus merasuk ke dalam diri saya. Membuat sesak, namun ketika saya coba menghela nafas panjang semuanya jadi kembali seperti basa. Ramalan teman saya benar. Saya masuk ke tahap kedua. Apakah setelah tahap ini saya akan baik-baik saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja saya ingin menggagas menjadi orang utan di tengah kota. Sebelum semuanya menghilang. Mungkinkah? Mungkin. Saya pernah menjadi orang utan di desa. Masak tidak bisa jadi orang utan di kota. Atau saya serahkan diri saja ke kebun binatang agar bisa satu kandang bersama Kumbo? Tapi terkungkung. Saya mau jadi orang utan yang masih bisa naik angkot. Masih bisa naik pesawat. Masih bisa sewa kamar kos. Masih bisa ketemu cemong...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohiyah...saya lupa saya rindu cemong. Cemong apa kamu rindu saya? Saya pulang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-ditulis sambil buru-buru pulang setelah sebelumnya mendengar The Beatles - Let it Be-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-2498772821090275782?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/2498772821090275782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/berangkat-dari-cibinong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/2498772821090275782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/2498772821090275782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/berangkat-dari-cibinong.html' title='Berangkat dari Cibinong'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-4799843187545926854</id><published>2010-05-04T23:42:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T23:45:01.999-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cibinong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='libur panjang'/><title type='text'>Libur Panjang</title><content type='html'>Libur panjang. Jika sebagian besar orang memilih mudik, saya juga. Mudik dari Bekasi menuju Cibinong. Sebelumnya mampir di rumah teman saya di pasar minggu. Dimana disana ada maaf, ada kebesaran hati, ada arti bahwa dia ada disini untuk saya. Saya yang seharusnya tidak dia berikan maaf karena sudah terlampau tidak peduli sebagai sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tiga hari berturut-turut saya menginap dikamarnya sampai-sampai si adik yang biasa tidur bersamanya berceletuk spontan&lt;br /&gt;"Ga pulang-pulang ini orang??"&lt;br /&gt;Saya tertawa namun merasa bersalah pula. Jadi sejak itu saya bertekad harus pulang. Kadang saya iri dengannya karena tampaknya dia selalu tahu apa yang harus dia lakukan. Dia terlihat percaya diri, sedangkan saya mungkin tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu saya melakukan perjalanan pulang ke Cibinong dengan tiga kali sambung angkot. Jalanan terasa asing karena saya jarang pulang. Saya mampir di Apotek sebentar, tempat Ibu saya membuka usaha. Hei itu ada banyak anak-anak anjing lucu. Mereka sangat menggemaskan dan ramah. Jika saya harus mendeskripsikan ramah pada binatang, berarti mereka jinak, gampang didekati dan disentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak anjing itu sudah tumbuh lebih besar daripada saya terakhir bertemu mereka. Sudah tidak berkutu karena sudah dimandikan dan diberi obat. Semua orang sayang dan gemas melihat mereka yang tinggal berjumlah empat ekor tersebut. Sebelumnya ada tujuh ekor anak anjing, termasuk satu dari anak anjing lain yang diadopsi karena Ibunya didakwa menggigit orang dan kemudian berakhir menjadi masakan di panci. Kasihan dan tidak manusiawi memang. Apa itu cuma anggapan saya yang aneh ini??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya waktu tidak akan habis jika bermain bersama mereka. Saya pergi sebentar untuk membelikan Ibu saya camilan karena sekarang Ibu saya tukang makan. Beda dari dia yang sepuluh tahun yang lalu. Sudah gemuk, tidak lagi kurus kering macam saya sekarang ini. Mungkin nanti jika waktu mengijinkan, saya juga akan gemuk!! Semangat! Hahahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kehilangan energi karena kelelahan yang semu. Entah mengapa rasanya lelah terus. Padahal kerja saya cuma berpikir, berpikir dan berpikir. Bukan seperti kuli bangunan yang angkat-angkat berkarung-karung tanah, bukan petani yang mencangkul sepanjang hari, bukan atlet yang latihan terus tiap hari. Lalu mengapa saya lelah? Harusnya saya menertawakan diri sendiri jika saya lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan tidur terus, itu namanya bukan manusia, itu sampah." seorang teman mengingatkan saya untuk bangkit. Saya mau tanya apakah saya manusia apa bukan, dia sudah jawab...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masih bisa merasa sakit, merasa senang, itu manusiawi. Masih bisa menangis, itu manusiawi..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ngeri juga sama orang ini lama-lama...Hahahaha. Dukun kali dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya beruntung dikelilingi orang-orang yang bersedia saya susahkan akhir-akhir ini. Dan mereka berharap saya punya pijakan yang kuat untuk diri saya sendiri, karena hal itu memang harus lahir dari diri sendiri. Saya harap mereka memaafkan saya karena untuk saat ini belum bisa...Tapi nanti pasti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-merasa bodoh dan tolol sendiri, ditulis sambil merindukan cemong yang mungkin saja tidak merindukan saya-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terimakasih nita,aal,nata :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-4799843187545926854?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/4799843187545926854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/libur-panjang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/4799843187545926854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/4799843187545926854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/libur-panjang.html' title='Libur Panjang'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-1124374532053448373</id><published>2010-05-04T23:36:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T23:41:20.579-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='medan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hairshow'/><title type='text'>Medan</title><content type='html'>Naik taksi?? Aaaah mahal! Saya sebal jika pilihan saya hanya naik taksi, tak perlulah naik taksi, bisa naik mobil kalong atau bisa numpang mobil orang?? Hahahaha. Kenapa orang selalu berpikiran negatif jika ada perempuan ditawari tumpangan? Tapi tidak pernah berpikiran seperti itu kepada laki-laki?? Tidak adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan saya terasa lemas ketika melangkahkan kaki keluar dari kos-kosan. Saya memang sudah tiga hari ini merasa tidak sehat. Tubuh saya menjerit-jerit meminta saya beristirahat sementara percikan neuron dalam otak memaksa saya untuk selalu bangun dan berpikir. Jadilah saya putuskan memakai taksi dari kos saya menuju kuningan untuk kemudian dilanjutkan ke bandara, itupun karena saya punya voucher taksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tertidur didalam taksi, kedinginan, padahal saya sudah memakai sweater. Hari ini penampilan saya aneh bin ajaib, dengan terusan bunga-bunga beserta cardigan hitam bunga-bunga pula, legging dan sepatu boot, membuat saya merasa seperti Loona Lovegood yang aneh. Tapi tak apa saya aneh, karena saya adalah saya. Telepon berdering ketika saya tertidur diantara jalan yang padat dan macet. Saya menjawab dengan lemah, saya bilang bahwa saya sudah di dalam perjalanan. Lalu telepon disudahi. Saya bertanya pada supir taksi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sudah sampai mana pak?” tanya saya.&lt;br /&gt;”Sedikit lagi sampai kuningan... tidur aja lagi mba...” dia kasihan melihat saya yang kurus gepeng tak berdaya ini rupanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akhirnya sampai ke kuningan. Sebelum saya turun sang supir taksi bertanya apakah saya bekerja di dalam gedung ini, saya bilang tidak, walau saya bilang tidak dia menitip pekerjaan sebagai supir tetap, selain jadi supir taksi. Saya minta nomer teleponnya, bertekad mencarikannya pekerjaan baru yang mungkin saja lebih baik daripada supir taksi. Saya berbicara sendiri, berangan-angan berbicara dengannya. Bapak, sebenarnya semenjak kemarin saya banyak melewatkan kesempatan untuk membalas perbuatan baik dari orang yang saya tidak kenal. Hari ini saya simpan nomer telepon bapak, saya akan carikan, doakan saya dapatkan pekerjaan untuk bapak ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berganti taksi untuk pergi menuju Bandara. Ini masih terlalu pagi dan kami bertiga tertawa, menertawakan kebodohan. Saya tertawa diantara beban deadline yang menumpuk dan tidak saya mengerti karena tidak ada teman untuk berdiskusi. Pesawat kami yang menuju medan tertunda selama dua puluh menit. Sedari tadi saya mengantuk karena saya mengonsumsi obat tidur semalam. Efeknya masih terasa sekarang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ini pertama kali dalam seumur hidup saya menginjakkan kaki ke Medan. Namun karena saya kesini untuk bekerja bukan berkeliling, jadi mungkin hanya sedikit saya bisa cerita tentang hal yang unik-unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih seperti kemarin, kami langsung ke salon begitu mendarat, melakukan glasi resik dan fitting baju lagi. Karena waktu luangnya lebih banyak, kami pun memutuskan untuk pergi makan terpisah dari kru. Kami berputar-putar naik becak yang jika di Medan becak dikemudikan dengan motor. Menyenangkan? Biasa saja, jauh lebih menyenangkan ketika saya dulu kecil dan tidak khawatir terhadap apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan-makan diluarnya singkat. Lalu dengan taksi kami kembali ke hotel, dan itu kamar kami di bagi dua. Saya punya partner yang pas untuk tidur dengan tidak menyalakan AC. Badan saya rontok karena serangan yang bertubi-tubi, hingga saya sepertinya anoreksia akut sekarang dan butuh istirahat serta penanganan medis secara berkesinambungan. Tapi saya kan’ enggak punya uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat. Sekejap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sudah mau pulang, menunggu pesawat jam enam. Dari hotel selesai acara fashion show dan di kritik karena tak terlihat bersemangat, jika dulu saya dapat kritik itu saya akan bersemangat, namun perasaan menggebu-gebu ini sudah hilang. Punyakah saya semangat yang baru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, saya ingin tinggal satu atap dengan teman-teman saya yang lain. Supaya ketika saya bangun, saya tidak merasa asing dan sendirian. Namun hal itu mustahil kan? Mustahil dari kultur kita saat ini... Mustahil karena saya orang yang jahat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi yang gak mungkin...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-1124374532053448373?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/1124374532053448373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/medan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/1124374532053448373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/1124374532053448373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/medan.html' title='Medan'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-272922397002000622</id><published>2010-05-04T23:33:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T23:36:21.489-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mrs Dalloway'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bandung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kekal'/><title type='text'>Bandung</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Saya pergi dengan sejuta harapan dan hati yang tenang...&lt;br /&gt;Matahari masih mengintip, syukurlah, karena jika ia sudah keluar dengan garang, saya bisa kehabisan energi menghadapi marahnya.&lt;br /&gt;Keluarlah dari rasa ketakutan karena kamu akan meninggalkan zona aman...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratusan kilometer terasa jauh akhir-akhir ini. Rasanya mau menyerah karena lelah.&lt;br /&gt;Saya bekerja keras memang untuk uang. Untuk sebagian kecil bayar hutang ayah saya yang tertinggal sebelum dia meninggal. Dia benar-benar melakukan sumpahnya meninggalkan kami tanpa apapun, disaat kami harusnya bisa punya sedikit untuk tidak terseok-seok menjalankan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak apalah ayah...kamu sudah berusaha, namun dengan cara dan jalan yang salah saja. Anggap saja kami tumbal...dalam kehidupan selalu ada yang harus dikorbankan (katanya begitu - walau saya tidak setuju).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang berganti malam, saya masih berada pada kondisi menyenangkan namun sedikit khawatir. Bagaimana caranya saya dapat keberanian untuk keluar dari semua ini?&lt;br /&gt;Ketika tengah malam pun semuanya dapat di jawab...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang menyangka saya dapat kehilangan segala sesuatunya termasuk kewarasan. Saya pikir saya tidak waras. Seperti anak kecil mengamuk karena tidak dibelikan mainan. Hahahah jadi lucu jika diingat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melalui fase mengamuk ketika anak-anak, membuat Ibu saya berpikir bahwa saya kesetanan. Lalu saya menjelma jadi malaikat berkerudung yang sebenarnya hanya pencarian jati diri yang pincang. Hingga akhirnya saya menemukan diri saya kembali, menjadi manusia yang kosong dan siap diisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyesal menganggap bahwa semua ini terlalu kekal. Padahal saya tahu tidak ada yang kekal. Sebenarnya, seharusnya saya menertawakan diri saya sendiri. Namun saya terlalu malu untuk melakukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mrs Dalloway menertawakan saya keras-keras. Dia bilang seharusnya kita menghabiskan waktu berdua sedari kemarin untuk makan jamur di pinggir pantai batu karas. Menjadi intim dengannya lalu berpelukan di dalam air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Suruh siapa kamu ragu-ragu terhadap saya??!!" kata Mrs Dalloway kecewa, dia jadi marah dan mengancam bahwa semuanya akan berakhir dengan cepat. Begitu katanya, tapi saya tidak percaya karena dia orang yang penuh tipu muslihat. Ketika waktu itu saya nyaris terjebak oleh ajakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya harus jaga singa..." ujar saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alasan!!" bentaknya. "Kamu punya sejuta alasan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya benar-benar harus jaga singa, orang utan, penyu dan lumba-lumba...Saya harus jaga mereka..." ujar saya sambil menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu..." ujarnya dengan nada bergetar karena marah, "Kamu akan menderita!" Mrs Dalloway masih disana, marah sambil menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maafkan saya..." ujar saya lemah. "Mungkin kamu bisa ajak saya nanti...kamu tahu keadaan saya...kamu bisa ajak saya...nanti..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu...hiduplah..." ujarnya sambil mengecup saya manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-dirubah penuh hari ini-&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-272922397002000622?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/272922397002000622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/bandung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/272922397002000622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/272922397002000622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/bandung.html' title='Bandung'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-318768864386602022</id><published>2010-05-04T23:31:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T23:33:21.028-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Surabaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pulang'/><title type='text'>3 Trilogi Surabaya</title><content type='html'>Saya tidur seranjang berdua dengan teman model lainnya. Untunglah ranjangnya muat. Walau tidak nyenyak yang penting saya tidur sebentar. Pukul setengah enam pagi, saya terbangun. Telepon berdering menyuruh kami semua bangun dan siap-siap. Iya, saya sudah bangun. Air panas, kalian siap untuk menimpa tubuh ini sehingga aliran darahnya terpompa untuk bekerja?? Siap??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah siap, memakai baju yang kemarin saya ganti di bandara. Kami pun turun ke bawah untuk bersiap di rias dan rambut kembali diseterika. Kasihan sekali rambutku, saya membunuhmu pelan-pelan ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penata rias berbicara dalam bahasa surabaya yang saya tidak mengerti. Jadi jika saat itu mereka mengatai saya bodoh, tai, monyet atau kata-kata kasar lainnya, percuma, karena saya tidak mengerti. Jadi mereka buang-buang tenaga. Lalu kenapa juga mereka harus bilang harus bilang saya bodoh, tai dan monyet? Kenapa? Entahlah kenapa saya berpikir demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu kami, dengan lipstik merah gelap, mata penuh dengan pewarna berwarna hitam ketika saya berkaca saya nyaris terlihat seperti vampir. Biarlah. Rambut saya pun sudah tidak normal. Bulu mata saya ditambah hingga dua lapis, membuat kantuk kembali menyergap. SAYA INGIN TIDUR. Tapi tidak bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata bekerja begini melelahkan. Saya yang kurang gizi ini pun dengan cepat merasa kelelahan, lesu dan tampak tidak bergairah. Baiklah, itu kami sudah berada di belakang panggung, bersiap-siap untuk tampil sebagai model pembuka. Rambut yang tadi sudah rapi kembali ditutupi dengan rol palsu warna-warni. Kaki saya yang memar sudah dibubuhi foundation yang terlihat makin belang karena warna kulit saya berbeda dengan warna foundationnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodo amat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting saya kerja sekarang. Cepat selesai. Cepat pulang menuju kos-kosan yang meski panas namun itu kamar saya tempat saya tidur, memakai baju dan berkaca. Tempat saya menjadi saya. Jujur, saya butuh sandaran. Saya rindu kucing saya yang bisa menimbulkan senyum itu. Saya juga butuh orang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul dua siang, kami sudah bisa kembali ke kamar untuk menghapus riasan dan beristirahat. Tadi kami sudah makan setelah show berakhir, saya sebenarnya masih ingin makan, namun rasa lelah dan kantuk mengalahkan semuanya. Jadi, ketika teman-teman lain memilih untuk berjalan-jalan di waktu senggang. Saya memilih untuk tidur di kamar yang penuh dengan koper. Kamar itu memang difungsikan untuk ramai-ramai karena kamar lainnya sudah diputus masanya. Saya sendirian. Sebenar-benarnya sendirian, oh tidak, ada Sonny ketika saya bangun, sedang beres-beres peralatan salonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terasa lambat karena kemacetan melanda jalan menuju bandara. Belum lagi, setelah kami tiba di Bandara, teman saya yang hamil harus melalui serangkaian administrasi. Singkatnya, setelah keriwehan itu semua, kami pun duduk manis menunggu pesawat untuk mengudara. Lamaaaaa sekali pesawat untuk mengudara dan mendarat. Kami sampai bosan melihat landasan pacu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam sudah menyelubungi langit dengan warna hitam bertabur gliter alias kerlip bintang. Walau saya dapat hadiah voucher taksi, saya tetap nebeng dengan teman saya yang searah. Agar voucher taksi dapat digunakan pada pagi buta seperti waktu itu. Yang aneh, model ada empat, voucher taksi diserahkan cuma tiga. Apa maksudnya?? Silahkan simpulkan sendiri, yang jelas saya tidak suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sampai dikos-kosan setelah berjibaku dengan jalan raya dengan mandiri, tabah dan kuat karena diiringi hujan serta mengangkat-angkat beban ini sendirian. Sekali lagi jika saya kaya, tanpa pikir seratus kali saya akan naik taksi. Namun saya bukan kaya, saya berjuang, saya dibawah, saya spesial, mungkinkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saya tidak spesial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-ditulis sambil mendengarkan soundtrack origin dan sangat merindukan laut-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-318768864386602022?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/318768864386602022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/3-trilogi-surabaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/318768864386602022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/318768864386602022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/3-trilogi-surabaya.html' title='3 Trilogi Surabaya'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-8080936835823468083</id><published>2010-05-04T23:27:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T23:30:32.521-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='saudara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Surabaya'/><title type='text'>2 Trilogi Surabaya</title><content type='html'>Naik pesawat membuat telinga berdengung dan pusing karena beberapa guncangannya, saya malah tidak bisa tidur. Sudahlah saya menyerah. Saya cuma bisa memejamkan mata tanpa tertidur karena saya tidak suka sensasinya. Seperti saya tidak suka jika disuruh cium bau kentut. Satu jam adalah lama perjalanan Jakarta-Surabaya. Yeay! Akhirnya kita semua sampai. Dengan selamat, tadinya sih jika pesawat itu jatuh juga tidak apa-apa. Saya siap mati kok kapan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah makan roti diatas pesawat, kami pun sarapan lagi dibandara karena harus menunggu barang-barang yang menyusul. Cukup lama kami disana, bahu membahu menghabiskan kentang goreng, roti isi, dan satu cangkir teh manis hangat. Perut terasa bergejolak namun hasrat untuk buang air besar belum terlalu merongrong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami meluncur menuju salon, perjalanan rupanya cukup jauh. Lelah rasanya. Mau tidur. Namun sampai disana kami langsung 'dieksekusi'. Perut yang makin tidak karuan ditambah bau obat kimia yang sangat mengganggu rasanya bisa buat kehamilan seseorang keguguran. Ups, maaf saya berlebihan. Teman saya yang lagi hamil tampak baik-baik saja atau kita lihat hasilnya setelah anaknya besar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah kronologis eksekusinya. Rambut saya dicuci, lalu ditempeli krim-krim yang sangat bau tadi hingga saya tidak bisa menikmati sekarton susu coklat, sebuah cemilan ataupun makan siang yang menggiurkan karena terlampau memuakkan. Setelah 40 menit berlalu, hasilnya WALAH rambut saya jadi lurus rus rus. Jika hal ini terjadi 6 tahun lalu, mungkin saya akan sangat senang karena saya sedang benci-bencinya dengan rambut keriting yang dimiliki. Namun kini saya sedang bangga dengan rambut ikal, malah diluruskan. Hah, tuhan memang tidak adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidak adil bahwa lambung saya tidak dapat menerima makanan sehingga saya menjadi kurus kering. Padahal saya ingin gemuk. Setidak adil bahwa saya punya nyawa tapi terasa sia-sia (curcoooool lagi). Setidak adil nasib. Memang tidak adil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengalami penyiksaan pelurusan karena bau kimianya, rambut saya itu kembali dicuci, lalu diwarnai. Dalam hati saya berkomat-kamit baca mantra semoga saja hal itu membantu mempercepat waktu dan penderitaan ini. Diantara waktu yang berlarian, saya pun sibuk menelepon saudara tiri Ibu saya yang kebetulan tinggal di dekat kota Surabaya. Rupanya dia berada di gresik. Mengapa saya sangat ingin bertemu dia? Dialah yang membiayai kuliah setelah saya cuti, hingga saya lulus. Saya berhutang budi padanya hingga kapanpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia merasa kesal karena saya tidak dapat bertemu dengannya, entah kenapa saya merasa sedih sekali hingga menangis. Saya tidak ingin menyusahkan orang-orang yang sudah baik kepada saya. Untungnya dia bisa mengerti bahwa saya datang ke kota itu bukan untuk main, tapi untuk kerja. Untunglah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama sekali rambut semua model dieksekusi, termasuk saya. Pukul enam petang kami baru keluar dari salon untuk gladi resik. Sungguh saya lelah dan tertekan sehingga tidak dapat memakan apapun. Sementara koreografi rumit diulang-ulang karena kami semua mulai kehilangan fokus akibat terlalu lelah. Itu Tante saya sudah menunggu saya bersama suami dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah, cepatlah, saya mau bertemu mereka. Mau berbincang sebentar dengan mereka. Lalu akhirnya selesai juga. Saya bertemu mereka sebentar. Sejujurnya, saya sangat lelah. Ingin mandi dan tidur karena sedari tadi belum beristirahat sedikitpun. Lalu mereka mengajak makan. Ketika saya tolak, terlihat raut kecewa di wajah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayolah tami, kamu tidak akan menghabiskan waktu berjam-jam dengan mereka, paling lama satu jam...mereka sudah menempuh perjalanan dua jam bolak-balik untuk menemuimu, ayo tami, jangan menyesal lagi untuk kesekian kalinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbekal semangat dan rasa sayang saya mengorbankan segala raga yang telah lelah ini, untuk ikut mereka berputar-putar. Tadinya saya pikir makanan berbentuk sup dapat masuk dengan lancar memenuhi lambung saya. Namun, ternyata tidak juga. Rawon daging yang terlihat menggiurkan ketika saya sehat dan lambung baik-baik saja, porsi sekarang rasanya bisa saya santap habis. Namun ketika alarm 'muntah' menyala ketika saya menyendok, saya dengan terpaksa tidak menghabiskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi muka mereka kecewa. Namun tidak apa-apa mereka kecewa, daripada mereka khawatir ketika saya muntah secara spontan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka kembali antar saya ke hotel. Mungkin saya terlihat tidak sabar untuk sampai. Memang. Saya tidak sabar untuk memeluk kasur. Namun sebelumnya saya harus mandi karena badan rasanya lengket dan basah dengan keringat. Untung siraman air panas ini membuat badan saya sedikit rileks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya siap tidur. Ayolah mata terpejamlah. Tidak bisa. Saya tidak tenang. Seperti layaknya segala aspek hidup saya membayangi, berjubelan di otak saya. Ayolah saya hanya ingin tidur dengan tenang. Mereka makin berdesakan, andai kata pikiran punya beban secara nyata, saya yakin kepala saya tidak akan beranjak dari lantai karena saya tak kuat mengangkatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidurlah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-8080936835823468083?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/8080936835823468083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/2-trilogi-surabaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/8080936835823468083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/8080936835823468083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/2-trilogi-surabaya.html' title='2 Trilogi Surabaya'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-8603839421555690980</id><published>2010-05-04T23:23:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T23:27:41.484-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terminal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Surabaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tengah malam'/><title type='text'>Trilogi Surabaya</title><content type='html'>Ini bukan ritual debus atau pesugihan ketika saya mandi pukul dua pagi. Bukan juga menjadi seseorang yang religius untuk meneruskan setelahnya sholat tahajud. Saya mau jualan rambut saya ke Surabaya, sementara tiket pesawat saya menandakan bahwa pukul lima saya sudah harus berada di sana. Di bandara Soekarno-Hatta, betul, yang jauh itu, sangat jauh jika harus jalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata masih mengantuk, karena sebenarnya saya insomnia, susah sekali tertidur nyenyak. Entah karena beban pikiran, entah karena panasnya udara jakarta sementara kipas yang baru dibeli lima bulan lalu 'meninggal' secara tiba-tiba, diagnosa saya bahwa terlalu banyak debu di motor penggeraknya rupanya salah. Sayang sekali, saya bukan dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedari kemarin saya sudah menyiapkan satu buah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;travel bag&lt;/span&gt; (maaf saya sok kebarat-baratan) maksud saya tas besar untuk bepergian, untuk menampung semua kebutuhan saya mulai dari celana dalam, alat-alat mandi beberapa baju ganti yang saya beli dengan harga murah, karena saya suka yang murah. Hidup murah!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul tiga pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pamit, sama rekan kosan yang kebetulan terbangun. Sama kucing saya, namanya cemonk yang patuh untuk tidur diberanda kos-kosan. Kucing pintar. Malah cemonk antar saya sampai tempat sampah, sampai dia sadar bahwa saya bukan hendak memberinya makan tapi hendak pamit. Saya sudah komat-kamit bilang bahwa saya mau ke Surabaya, tapi dia tidak mengerti juga. Maklumlah saya belum belajar bahasa kucing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelap. Langit begitu gelap, saya dibantu berjalan dengan beberapa penerangan yang berpendar lemah. Sampai di depan sebelum jalan raya, portal tertutup rapat. Disamping portal ada sedikit jalan keluar, kayu-kayu tersebut menutupi got dibawahnya biasanya tempat itu dipakai berjualan pada pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang sial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa diantara kayu-kayu lain yang kokoh, saya menginjak kayu yang rapuh dan tidak terpaku rapih? Kenapa?? Apa memang orang yang selalu sial itu ada di dunia, seperti film korea yang bertajuk "SEE YOU AFTER SCHOOL" dimana pemeran utamanya selalu tertimpa sial. Seperti saya pukul tiga pagi ini dan saya pada masa-masa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu tidak akan bisa membayangkan pose saya saat itu. Terlalu ekstrem untuk dijelaskan. Cuma ada bukti memar dan luka gores disepanjang betis sebelah kiri. Tenang, saya masih bisa berjalan. Masih bisa berjalan sepanjang 300 meter ke depan untuk mencari angkutan umum yang saya sendiri ragu untuk bisa menemukannya atau tidak.&lt;br /&gt;Mungkin kamu bertanya apakah saya tidak ngeri untuk berjalan sejauh itu sendirian di pagi buta? TIDAK! Hahaha biasa saja. Tidak. Saya lebih takut ketemu kuntilanak walau saya pun takut juga jika bertemu rampok. Namun hal berikutnya yang saya lakukan mungkin akan lebih mengejutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah mobil bak terbuka hitam, bentuknya mirip mobil kalong yang pernah saya naiki ketika akan pulang ke depok pada tengah malam. Saya pikir dia akan mengambil penumpang, ternyata tidak. Supirnya masih muda, dia dan temannya berdua. Saya waspada, tetap waspada karena citra kota Jakarta yang tidak aman ketika malam, banyak rampok, banyak setan, banyak yang jelek-jelek ketika malam tiba, padahal siang juga banyak yang jelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supir mobilnya menawarkan saya untuk menumpang mobilnya karena sudah malam. Sejujurnya, jika saya kaya, saya lebih baik naik taksi hingga sampai dibandara. Namun terlalu sayang menghabiskan uang sebanyak 200 ribu hanya untuk transportasi sedangkan dengan uang sebegitu banyak saya bisa makan selama 10 hari atau uang segitu adalah 3/4 uang kos saya. Maka itu saya tempuh jalur yang berbahaya. Saya pun menumpang dengan mobil tersebut. Rencananya hanya sampai saya menemukan angkot. Namun sial, angkot tidak ada satupun yang lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil masih melaju, supirnya bilang mau mengantarkan saya ke terminal rawamangun. Waduh, jalan mobilnya cepat sekali. Pikiran negatif bertebaran sepanjang saya berada dalam mobil tersebut. Saya perhatikan jalannya, benar, ini jalan menuju Rawamangun. Tak berapa lama kemudian saya pun sampai dengan selamat di terminal Rawamangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supir dan temannya yang sangat baik hati itu, saya beri sepuluh ribu, setelah saya pikir, jumlah itu sebenarnya kurang. Saya tega sekali memberi mereka segitu. Sungguh saya bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya naik Damri yang sudah nangkring dibarisan paling depan. Saya pikir akan lama mereka ngetem, namun ternyata beberapa menit berikutnya mereka sudah jalan. Wah masih pagi sekali! Saya terlalu rajin, membuat saya menyesal, andai saya tidak terlalu takut terlambat, saya mungkin tidak akan terperosok, mungkin bisa naik angkot dan tak perlu was-was.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu lintas pada pagi buta di hari minggu jika mau digambarkan adalah seperti layaknya hati saya sekarang, kosong. (Hahaha Curcol). Jika pada hari biasa yang siang benderang dengan kemacetan luar biasa, perlu waktu setidaknya tiga jam untuk sampai di Bandara. Namun kini? Hanya sekitar 45 menit saja. Membuat saya menyesal karena tidak memanfaatkan waktu tersebut untuk kembali tidur, namun malah bersms dengan orang-orang yang saya anggap penting saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah sampai Bandara. Wah ternyata ada banyak orang. Saya menuju tempat favorit (lagi-lagi bahasa inggris), toilet (lagi-lagi!!!). Setelah buang air kecil, saya pun mengganti baju dengan dress (Apa sih bahwa indonesianya dress, saya malu sebagai orang indonesia tidak tahu!) hitam pendek. Biar kelihatan seksi? Bukan. Biar saya dapat mengobati luka kecil ketika saya terperosok tadi dengan salep yang sebenarnya lebih tepat digunakan untuk luka bakar. Lukanya agak memerah dan sedikit membiru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya saya mau tidur, badan terasa sakit semua. Namun belum bisa. Saya menunggu tiga teman yang lainnya. Mereka belum datang, saya pun duduk untuk menelepon Ibu saya, agar dia tidak khawatir. Saya benci membuat orang khawatir, terutama orang yang sudah susah dengan masalahnya sendiri. Diantaranya Ibu saya. Tenang saja Ibu, saya sudah besar dan dapat menjaga diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya. Setelah teman-teman saya datang dan tim rambut dari Jakarta pun tiba. Kami berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah lama tidak menggunakan pesawat untuk bepergian. Jadi saya sedikit norak dengan pertanyaan-pertanyaan bodoh saya yang langsung ditertawakan teman-teman lain. Saya tidak marah. Saya tidak malu. Saya berbeda. Saya berjuang. Sementara mereka hanya menjalani. Saya berbeda. Saya spesial. Mungkinkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-8603839421555690980?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/8603839421555690980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/trilogi-surabaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/8603839421555690980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/8603839421555690980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/trilogi-surabaya.html' title='Trilogi Surabaya'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-4873085319253185759</id><published>2010-05-04T23:21:00.000-07:00</published><updated>2010-05-05T04:07:19.657-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mrs Dalloway'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Laut'/><title type='text'>Ayo Kita Ke Laut Mrs Dolloway</title><content type='html'>Selamat Pagi,&lt;br /&gt;Pagi ini seperti biasa, yang luar biasa adalah Mrs Dalloway sudah bersama saya semenjak tengah malam. Tidak biasanya ia datang disaat hari tenang.&lt;br /&gt;Menjelang siang, Mrs Dalloway tahu benar, bahwa pengkhianatan ini tidak dapat dibiarkan.&lt;br /&gt;Mrs Dalloway berkata bahwa ketika berkhianat berarti sesuatu harus dibunuh.&lt;br /&gt;Saya masih bingung, tidak sepenuhnya saya setuju. Namun benar, saya lelah. Rasanya ingin tertidur di atas air dingin yang menyejukkan. Bermain dengan lumba-lumba yang ramah.&lt;br /&gt;Mungkin sedikit digigit hiu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat siang,&lt;br /&gt;Matahari sudah terlalu terik sekarang, Terlalu panas untuk berjalan-jalan, kata Mrs Dalloway.&lt;br /&gt;Fakta demi fakta mengerumuni diri yang kini tidak lagi berdaya.&lt;br /&gt;Saya sudah minus...minus sekali.&lt;br /&gt;Sekali lagi, Mrs Dalloway mengajak saya ke laut. Mengimingi saya untuk bermain-main dengan lumba-lumba yang penuh dengan senyum.&lt;br /&gt;Ada banyak papan selancar memenuhi topping atas pantai. Mendayu-dayu mengikuti arus.&lt;br /&gt;Lalu saya harus berada dimana?&lt;br /&gt;Dibawah atau diatas?&lt;br /&gt;Diatas atau dibawah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berangsur sore,&lt;br /&gt;Rasanya saya butuh beristirahat. Saya tidak boleh ada disini karena saya tidak mampu mengerjakan apapun. Saya tidak seharusnya berada disini. Saya harusnya berada di laut bersama Mrs Dalloway.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan orang-orang lain?&lt;br /&gt;Orang lain akan survive, mereka tidak akan merindukan kamu,&lt;br /&gt;Karena kamu mudah sekali terlupakan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;note : ketika ada yang mengerti rasanya lega sekali, thx mimit...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-4873085319253185759?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/4873085319253185759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/ayo-kita-ke-laut-mrs-dolloway.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/4873085319253185759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/4873085319253185759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/ayo-kita-ke-laut-mrs-dolloway.html' title='Ayo Kita Ke Laut Mrs Dolloway'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-1395142572590354827</id><published>2010-05-04T23:18:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T23:21:27.868-07:00</updated><title type='text'>Ketika Kita Merasa Paling Benar...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Saya selalu begitu. Buru-buru mengerjakan semuanya, mencetak semua artikel yang belum saya reka, tiga buah kalau tak salah, yang niatnya saya baca dan nantinya di ubah untuk pekerjaan saya. Perjalanan saya panjang, amat sangat panjang dikarenakan macet. Sang supir angkot putus asa dan berniat mencari jalan pintas agar terhindar dari kemacetan. Sang supir yang sedari tadi memaksa kami duduk berenam dalam sebaris. Tapi hal itu terlihat tak mungkin, ia pun diprotes si penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari sudah mulai tenggelam, sehingga terangnya meredup tergantikan gelap. Saya satu angkot dengan anak-anak SMP yang berbicara seru dan heboh dengan suara yang keras. Agak menganggu memang, karena mereka saya tidak dapat menelepon dengan bebas. Maklum saya agak tuli, budeg, bolot, atau apapun itu istilahnya yang kamu pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang saya yakin berat badannya lebih berat dari saya tersebut, membuat saya berpikir bahwa saya benar-benar kekurangan gizi. Pembicaraan mereka beragam, mulai dari masalah guru dan sifat-sifatnya di sekolah, nilai dan membicarakan teman sebayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu lintas semakin memburuk, padahal tinggal lima ratus meter lagi saya sudah bisa sampai tempat yang saya tuju. Sementara lalu lintas dipenuhi kebisingan klakson tanda ketidaksabaran, sang anak-anak SMP berbicara makin keras, tidak menghiraukan hal-hal yang ribut. Saya mau mendengarkan apa saja yang mereka bicarakan, mau tahu apa saja yang ada di benak anak-anak SMP jaman sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah sekelumit percakapan mereka, karena mereka bertiga dan kebetulan saya belum berkenalan jadi saya namai mereka A, B dan C saja yah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh, si D tuh gila ya tadi dia mah!!", kata si A.&lt;br /&gt;"Kenapa gitu??" tanya si B yang berjilbab.&lt;br /&gt;"Lu liat ga tadi dia olahraga pake BH doang, ga pake tank top lagi!!!" jawab si A&lt;br /&gt;"Hah?? Yang bener lu?? Tapi dia sih memang parah sih..." timpal si B.&lt;br /&gt;"Iyah dia tuh selalu cerita dugem-dugem gitu, Iiih rusak bener tuh orang..." si A makin memanas.&lt;br /&gt;"Iya sih, dia tuh emang udah rusak, keluarganya tuh padahal bener semua, dia doang yang rusak..." tambah si B.&lt;br /&gt;"Iya, iya, ibaratnya orang-orang mah jalan lurus nah dia doang yang belok kanan...melenceng!!" jawab si A kencang-kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batin saya mengerang sangat sehingga acara potong jalan yang biasanya menyenangkan untuk saya karena saya bisa lihat lingkungan yang tak pernah saya tahu, terlewatkan. Sayang, saya kurang berani untuk mengenalkan diri dan memulai diskusi tentang perbincangan mereka tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, mereka turun dari angkot yang kini masih terjebak dalam kemacetan konyol, karena volume kendaraan yang tak tertampung si jalan. Saya mengenang, jauh ke belakang ketika saya masih hijau, seusia mereka. Sekitar sebelas tahun yang lalu (Wow sudah lama ya! Damn! Saya merasa tua). Saya pun pernah merasa tahu segalanya ketika seumur itu, ternyata dunia terlalu luas untuk saya mengerti sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik-adik sayang, mungkin kalian akan mengerti bahwa yang kalian lakukan saat ini sering disebut 'stereotip yang memenjara' jika saya bisa membuat istilah sendiri. Stereotip yang kalian tempelkan pada orang-orang yang biasanya kita anggap negatif. Wahai adik-adik yang manis...belum tentu sayang, belum tentu kamu sebaik teman kamu yang dugem atau teman kamu yang dugem juga belum tentu sebaik kamu, yang berjilbab belum tentu sebaik orang yang tidak berjilbab, begitupun sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik-adikku sayang. Seringkali kita memenjarakan orang dengan melabelinya yang terkadang kejam adalah label itu terlampau negatif, sehingga memancarkan aura permusuhan. Saya pun masih, masih melabeli pria sebagai makhluk yang sulit sekali menjadi setia. Dan kadang hal tersebut membuat saya selalu penuh curiga namun biasanya saya selalu benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik-adikku mungkin kalian belajar untuk melabeli seseorang dari orang tua kalian. Orang tua pun menurunkan pemikiran pada anaknya menelusuk dan meresap. Kasihan sekali peradaban kita jika hanya diwarnai oleh pelabelan dan tindak negatif yang menginginkan keseragaman padahal kita tahu warna ada banyak. Kita seakan buta untuk mengakui bahwa warna itu banyak, dan hanya mengakui satu warna untuk hidup ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibuat ketika menuju Pondok Gede untuk menukarkan sepatu jualan, kedua kalinya...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-1395142572590354827?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/1395142572590354827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/ketika-kita-merasa-paling-benar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/1395142572590354827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/1395142572590354827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/ketika-kita-merasa-paling-benar.html' title='Ketika Kita Merasa Paling Benar...'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-2711742283204365791</id><published>2010-05-04T23:10:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T23:12:34.843-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mencontek'/><title type='text'>Mencontek</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hari-hari telah berlangsung seperti biasa, seperti pagi pada minggu-minggu ulangan umum. Kelas yang berbeda, teman sebangku yang berbeda, tak jarang adik kelas atau kakak kelas berada disamping. Kadang ada yang baik dan ramah. Kadang ada pula yang menjengkelkan. Kamu tidak bisa memilih untuk dipasangkan dengan siapa. Siapa saja bisa duduk disebelahmu. Suka atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu seperti itu. Seperti apa? Seperti orang yang merasa 24 jam adalah tidak cukup. Selalu mencuri-curi waktu untuk belajar, berlomba dengan jalanan yang macet, berlomba dengan kebisingan jalan raya, berlomba dengan waktu yang terasa selalu berlari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sekolahmu juga mempunyai kebiasaan macam ini? Yaitu meletakkan semua tas yang dibawa murid-murid ke depan kelas. Tujuannya apalagi jika bukan untuk menghindari murid-murid mencontek dari buku teks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencontek banyak caranya. Mencontek dari buku langsung, mencontek dengan bertanya teman, mencontek melalui sms, mencontek dengan mengintip (pemaksaan jika tidak diberi contekan). Menulis jawaban dalam rok atau diatas paha. Dan mungkin masih banyak lagi cara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun entah kenapa saya jarang tertarik. Yang ada justru merasa bersalah jika saya tidak dapat menjawab sebuah pertanyaan, lalu kemudian bertanya pada teman saya (berarti saya menconteki teman saya) lalu jawaban saya pun jadi benar. Rasanya tidak enak berhutang budi terus menerus. Yang ingin saya bilang, bahwa saya orang yang malas dan tidak dapat menjawab soal adalah akibat dari kemalasan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali lagi pada paragraf ketiga. Tas dan seisinya diharuskan untuk ditaruh ke depan kelas. Saya pun begitu, kecuali beberapa buku yang tetap saya pegang dengan tujuan saya baca selagi guru membagikan soal dengan lambat. Lalu saya yang gampang gugup ini akan melemparkan begitu saja buku yang sedang saya baca ke dalam kolong meja. Tanpa ditutup rapih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulangan dimulai, dibuat sedemikian rupa hening agar semua orang berkonsentrasi. Satu per satu soal dijawab. Lalu saya akui saya gila, segila pidi baiq yang ingin mengetahui reaksi orang atas tindak tanduknya. Saya pun begitu. Saya sengaja mengerjakan soal bukan dimeja namun justru dipangkuan. Seolah-olah saya mencontek. Untuk apa saya lakukan itu? Tidak ada. Hanya untuk menguji mungkin? Atau saya memang tidak benar-benar tahu tujuan untuk melakukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasa. Guru pengawas akan berjalan-jalan disetiap meja dan memandang saya mengerjakan dipangkuan lalu memandang kolong meja saya. Itu, ada buku terbuka. Saya tahu. Dengan segera dia mengambil kertas ulangan yang sedang saya kerjakan. Saya pun di vonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di vonis mencontek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal dia tidak lihat saya mencontek kan? Aneh ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun bilang yang sejujurnya,&lt;br /&gt;"Tapi saya tidak mencontek Bu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enggak mencontek dari mana?Kamu mengerjakan soal dengan menunduk, di kolong meja mu ada buku teks, terbuka. Kamu harap keluar dari ruangan ini secepatnya.", sahut Ibu Guru tersebut mengemukakan bukti-bukti yang dianggapnya benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu seisi kelas yang meilhat kejadian itu pun terkejut. Membangun opini yang sama. Bahwa saya ketahuan mencontek. Ya sudah, saya pun keluar kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jam istirahat berdentang, saya pun melenggang dengan biasa menuju kantin. Lalu seorang teman lewat sambil bertanya, namanya didik, saya masih ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lu ketahuan nyontek ya Tam??" tanyanya sambil tersenyum maklum dan miris. Saya enggak begitu ngerti jika harus digambarkan dengan kata-kata. Terlalu rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gue engga nyontek kok..." dan itu adalah kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udaah enggak usah malu, setiap orang berbuat kesalahan kok, ini hari sial lu aja..." katanya sembari memberi nasihat yang ia kira bijak untuk saya, lalu Didik berlalu ke arah kantin mendahului saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi gue memang enggak nyontek Dik..." begitu kata saya dalam hati, karena saya tidak bebas berteriak-teriak, karena terlalu sering direpresi untuk bertindak ekspresif semenjak di dalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu setelah kejadian tersebut, dengan saya yang masih menceritakan kebenaran tiap ditanya orang yang sudah terlanjur terbangun opini dalam sirkuit otak yang sebenarnya luas, tidak dangkal. Sebuah buku mampir ke tempat duduk saya yang dipinggir jendela. Itu dari guru geografi yang mendapat laporan bahwa saya mencontek. Ia melemparkan buku 'tanda bukti' saya mencontek dari jendela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kejadian ini berakhir dengan saya dipaksa minta maaf atas perbuatan yang tidak saya lakukan. Karena opini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini saya kembali mengingat kenangan tersebut. Kenangan tidak akan pernah hilang kecuali kamu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;amnesia&lt;/span&gt;. Kenangan akan selalu ada. Saya pun dapat memahami tindakan yang dulu saya lakukan. Saya pun memahami bahwa manusia sering membangun persepsi yang diinginkan dalam otaknya. Mempercayai opini yang besar atau tidak sengaja membesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih begini, masih suka menguji orang dan kadang menguji diri sendiri. Masih sama dengan jiwa saya ketika masih sekolah dulu. Dan saya pun harus setuju bahwa dari bangku sekolah terbit nilai, penyeragaman pikiran. Padahal hakikinya kita adalah mahluk yang unik tiap masing-masing individu, pada anak kembar sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia manusia itu lucu - saya bilang begitu hanya karena tidak pernah hidup di dunia hewan...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-2711742283204365791?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/2711742283204365791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/mencontek.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/2711742283204365791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/2711742283204365791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/mencontek.html' title='Mencontek'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-3842737486269545669</id><published>2010-05-04T23:07:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T23:08:10.961-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pulo Gadung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terminal'/><title type='text'>Belajar Bicara</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hari sudah berangsur sore, pukul tiga, namun matahari masih terik membakar semua orang yang berada di terminal Pulo Gadung hari itu. Bau pesing menguar, seakan itu ciri khas semua terminal di Ibukota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang Ibu dan dua anaknya, laki-laki dan perempuan yang masih kecil dalam sebuah angkot. Anak laki-laki itu lebih tua dari adik perempuannya yang tertidur lelap dipangkuan Ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkot lama berhenti mencari penumpang, kadang mobil digas sedikit agar calon penumpang tertipu bahwa angkot yang ini akan segera jalan. Mobil masih berhenti, bukan dipinggir jalan, melainkan di tengah, membuat pengendara lain merasa marah, membunyikan klakson sekencang-kencangnya hingga telinga terasa pekak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara panas menguap di dalam angkot, membuat sang anak laki-laki gelisah dan merengek. Sang Ibu tidak peduli atau pura-pura tidak peduli. Si anak makin gelisah dan mungkin juga kesal karena kepanasan, airmatanya menumpuk di pelupuk mata. Ingusnya mulai ditarik ulur lewat dengusan hidungnya. Mobil akhirnya jalan dengan sang supir menggerutu karena tak ada penumpang. Si supir memacu mobil sekencang-kencangnya untuk melampiaskan rasa kecewanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak masih kepanasan, merengek karena kekesalannya tertahan. Ia mulai gelisah, tidak duduk dengan baik atau bisa dibilang sedang mengamuk kecil. Sang Ibu habis kesabaran dan tidak mengerti dengan perilaku si anak, ia pun memukulnya. Si anak balas memukul. Lalu dipukul lagi. Balas memukul. Sepanjang perjalanan menuju Kampung Melayu mereka saling memukul, tentu sang Ibu menang, tenaganya lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mati aja kamu! Mati!" ujar sang Ibu kepada sang anak sambil memukul kepalanya keras.&lt;br /&gt;Mendengar 'kerusuhan' di belakang tempatnya mengemudi, si supir bertanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada apa si??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tau nih..." ujar sang Ibu yang sekarang sedang memberi minum anak perempuannya yang sudah terbangun. Ternyata si supir adalah ayah dari dua anak itu dan suami dari sang Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah! Turun aja sana!!" ujarnya kasar kepada si anak laki-laki. Tiba-tiba saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah..."&lt;br /&gt;Satu bogem mentah melayang ke pipi si anak laki-laki dengan tenaga penuh.&lt;br /&gt;"Dibilang!"&lt;br /&gt;Dua&lt;br /&gt;"Jangan nakal!!!"&lt;br /&gt;Tiga, empat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah pak, sabar..." seorang penumpang laki-laki mencoba menenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dilempar aja kamu ke jalan!!" lalu tubuh si anak laki-laki dihempas, namun tidak ke jalan. Sang Ibu diam saja berwajah datar, begitupun adik perempuannya, seolah pemandangan ini adalah biasa. Tak ada gurat ketakutan atau pun iba pada wajah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sabar Pak..." penumpang laki-laki tadi mencoba menenangkan kembali sebelum dirinya turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak laki-laki pindah tempat duduk untuk menghindari dirinya kena pukul lagi. Tak ada lagi tangis di matanya, namun ada sisa luka disana yang suatu saat akan melahirkan amarah dan dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah satu dari jutaan anak Indonesia yang dibesarkan dengan kekerasan, tekanan psikis dan fisik. Yang akan tumbuh dengan kekerasan dan akhirnya akan selalu mengancam dan memukul tanpa punya kesempatan untuk belajar menggunakan cinta untuk bicara. Hingga kapan mata rantai ini akan berakhir?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-3842737486269545669?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/3842737486269545669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/belajar-bicara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/3842737486269545669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/3842737486269545669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/belajar-bicara.html' title='Belajar Bicara'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-6050511230307253977</id><published>2010-05-04T05:03:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T05:06:31.888-07:00</updated><title type='text'>Amel</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dia tidak cantik tapi manis. Amel namanya. Hidupnya tidak terlalu indah karena harus berjuang d ijalanan. Dia bukan anak jalanan. Dia adalah seekor monyet betina yang bekerja diluar ketentuan undang-undang tenaga kerja. Dia bekerja sembilan jam sehari, dengan waktu istirahat hanya lima belas menit. Sore itu dia terlihat sangat lemas. Amel tergolong masih 'baru' untuk terjun sebagai topeng monyet. Atraksinya hanya sebatas menggigit topeng dan berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amel sangat jinak, namun sudah mati rasa karena terlalu sering dikasari. Belai saja punggungnya yang kurus karena jarang diberi makan. Ia terlihat sangat kelaparan karena dari tadi terus-terusan menggerogoti daun-daun yang berguguran. Rantai yang mencekik lehernya seakan mencekik kebebasannya sebagai monyet yang harusnya berlompatan antar dahan. Amel terlihat kuyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si majikan, baru berumur lima belas tahun. Masih muda. Diantara keempat temannya yang juga bekerja sebagai topeng monyet dipinggir jalan itu, hanya dia yang paling bisa diajak bicara. Logatnya terdengar seperti berasal dari daerah Jawa Tengah. Penampilannya sama lusuhnya dengan Amel. Dia merespon semua pertanyaan dengan baik, walau bahasa Indonesianya kadang sukar dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Monyetnya sudah dikasih makan belum mas?"&lt;br /&gt;"Sudah mba tadi dzuhur..."&lt;br /&gt;Saat itu sudah pukul setengah enam sore. Sebagai manusia saja kita sudah kembali keroncongan.&lt;br /&gt;"Mas tinggal dimana?"&lt;br /&gt;"Di prumpung...Disana juga tempat monyetnya."&lt;br /&gt;"Biasanya dapet berapa mas sehari topeng monyet kayak gini?"&lt;br /&gt;"Lima puluh ribulah..."&lt;br /&gt;Jumlah yang cukup banyak.&lt;br /&gt;"Monyetnya nyewa?"&lt;br /&gt;"Nyewa Mba, ini aja tiga puluh ribu..."&lt;br /&gt;Berarti ada agency monyet yang menadah keuntungan dengan berungkang-ungkang kaki, menyewakan mahluk yang ditangkap dari rumah mereka sendiri, yang bukan dari jenisnya yang sudah tentu tidak mau disewakan karena akan melalui siksaan setelah ditangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu mas, kalau tiba-tiba gak boleh ada topeng monyet, mas mau kerja apa?"&lt;br /&gt;Maksudnya biar dibelikan gitar, mengamen, berjuang pakai tenaga sendiri, bukan menyuruh yang lain bersusah-susah untuk bekerja.&lt;br /&gt;Dia tidak menjawab pertanyaan tersebut. Amel masih mencari-cari daun untuk dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amel pasti butuh minum, si majikan pasti butuh minum, Amel juga butuh makan walau sedikit, cuma ada minuman kemasan gelas, lima bungkus kacang. Mudah-mudahan Amel suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amel tahu saya bawa makanan dan minuman. Dari jauh dia sudah memandang kantong bawaan saya. Amel monyet yang pintar, dia tahu cara minum dari sebuah minuman kemasan gelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amel, nasibmu buruk tinggal di negara ini, berbeda dari saudaramu yang bisa bebas mandi air hangat di timur sana. Karena tidak akan ada yang peduli padamu kecuali segelintir hanya karena persentasi jenismu belum mendekati punah. Hanya karena kamu tidak lebih dari seekor hewan tanpa perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amel...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-6050511230307253977?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/6050511230307253977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/amel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/6050511230307253977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/6050511230307253977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/amel.html' title='Amel'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-715737248595633766.post-5167604804890064353</id><published>2010-05-04T03:43:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T22:11:03.689-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kukukotor'/><title type='text'>Catatan Awal</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Selamat sore menjelang malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya saya banyak posting blog di multiply, namun kelihatannya berat banget dan susah untuk nge-link kemana-mana. Lalu saya lihat blog teman saya, bisa ngelink kemana-mana dan enggak berat. Jujur ngebuka multiply itu penuh cobaan. Entah karena koneksi yang sedang lambat. Atau memang berat. Namun saya jadi jenuh lama-lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukukotor adalah nama yang saya pilih karena kuku saya sering sekali kotor. Entah karena habis garuk-garuk kepala, entah karena memang jari berlima itu kotor, saking sebalnya karena ngeri dicap cacingan kukukotor malah jadi identitas. Jadi identitas yang kurang menyenangkan sebenarnya namun tidak absolut. Karena kukukotor hanya bagian kecil dari saya yang besar. Seperti halnya bagian tubuh lain yang kamu tidak suka, itu hanya bagian kecil dari saya yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah audisi untuk menjadi model sebuah print ad. Tiba-tiba mereka suruh saya merentangkan jari-jari untuk melihat apakah kuku saya cantik atau tidak. Lalu mereka langsung mengernyit jijik ketika melihat ke sepuluh jari yang terentang. Dalam hati, mana saya punya uang untuk melakukan perawatan kuku-kuku di salon. Buang-buang uang karena saya yang notabene anak kos ini, mencuci dengan menggunakan tangan sehingga wajar jika tangan yang menurut orang-orang kebanyakan harusnya halus dan mulus, saya punya yang agak kasar dan tidak terawat. Kamu pun pasti sudah tahu alasannya. Tak apa, tangan saya yang mungkin orang lain bilang jelek, hanya bagian kecil dari saya yang besar.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/715737248595633766-5167604804890064353?l=kukukotor.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kukukotor.blogspot.com/feeds/5167604804890064353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/selamat-sore-menjelang-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/5167604804890064353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/715737248595633766/posts/default/5167604804890064353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kukukotor.blogspot.com/2010/05/selamat-sore-menjelang-malam.html' title='Catatan Awal'/><author><name>kukukotor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05397204434214455400</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://4.bp.blogspot.com/_N1ihD5Lj1HE/S9_URbSh-uI/AAAAAAAAAAU/jbhPsIruEbY/S220/EX+Kuta+Bali.jpg3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
